Divorce

Divorce
08



Penampilan Ronny hari ini tampak jauh lebih baik dari semalam.


Hari ini dia sudah dapat berkonsentrasi dengan pekerjaan nya.


Setelah menyelesaikan rapatnya pagi ini. Ronny memanggil Bima keruangannya.


"Bima ikut keruangan saya sekarang." perintah Ronny


"Baik pak."


Bima pun berjalan di belakang mengikuti Ronny yang sedang berjalan menuju keruangan nya.


setelah sampai di ruangannya, Ronny pun duduk di kursi kebesaran nya.


Sedangkan bima berdiri tepat dihadapannya, menunggu perintah dari atasannya tersebut.


"Bima kamu bawa surat kontrak ini ke apartemen saya sekarang." ucap Ronny sambil mengeluarkan sebuah amplop coklat dari laci meja kerjanya dan memberikan nya kepada Bima.


"Baik pak.


Tapi surat kontak untuk apa ini pak."tanya Bima.


"Ini adalah surat kontrak kerja.


Berikan surat kontrak itu kepada pelayan baru yang bekerja di apartement ku. Aku ingin dia menanda tangani surat kontak kerja ini secepatnya." ujar Ronny menjelaskan perintahnya.


"Tapi pak ,dia baru saja bekerja beberapa hari dan biasa nya Bapak juga tidak pernah memberikan kontrak kerja kepada seorang pelayan. Apa Bapak sudah yakin kalau surat kontrak ini benar-benar diperlukan." tanya Bima yang merasa aneh dengan perintah atasannya yang tidak seperti biasanya.


"Kamu tidak perlu memikirkan hal itu Bima.


Lakukan saja apa yang ku perintahkan."


"Baik Pak."


"Nanti jelaskan juga padanya, kalau dia akan dikontrak selama satu tahun penuh. Selama masa kontrak dia tidak akan mendapatkan hari libur, bahkan pada hari sabtu dan minggu sekali pun dia harus tetap bekerja. Kalau selama masa kontrak dia ingin berhenti bekerja dia harus membayar denda sebesar satu tahun gajinya. kalau dia setuju dengan kontrak ini maka aku akan menaikan gaji yang tiga juta rupiah menjadi lima juta rupiah perbulan. Kamu mengerti Bima?" tanya ronny setelah menjelaskan point-point penting yang ada di kontrak yang sudah sengaja dibuatnya untuk Clara.


"Saya mengerti Pak."jawab Bima


"Satu lagi, setelah dia selesai menanda tangani surat kontrak itu.


segera kembalikan surat kontrak itu kepada saya.


"Baik Pak."


"Kalau begitu sekarang kamu sudah boleh pergi."


"Baik Pak permisi."


Bima pun keluar dari ruangan Ronny setelah itu itu dia langsung pergi ke apartement Ronny untuk menemui Clara untuk memberikan kontak kerja tersebut.


Sebenarnya bima cukup binggung dengan sikap atasan kali ini. Belum pernah Ronny memberikan kontrak kerja kepada seorang pelayan. Apa lagi Clara saat ini belum genap seminggu bekerja di apartemen atasan itu.


Dan satu hal lagi yang membuat Bima semankin merasa aneh dengan sikap atasannya, yaitu Clara harus bekerja tanpa hari libur. Kalau Clara bekerja tanpa hari libur berarti Clara harus bekerja saat atasannya berada di apartement pada hari sabtu dan minggu. Sementara selama ini ronny tidak suka ada orang asing saat ia berada di rumah.


"Apa Pak Ronny sudah mengenal Clara selama ini?"tanya Bima pada dirinnya sendiri.


"Tapi sepertinya tidak, kalau Pak Ronny mengenal Clara tidak mungkin dia mempekerjakan Clara sebagai pelayannya."


"Ah... pasti itu karena pak Ronny sulit menemukan pelayan yang cocok untuknya selama ini. Jadidia mengontrak Clara karena dia puas dengan hasil kerja Clara. maka dia tidak ingin sampai kehilangan pelayan yang sudah cocok untuknya. Ya, pasti karena hal itu." Bima pun mencoba berpikir positif dengan sikap Ronny yang sedikit berbeda dari biasanya.


****


Sesampainya di apartement bima pun membunyikan bel dan menunggu Clara membukakan pintu untuknya.


clara yang mendengar kalau bel aprtement berbunyi pun segera meninggalkan pekerjaan nya.


