Divorce

Divorce
03



Hari ini seperti biasa, Clara selalu bangun jauh sebelum matahari terbit.


Dia sedang sibuk membuat kue-kue yang akan di titipkan nya di warung warung sekitar kontrakan yang sedang di tempatinya bersama Dita.


Setiap hari memang sudah rutinitas Clara, untuk membuat satu atau dua macam kue sebelum berangkat bekerja.


Tangannya dengan cekatan membuat dan mengulung kulit kulit dari kue dadar gulung yang sedang di buatnya pagi ini.


Untungnya semalam dia sudah selesai membuat inti kelapa dan beberapa cup puding yang juga akan dia titip kan ke warung nanti, sehingga pagi ini dia tidak terlalu sibuk sampai harus di kejar kejar waktu untuk menyelesaikan pekerjaannya membuat kue.


Dari dulu membuat kue dan memasak memang adalah hobby yang di sukai Clara.


Semenjak masih sekolah, Clara sudah mahir dalam hal memasak dan membuat kue.


semua kepintaran nya itu dulu dia dapat kan karena selalu membantu ibu nya yang membuka warung makan untuk mencari nafkah.


Jam sudah menunjukan pukul enam pagi. Semua pekerjaannya sudah selesai.


Clara tinggal membagi kan kue buatannya ke beberapa warung di sana.


Selesai membagi kan kue-kue nya, Clarapun beristirahat sejenak sebelum bersiap siap mandi dan berangkat bekerja.


Hari ini sedikit berbeda, clara terlihat lebih bersemangat dari biasanya.


Ya... itu di karena kan pekerjaan barunya itu.


Dia yakin dengan kegesitannya dan ke pintarannya dalam hal memasak, pasti mampu membuat nya mempertahankan pekerjaan baru nya ini. Shingga dia akan dapat terus bekerja dan mampu untuk menyewa kontrakannya sendiri serta segera melunasi hutang hutang nya selama ini.


***


Dengan menaiki angkutan umum Clara Akhirnya sampai juga di apartement tempatnya akan berkerja.


Setelah puas memandang sekeliling kawasan elit apartemen itu.


Clara pun berjalan masuk kedalam gedung apartemen, tidak lupa ia melaporkan maksud kedatangan nya pada pihak keamanan gedung. Setelah mendapat kan ijin Clara pun segera berjalan menuju lift.


saat pintu lift tertutup tangan nya bergerak menekan tombol lift menuju lantai empat puluh dua.


Lantai empat puluh dua adalah lantai tertinggi di apartement tersebut, dan juga merupakan unit apartement dengan harga yang paling mahal di sana.


Ting....


Clara keluar dari lift dan langsung membuka satu satu nya pintu apartement yang ada di lantai itu. Dengan mudah dia mengingat sandi pintu apartement itu karena semalam dengan sekali melihat, dia juga akan langsung ingat karena sandinya sama dengan tanggal lahir nya.


"wah... mewah sekali.


Coba aparement sebagus ini milik ku."ucap Clara kagum.


Begitu pintu dibuka tampak apartemen mewah dengan dua lantai yang membuat Clara takjub dan berandai andai kalau apartemen mewah itu miliknya.


"Dari mana aku harus mulai bekerja?" ucap Clara sedikit bingung.


"Sebaiknya aku harus berkeliling terlebih dahulu sebelum memutuskan harus mulai dari mana."


Kakinya melangkah menaiki tangga menuju lantai dua. Di lantai dua terdapat dua ruangan. Salah satunya adalah kamar tidur yang cukup luas dengan jedela kaca besar yang memperlihatkan pemandangan kota yang dapat dilihat dari dalam kamar itu. Di dalam kamar itu juga terdapat kamar mandi yang luas dan ruang khusus untuk pakaian di dalamnya. Tepat di sebelah kamar mewah tadi terdapat satu ruang lagi yang tampaknya digunakan sebagai ruangan untuk bekerja. Tampak sebuah meja kerja besar dengan sebuah komputer di atasnya, serta ada sebuah sofa panjang juga di ruangan tersebut.


Setelah puas melihat-lihat lantai atas Clara pun kembali turun ke lantai bawah. Di lantai bawah terdapat ruang tamu luas yang menyatu dengan ruang makan, dan dapur yang di desain menyatu dengan sebuah bar kecil. Semuanya terlihat sempurna dan mewah. Di lantai bawah itu juga terdapat satu lagi kamar tidur dan dilihat dari lemari pakaian yang tak berisi dan barang-barang dan pakaian, sepertinya kamar tersebut kosong dan tidak ada yang menempatinya. Selain kamar tidur di lantai bawah ada satu ruang yang luas lagi yang letaknya ada di balik dapur. Dari isi yang tampak di ruangan itu, bisa diketahui kalau ruangan itu digunakan untuk mencuci dan menjemur pakaian serta menyimpan peralatan bersih-bersih lainnya.


Setelah puas melihat-lihat dan juga setelah menemukan peralatan yang dapat digunakan nya untuk bekerja. Clara pun tidak lagi ingin menunda-nunda menyelesaikan pekerjaannya


"Sebaiknya aku mulai dari kamar di lantai atas saja baru setelah itu lantai bawah.


semangat Clara." ujarnya menyemangati dirinya sendiri


***


Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu.


Dan semua pekerjaan, juga dapat Clara selesai kan tanpa merasa kesulitan.


"Akhir nya selesai semua.


Capek banget lapar lagi, sudah jam berapa ya."


Sambil merogoh kantong celananya Clara mencari hpnya untuk melihat sudah jam berapa sekarang.


"Sudah hampir pukul tiga sore, pantesan lapar banget aku kan belum makan siang.


Makan mie instan yang ada di dapur aja deh. Setelah itu istirahat sebentar baru bersiap siap untuk memasak makan malam."ujarnya


Clara berjalan ke dapur mengambil dan memasak mie instan yang ada didapur. Selesai memasak dia membawa mie instan nya ke ruang tamu dan duduk di sofa sambil menonton tv menghilangkan rasa lelah nya sejenak.


Selesai makan dan beristirahat Clara kembali kedapur dan bersiap-siap untuk memasak makan malam.


"Apa yang akan ku masak ya?


Aku juga belum tau ini orang suka nya apa. Lagian sayur sayur yang ada di kulkas tadi sudah pada rusak dan ku buang. Jadi sekarang yang ter sisa di kulkas juga cuma ada beberapa butir telur dan sosis.


Hmm kalau begini sepertinya cuma bisa masak nasi goreng saja. "


Selagi menunggu nasi yang baru dimasaknya matang Clara memotong sosis dan mencari beberapa bumbu dapur yang dapat di guna kan untuk membuat nasi goreng seadanya.


"Semoga yang makan nanti suka."harap Clara


Sambil menatap nasi goreng yang terletak dan di tata di atas meja makan. Clara pun menutup nasi goreng buatannya dengan tudung saji kecil. Dan dia pun bersiap-siap untuk pulang, jam juga sudah hampir menunjukan pukul enam sore sekarang.


Walau cukup kelelahan, sebelum pulang Clara masih menyempatkan dirinya untuk singgah ke toko kue untuk membeli beberapa bahan yang akan di gunakanya untuk membuat kue yang akan dititip ke warung besok.