
2 bulan kemudian...
Angin mulai menghangat menandakan musim salju telah usai dan musim semi telah datang.Kicauan burung dan birunya langit memberi kesan indah pada setiap jalanan yang saljunya telah mencair.Orang-orang mulai meninggalkan baju hangat mereka lalu tersenyum pada mentari yang begitu indah di hari ini.
Yoongi seorang diri di genius lab miliknya.Ia menatap boneka dari anak yang memberikannnya di rumah sakit dulu.Entah mengapa hari ini yoongi merindukan anak itu.Untuk datang ke pemakaman itu tidak akan mudah karena di luar gedung, agensi sedang mengadakan konfrensi pers mendebutkan boy group baru setelah group yeonjun.Sulit bagi musisi genius sepertinya pergi tanpa menimbulkan keributan.
Karena tak ingin bertengkar dengan pikirannya,Yoongi mengotak-atik layar komputernya sembari berharap moodnya yang kacau bisa membaik.
..................
...Jangan khawatir bahkan jika aku pergi...
...aku akan melakukannya dengan baik sendiri...
...aku ingat ketika aku pertama kali bertemu denganmu...
...Sebelum aku menyadarinya kamu tumbuh dewasa...
...Meskipun kita mengakhiri hubungan kita...
...Jangan pernah merasa kasihan padaku...
...aku akan bertemu denganmu lagi...
...Tidak peduli apapun bentuknya...
...Sambut aku dengan bahagia maka...
...akan ku ingat saat itu ketika aku bertemu denganmu...
.......................
Lagu itu belum selesai.Karena jadwal bangtan yang padat di tambah acara ulangtahun jungkook dan namjoon yang berdekatan membuat dirinya tak bisa sering berkunjung ke agensi untuk menyelesaikan lagu itu.
Walaupun begitu ia berharap bisa menemukan kalimat yang pas untuk di masukkan dalam bait lagu yang belum selesai itu.
Ting...Nong...
Suara bel pintu berbunyi,segera yoongi beranjak dari tempat duduknya menyambut siapa tamunya itu.
Ternyata yeonjun dengan wajah yang sangat serius dan sedikit tegang.Jujur saja yoongi jarang melihat yeonjun dengan tatapan serius seperti itu karena yang di lihatnya sehari-hari dari juniornya itu hanya sisi ceria dan konyol yang kadang bisa membuat darahnya sedikit mendidih akibat ulah nakal yeonjun.
"sunbae apa kau tahu kabar aeri ?" tanya yeonjun
"aeri ? tidak, aku tidak pernah tahu tentang kabar gadis itu kenapa memangnya ?"
Yeonjun terdiam,ia tak langsung memberi jawaban ke yoongi.Pria bertubuh jangkung itu mengumpulkan keberaniannya menghadapi seniornya yang sangat ia hormati itu.Matanya mulai berkaca-kaca menahan buliran airmatanya agar tak tumpah membasahi pipinya.
"sunbae...."
"katakan padaku ada apa yeonjun ?! jangan membuatku berfikir tidak-tidak ?!" maki yoongi menarik kera baju yeonjun dan menatap dengan tatapan tajam yang menjadi ciri khasnya.
"hyung....Apa-apain ?! lepaskan yeonjun hyung" titah namjoon yang baru tiba dan melihat pemandangan itu.
"aku akan melepaskannya namjoon tapi minta pada bocah ini untuk mengatakan ada apa sebenarnya dengan aeri ?!?!?"ujar yoongi mulai tersulut emosi,
"tolong hyung jangan buat keributan di agensi,Di luar ada banyak wartawan" ucap namjoon mencoba menenangkan yoongi.
Yoongi pun melepaskan cengkramannya namun tidak dengan tatapannya yang semakin menajam bak pedang yang siap mengiris.Yeonjun tak berkutik ia tak tahu harus mulai bercerita darimana.Nyalinya benar-benar menciut saat menatap mereka berdua.
Tapi jika ia tak memberitahu maka yoongi akan bertindak tanpa terkendali dan bisa saja melupakan bahwa namanya dan bangtan saat ini sedang naik daun.
"hyung masuklah ke ruanganmu dan tenangkan pikiranmu.Aku akan menemani yeonjun dan mempertanyakan perihal yang kau mau"
"baiklah,aku akan menunggumu"
Namjoon pun membawa yeonjun ke kantin mencoba menenangkan pria bertubuh jangkung itu dari ketakutannya menghadapi yoongi.
Sementara yoongi di buat cemas dengan sikap yeonjun yang terlihat terbebani akan suatu hal.Karena penasaran akan yeonjun, yoongi mencoba mensabotase CCTV yang berada di kantin agensi.Ia berharap bisa menembus pengamanan yang ketat dari beberapa aplikasi yang ia simpan di layar komputernya.