"Hai Clara," sapa Bima.


Kok gak bilang-bilang dulu kalau mau datang." Clara terkejut melihat Bima yang datang tiba-tiba.


Aku disuruh Pak Ronny untuk memberikan surat kontrak ini untuk kamu Ra." Bima pun memperlihatkan amplop coklat yang masih di pegangnya kepada Clara


"Surat kontrak untuk apa Bim?" tanya Clara.


"Surat kontrak kerja dong Ra. Bisa bicara di dalam aja Ra, pegel ni kaki berdiri trus di sini." jawab Bima


"Oh iya lupa, yuk masuk bim." Mereka pun kemudian berjalan masuk dan memilih duduk di sofa ruang tamu.


"kamu mau minum apa Bim, biar aku buatkan." tawar Clara


"Air putih aja deh Ra, gak usah yang repot-repot."


"Gak repot kok Bim.


Serius nih kamu mau minum apa," tanya Clara lagi.


"Serius kok, air putih aja tapi yang dingin ya Ra. he he he... "


"Oke, kamu tunggu di sini sebentar ya.


Aku ambilkan dulu airnya." kemudian Clara pun berjalan menuju dapur yang masih terlihat dari ruang tamu tempat Bima duduk.


"Ini di minum bim." ucap Clara setelah meletakkan air dingin sesuai permintaan Bima tadi di meja.


Dan Bima pun langsung mengambil dan meminum sedikit air dingin itu kemudian meletakkan kembali ke meja.


"Ini ada surat kontrak kerja dari Pak Bima Ra."Bima pun memberikan amplop Coklat yang dari tadi di pegangnya kepada Clara.


"Surat kontrak?


Aku bisa trus bekerja disini Bim?" tanya Clara


"Iya Ra, kamu bisa terus bekerja disini."


"Loh, bukannya baru akan diputuskan nanti setelah melihat hasil kerja ku selama satu minggu ini ya Bim." tanya Clara lagi.


"Iya Ra, seperti nya hasil kerja kamu cukup bagus jadi gak usah nunggu sampai satu minggu juga pak ronny uda mau kamu tetap bekerja di sini." jelas Bima


Clara pun mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengeti.


"Sebaiknya kamu baca baik-baik dulu deh Ra. Pak Ronny mau ngontrak kamu selama satu tahun penuh.


"Aku harus kerja juga sabtu dan minggu Bim, bukannya kemarin sabtu dan minggu libur ya?tanya Clara setelah membaca sedikit isi surat kontrak yang dibuat untuknya.


Benar sabtu minggu kamu masih harus bekerja. Tapi tenang aja Ra, kalau kamu setuju dengan kontrak itu gaji kamu akan dinaikkan menjadi lima juta rupiah perbulan."


"Serius lima juta perbulan Bim." tanya Clara yang terkejut mendengar besar gaji yang akan di terimanya.


"Serius dong Ra, masa bohong sih." jawab Bima.


"Gak masalah deh Bim. Dulu saat bekerja di restoran cepat saji setiap sabtu minggu juga aku masih harus bekerja, apa lagi sekarang dengan gaji sebesar itu tentu aku gak akan menolak." ucap Clara yang terlalu senang mendengar kalau gaji nya akan di naik kan. Dan tanpa merasa ragu lagi, ia pun langsung saja menanda tangani surat kontrak itu tanpa membaca isi kontrak itu sampai selesai .


Dia tidak pernah berpikir kalau surat kontrak ini akan nantinya akan membuatnya terikat dalam masalah.


NB : Pihak kedua akan selalu siap dua puluh empat jam jika pihak pertama butuhkan dan pihak ke dua pun bersedia melakukan perintah apa pun yang


diminta oleh pihak pertama. Apa bila pihak kedua tidak menuruti/melanggar isi dari kontrak ini. Maka pihak kedua di anggap melanggar kontrak dan wajib membayar kompensasi kepada pihak pertama yang bernilai satu tahun gaji pihak kedua.


Ronny yang tahu pasti kalau sifat ceroboh clara pasti masih belum berubah dari dulu. Yakin kalau Clara pasti akan langsung menanda tangani surat kontrak yang disediakan nya tanpa membaca dengan lebih teliti lagi.


Maka catatan yang diletakkan ronny di bagian bawah kontrak ini. Segaja Ronny buat untuk menjebak Clara agar tidak bisa berkutik nantinya.