Divorce

Divorce
38



Melihat Clara sudah terlelap, Ronny pun langsung berinisiatif untuk mengendong Clara dan memindahkan nya ke kasur.


"Aku mencintai mu Clara."


"Cup..."


Sebuah ciuman lembut pun mendarat di kening Clara yang masih tertidur lelap.


Kemudian Ronny yang masih duduk sisi ranjang pun bangkit dan tidur di samping Clara. Ia menarik selimut menutupi tubuh Clara dan dirinya, lalu ia pun tertidur sambil memeluk wanita keras kepala tersebut. Tampak senyum indah mengambang di bibir Ronny. Setelah sekian lama, akhirnya ia pun dapat menikmati kembali rasa nyaman yang selalu ia rindukan.


***


Pagi ini cahaya mentari bersinar cerah, Clara pun akhirnya terbangun dari tidur lelapnya. Dikarena cahaya mentari yang masuk dari celah celah gorden yang tidak tertutup rapat.


Tampak Clara menggeliat merengangkan otot-otot tubuhnya yang kaku karena sudah tidak ia gerakkan sepanjang malam.


"Kenapa berat sekali" pikir Clara saat merasakan ada sesuatu yang menindih perutnya.


"Aaaa.... " jerit Clara saat menyadari Ronny tengah tertidur sambil memeluknya.


"Ada apa Clara? Apa yang terjadi?" tanya ronny dengan panik, karena harus tiba-tiba terbangun setelah mendengar suara jeritan Clara.


"Apa yang sudah kau lakukan brengsek!!!" Jerit Clara sambil menendang Ronny sampai terjatuh dari tempat tidur.


"Auw... sakit Clara" rintih Ronny merasa sakit karena tendangan Clara. .


"Kau pantas mendapatkan itu, Apa yang sudah kau lakukan pada ku tadi malam?" tanya Clara.


"Aku tidak melakukan apa-apa Clara, aku hanya memindahkan mu dari lantai ke kasur" jawab Ronny.


"Bohong...


Kau pasti sedang mencoba mengambil keuntungan dari ku" ucap Clara yang tidak percaya dengan penjelasan Ronny.


"Percayalah Clara, semalam aku hanya tidak tega melihat mu tertidur di lantai yang begitu dingin. Lagi pula untuk apa aku mencuri keuntungan dari mu kalau kau sediri sudah memberikannya secara suka rela pada ku minggu lalu." ucap ronny.


"A apa maksud mu mengungkit hal yang sudah lama terjadi. Lagian itu juga cuma sebuah kesalahan." Clara terlihat gugup dan kini pipi nya pun sudah tampak memerah karena malu.


"Itu belum lama terjadi Clara, jangan mencari cari alasan Clara. Aku tahu kau sedang sangat malu sekarang. Lihatlah pipimu sudah memerah seperti tomat. ha.. ha.. ha.. " goda Ronny yang membuat Clara semakin merasa malu.


"Dasar brengsek mesum, ingat hari ini aku hanya sedang malas bertengkar dengan mu, bukan berarti aku tidak mempermasalah kan apa yang sudah kau lakukan tadi malam." ucap Clara sambil melempar Ronny dengan bantal dan berlari sembunyi di dalam kamar mandi.


"Ah dasar...


kenapa ia mengungkit apa yang sudah terjadi minggu lalu." ucap Clara kesal sambil bersembunyi di balik pintu kamar mandi.


"Sudahlah sebaiknya aku mandi saja untuk mendinginkan kepala ku" Clara pun kemudian menghidupkan shower dan mandi di bawah guyuran air.


Sementara di kamar Ronny terus saja tersenyum puas mengingat bagai mana ia berhasil membuat Clara tersipu malu.


Tidak lama kemudian Clara keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah dan masih mengenakan handuk kimono.


"Dimana pakaian ku? tidak mungkinkan aku hanya memakai ini seharian" ucap Clara kepada Ronny setelah ia keluar dari kamar mandi.


"Tunggulah sebentar, aku sudah menghubungi pelayan hotel untuk membawa pakaian kita yang sudah dilaundry semalam" ucap Ronny.


Dan benar saja tidak lama kemudian pun seorang pelayan hotel datang dengan membawa pakaian mereka semalam.


Tidak mau menunggu lama, Clara segera kembali ke kamar mandi dan memakai pakaian nya.


