Divorce

Divorce
01



"Hari ini semua nya telah selesai, jangan pernah berpikir untuk bertemu atau pun menghubungi ku lagi. Kau tidak perlu memberikan tunjangan perceraian pada ku, aku tidak mengharapkan apa pun dari mu. bahkan saat kita bertemu tanpa sengaja suatu hari nanti, anggap saja kita tidak pernah saling mengenal.


mengerti!!!"


Clara dengan emosi mengatakan itu semua tepat setelah perceraian nya dengan Ronny selesai diurus. Ronny hanya bisa diam dengan tatapan sedihnya.


Orang yang sangat di cintainya mememilih berpisah darinya. Lelah sudah Ronny membujuk dan memohon kepada Clara untuk tetap mempertahankan pernikahan mereka. Tapi Clara tetap pada pendiriannya untuk berpisah.


***


"Dimana dia sekarang? apakah dia baik-baik saja?" itu yang ada di dalam pikiran Clara saat ini. Lima tahun telah berlalu setelah perceraian nya dengan Ronny. Tetapi rasa cintanya pada mantan suaminya yang telah mengecewakannya itu pun. masih tersimpan di dalam lubuk hatinya.


"Hayo lagi lamunin apa ni..."


Dita yang baru pulang menyapa clara yang tidak sadar akan kedatangannya.


"kamu baru pulang ta." jawab Clara.


"Iya nih, tadi rian jemput aku di kantor jadi kita sekalian makan malam berdua di luar dan..."


Dita mengantung ucapannya untuk membuat Clara penasaran.


"Apa an sih, jangan bikin penasaran dong ta."


"Hmm.... Aku di lamar rian ra."


Dita berteriak dan tersenyum bahagia sambil memperlihatkan cincin indah yang melingkar di jari manisnya.


"Oh ya, selamat ya ta."ucap Clara.


Clara turut senang atas kebahagian sahabat nya itu. Akan tetapi, berarti dia juga harus segera mencari uang lebih untuk membayar biaya kontrak kan nya sendiri. Selama ini Clara hidup menumpang di kontrakan kecil yang disewa Dita sahabat nya.


Jika Dita menikah nanti tidak mungkin Clara tetap menumpang hidup pada dita. clara harus dapat membayar kontrakkan yang di tempatinya sendiri mulai sekarang.


Sementara gaji nya sebagai pelayan di restoran cepat saji dan menjual sedikit kue yang di titipkannya setiap hari di warung-warung kecil, hanya cukup untuk memenuhi biaya hidup sehari hari. Sebab Clara juga harus mencicil hutangnya kepada saudara sepupunya dan Dita sahabat nya yang telah banyak membantunya selama ini.


"Dari mana lagi aku harus mendapat kan uang untuk bisa membayar kontrakan ini sendiri nantinya. Tidak mungkin aku terus terusan. bergantung kepada Dita, apa lagi jika ia telah menikah nanti nya."


"Kalau begitu mulai besok sepertinya aku harus mulai mencari pekerjaan tambahan atau pekerjaan baru yang gajinya lebih tinggi dari pekerjaan ku sekarang ini."


"Kamu pasti bisa melalui kesulitan ini Clara.


semangat."


***


Beberapa minggu berlalu semenjak Clara di pusing kan dengan mencari pekerjaan baru atau pun pekerjaan tambahan. Dita yang tahu kesulitan yang akan dihadapi Clara jika ia menikah dengan Rian nanti pun juga turut berusaha membantu Clara mencari pekerjaan. Tetapi sampai saat ini, Clara pun belum juga menemukan pekerjaan tambahan atau pekerjaan baru yang gajinya sesuai keinginannya.


Di lain tempat seorang pria tampan dan sukses pulang ke apartemen mewahnya dalam keadaan lelah setelah bekerja seharian.


Mendapati apartemennya kotor dan berdebu membuat rasa lelahnya semakin besar.


sebelum nya dia memang memakai jasa seorang pelayan yang setiap hari datang untuk membersihkan apartemen dan memasak untuknya.