Memang keahliannya dalam dunia progrmamer masih kalah dengan yeonjun yang sangat berpengalaman tapi yoongi tak berkecil hati ia terus berusaha agar ia bisa mendengarkan percakapan namjoon dan yeonjun.
Tapi sayangnya yoongi lupa satu hal bahwa salah satu anggota tim yang menjaga keamanan programmer agensi adalah yeonjun jadi sangat kecil kemungkinan usahanya akan berhasil.
*******
Di kantin sendiri, namjoon di buat cemas dengan psikis yeonjun yang ketakutan melihat yoongi yang sedikit liar.Ia pun menawarkan sebotol air ke yeonjun agar ia merasa lebih baik.
"jika kau kurang sehat pulanglah nanti aku yang akan memberitahu agensi dan yoongi hyung bahwa kau sakit" ujar namjoon.
"itu tidak perlu sunbae.Aku baik-baik saja" ucap yeonjun memaksakan senyumnya.
"kau yakin ? tapi wajah sangat pucat"
"ahh ini mungkin pengaruh make up saja sunbae"
"kalau begitu katakan apa yang kau ingin katakan pada yoongi hyung sampai-sampai dia bersikap anarkis seperti itu tadi ?"
"tadi pagi saat aku tiba di agensi aku tidak sengaja mendengar beberapa noona staff sedang bergosip di ruang kerja mereka.
Mereka membicarakan aeri yang tengah melawan penyakit kankernya dan menyembunyikan hal itu pada agensi"
"tunggu sebentar sepertinya aku mengenal wanita bernama aeri itu.Ahh.. ya aku ingat sekarang, dia wanita tunarungu itu kan ?"
"tepat sekali sunbae.Aku tahu yoongi sunbae sangat peduli dengan wanita itu makanya aku ingin memberitahu hal ini tapi sebelum itu aku mendengar kabar burung lainnya bahwa aeri mengalami koma dan kehidupannya saat ini hanya tersisa 23% "
"koma dengan kehidupan 23% itu sangat mustahil untuk bisa sadar sepenuhnya"
"makanya aku menahan airmataku agar tidak cengeng di hadapan yoongi sunbae tadi hiks...sunbae jujur saja walaupun aku dan dia hampir seumuran tapi bagiku dia noona staff yang bisa memahami segalanya tentangku walau hiks...aku tidak meminta padanya"
"Sudahlah kau tidak usah menangis,jadilah seorang pria"
"tapi sunbae...bagaimana caraku memberitahu yoongi sunbae hiks ?"
"biar aku saja yang memberitahu hyung nanti dan aku punya tugas untukmu"
"apa itu sunbae ?"
"Dengan kemampuan retasmu cari rumah sakit tempat aeri di rawat, aku ingin bertemu dengannya"
"baik akan ku kerjakan malam ini"
"beritahu aku secepatnya apapun yang kau ketahui tentang wanita tunarungu itu"
"tentu sunbae"
"sebelum kembali ke ruang latihanmu makanlah sesuatu.Jangan sampai asmamu kambuh lagi"
"baik sunbae"
Setelah membawakan yeonjun sepiring makanan.Namjoon pergi hendak menemui yoongi yang masih setia menunggu dirinya di genius lab.
Cukup lama namjoon berdiri di luar ruangan yoongi hingga akhirnya pintu itu terbuka dan menampilkan wajah pucat dari seorang Min Yoongi.
"ada apa hyung ? kenapa kau sangat lama membuka pintunya ?" kesal namjoon,
"maaf namjoonie aku perlu membereskan ruanganku dulu sebelum kedatangan tamu"
"ouh baiklah"
"bagaimana kabar aeri ? apa yang di katakan yeonjun padamu ?"
"tidak dia tidak mengatakan apapun padaku.Yeonjun bilang dia perlu menenangkan dirinya dari trauma akibat amarahmu tadi"
"maaf itu semua memang salahku"
"kau tidak perlu khawator besok aku akan bicara lagi pada bocah itu.Mungkin dia sudah membaik"
"hmmm semoga saja aeri baik-baik saja"
Rasanya aku tidak mampu memberitahu yang sebenarnya.Entah mengapa seperti ada pembatas di bibir ini yang menahan setiap kata jika alur pembicaraan mengarah ke gadis itu.
Bukan takut tapi namjoon tahu rasa peduli yoongi terhadap gadis tunarungu itu bukanlah peduli biasa melainkan rasa cinta seorang pria ke wanita pujaan hatinya.
Namjoon berpikir ia akan memberitahukan semuanya pada yoongi tapi setelah ia berhasil menemui aeri dan mengetahui yang terjadi sebenarnya pada gadis itu.Namjoon tak ingin menyampaikan kabar burung yang akan membuat yoongi frustasi atas hatinya sendiri.