"Kalau begitu aku mandi dulu, setelah ini kita akan turun ke bawah untuk sarapan." ucap Ronny kepada Clara yang sedang duduk di depan cermin menyisir rambut panjangnya.


Selesai Ronny mandi, mereka pun langsung turun ke bawah dan menyantap sarapan paginya.


Clara mengambil beberapa potong roti dan buah sebagai sarapan paginya, sementara Ronny yang tidak terbiasa untuk sarapan pagi hanya mengambil segelas kopi.


"Makanlah sedikit sedikit Roti ini, aku tahu kau tidak terbiasa sarapan pagi. Tapi meminum kopi dengan perut kosong tidak baik untuk kesehatan mu." ucap Clara perhatian sambil memberikan sepotong rotinya kepada Ronny.


"Jangan memanggil ku seperti itu, aku tidak suka mendengarnya." Clara terlihat kesal mendegar Ronny memanggilnya sayang.


"Sudah tidak usah terus mengomel lagi.


Cepat habiskan sarapan mu. Setelah ini kita akan pergi mengunjungi makam ibu mu." perintah Ronny.


Tidak lama kemudian, mereka yang sudah menyelesaikan sarapan paginya pun segera berangkat menuju makam ibu Clara.


Disana mereka berdoa dan membersihkan sedikit makam ibu Clara dari rumput-rumput liar yang tumbuh di atas makam.


Setelah selesai berziarah mereka pun kembali ke dalam mobil Ronny.


"Sekarang kau mau kemana Ra? Aku akan mengantar mu kemana pun kau ingin pergi" tawar ronny.


"Kalau boleh, aku ingin kerumah ibu ku dulu."pinta Clara


"Baiklah, kita akan ke sana" Ronny pun menghidupkan mobilnya dan segera berangkat menuju rumah ibu Clara.


Sesampainya di sana, rumah ibu Clara tampak sepi. Tidak tampak istri kak Radit berjualan disana. Biasanya istri sepupunya tersebut selalu berjualan di warung bekas peninggalan ibunya itu.


"Kak radit, mbak nisa" ucap Clara sambil mengetuk pintu rumahnya.


"Kak Radit sepupu mu tinggal di sini Ra?" tanya Ronny yang tidak tahu kalau rumah itu di tempati oleh sepupu Clara. Selama ini dia berpikir kalau rumah itu kosong dan tidak ada yang menempati setelah ibu Clara meninggal.


"Ya, kak Radit tinggal di sini bersama istrinya setelah mereka menikah." ujar Clara menjelaskan.


"Clara...


Kamu Clara kan, anak nya bu Ayu." terdengar suara seorang wanita memanggil.


"Iya bu, saya Clara.


Bu Yanti apa kabar? Sapa Clara saat melihat wanita yang memanggilnya tadi ternyata adalah tetangganya dulu saat masih tinggal di rumah ibunya.


"Baik Clara.


kamu sendiri apa kabar?"


"Baik juga bu." jawab Clara.


"Sudah lama sekali ya kamu tidak pernah kembali ke sini."


"Iya bu, terakhir ke sini saat ibu saya meninggal bu." Sebenarnya setiap tahun Clara selalu datang ke Bandung untuk berziarah, tetapi dia tidak pernah kembali ke rumah ibunya karena harus segera balik ke Jakarta untuk bekerja.


"Kamu ke sini mau mencari Radit ya." tanya bu Yanti.


"Iya bu, saya mau cari kak Radit.


Tapi sepertinya mereka kok tidak ada di rumah ya bu." tanya Clara.


"Semalam si Radit kecelakaan Ra.


Jadi mereka semua ada di rumah sakit sekarang." ujar bu Yanti.


"Kecelakaan...


Jadi keadaan kak Radit sekarang bagaimana bu? tanya Clara yang terkejut dengan apa yang sudah di dengarnya.


"Ibu gak tahu juga ra.


Soalnya istrinya dari semalam belum balik juga dari rumah sakit. Kalau kamu mau tahu, kamu ke rumah sakit xxx saja untuk melihat keadaannya" ujar bu Yanti.


"Baik bu, terima kasih.


Kalau begitu saya pamit mau ke rumah sakit dulu ya Bu." pamit Clara yang bergegas pergi ke rumah sakit bersama Ronny.