Tetapi sebulan yang lalu pelayan nya tersebut telah berhenti bekerja.


Sehingga dia pun harus mencari pelayan baru untuk membersih kan apartementnya.


Baginya mendapatkan pelayan bukan lah hal yang sulit, gaji yang di tawarkannya untuk seorang pelayan juga cukup besar. Tetapi mendapatkan pelayan yang cocok dengannya lah menyulitkannya untuk mendapat seorang pelayan baru. Sudah beberapa kali dia mendapat kan seorang pelayan pengganti, tetapi tidak ada seorang pun yang sesuai dengan keinginannya.


Dia selalu saja ada saja mengeluh kan hasil kerja pelayan baru nya, mulai dari pekerjaan pelayan yang kurang bersih dan teliti sampai masakan yang di masaknya tidak sesuai dengan lidahnya.


Kali ini dia sudah benar benar tidak tahan melihat keadaan apartementnya yang kotor. dia pun segera mengambil ponsel di saku celananya untuk menelpon asisten pribadi nya Bima.


"Bima apa pelayan untuk mengurus apartemen ku belum kamu dapatkan. Aku sudah tidak tahan dengan apartemen yang kacau ini. Segera kamu temukan seseorang untuk mengurus ini semua." perintahnya.


"Baik pak, akan saya usahakan secepatnya menemukan pelayan yang sesuai bapak inginkan."


Dia harus segera menemukan seseorang yang benar-benar cocok dan bisa mengatasi semua keinginan atasannya itu. Sudah lelah ia mencari pelayan untuk atasannya. karena semua pelayan yang didapatkannya


hanya bertahan beberapa hari dan ujung-ujungnya pelayan tersebut harus berhenti bekerja karena atasan nya yang terlalu pemilih tersebut, selalu saja tidak puas dengan hasil kerja mereka.


Bima pun menelepon Rian sahabatnya. Dia berharap sahabatnya itu dapat membantunya menemukan seseorang yang cocok untuk menjadi pelayan atasannya yang super bawel.


"Hallo...


Rian kamu sibuk ngak?"tanya Bima


"Kamu kenapa lagi Bim.


Pasti mau minta tolong."


"Ha ha ha...


Tau aja kamu yan kalau sahabat mu ini sedang butuh bantuan."


"Jadi mau minta tolong apaan ni bim."


"Kamu taukan kalau atasan ku itu super bawel banget."


"Iya tau, trus kenapa kalau bawel."


"Dia lagi butuh pelayan buat ngurus apartemen nya nih yan.


Tapi aku nya uda capek nyari in pelayan buat dia. Soal nya selalu aja gak sesuai ke inginan nya dan ujung ujung nya di pecat deh sama dia."ujar bima


"Ya udah cari aja lagi sana sampai sesuai keinginan atasan mu itu."


"Justru itu rian aku nelepon kamu.


bantu in dong cari in pelayan yang cocok buat atasan ku itu. Walau cuma sebagai pelayan tapi gajinya besar kok yan."


"Ooo ya...


sepertinya ada deh Bim seseorang yang cocok. dia juga sedang cari pekerjaan nih. Besok akan ku kabarin lagi ya bim kalau anak nya mau."


"Ok sip.


Tapi kalau bisa cari yang cantik ya yan.


mana tau bisa jadi jodoh ku.


Ha ha ha..."


"Dasar lu bim.


Cewek cantik mulu yang ada di otak lu.


Pantesan atasan lu komplain melulu sama pelayan yang lu cari buat dia."


"Ha ha ha.


Maklum la yan, nama nya teman lu ini juga jomblo. Bantuin kenapa biar cepat dapat jodoh."


"Ah, udah deh bim males aku ngomong sama lu lama-lama. Bagusan aku telepon dita sekarang."ujar Rian.


"Ya uda, teleponan aja sana sama calon binik lu.


Tapi ingat, jangan sampai lupa kabarin aku lagi soal pelayan yang lu bilang tadi."


"Iya, iya, gak bakalan lupa deh.


Udah dulu ya bye." Rian pun memutuskan sabungan teleponnya.