
Di kantor Ronny sedang berbincang-bincang dengan silvia yang baru saja datang sesuai permintaannya.
Tidak lama mereka berbincang, Clara pun datang.
"Ini Pak makan siang yang Bapak minta."ujar Clara sambil menunjukan dua bekal makan siang yang di bawanya kepada Ronny."
"Taruh saja di sana Clara." tunjuk Ronny ke meja kecil yang ada di dekat Sofa ruangan itu.
"Kalau begitu kita makan sekarang Silvia, bukankah tadi kamu bilang kalau kamu sudah sangat lapar." ujar Ronny yang kemudian bangkit dan menarik tangan Silvia mengajaknya duduk di sofa untuk makan siang bersama.
"Kalau tidak ada hal yang di perlukan lagi saya permisi balik ke apartement Pak." ujar Clara dengan menahan rasa sakit melihat kedekatan Ronny dan Silvia.
"Baiklah kau boleh pergi sekarang." ujar Ronny.
Clara pun kemudian berbalik dan secepatnya keluar dari ruangan itu meninggalkan Ronny dan Silvia yang akan makan siang bersama.
"Kenapa sikap Clara terlihat biasa saja tadi. Bukankah seharusnya dia cemburu melihat ku dekat dengan mu Silvia? tanya Ronny.
"Dia cemburu Ronny, tapi dia berusaha menyembunyikan rasa cemburunya dari mu."
"Benarkah?" tanya Ronny tak percaya.
" Percayalah, aku bisa melihat rasa cemburu itu di matanya. Sekarang ayo kita makan, aku sudah tidak sabar ingin mencicipi masakan wanita yang kau sukai." ujar Silvia bersemangat.
Lalu mereka pun mulai membuka kotak bekalnya masing-masing.
"Apa ini?" ujar Ronny terkejut melihat isi bekalnya.
"Ha ha ha..., ternyata dia tahu betul apa selera mu Ronny." Silvia pun tertawa terbahak-bahak saat melihat isi bekal makan siang Ronny adalah semua makanan yang paling Ronny benci.
Di kotak bekalnya ada.
Sambel jengkol.
(Ronny paling tidak suka sama yang namanya jengkol karena baunya yang Khas.)
Tumis sayur pare.
(Ronny tidak suka sayur pare karena rasanya yang pahit.)
Terakhir ada Sup lobak putih.
(Ronny juga tidak menyukainya karena ada bau yang khas pada sayur itu.)
"Seharusnya dia tau kalau aku tidak suka semua sayuran ini. kenapa dia memasaknya juga untuk ku." omel Ronny yang kesal pada Clara.
"Harusnya kau senang Ronny. Bukankah kau bilang ingin melihatnya cemburu. Ha ha ha... "
ujar Silvia yang tidak bisa berhenti tertawa melihat expresi Ronny.
"Berhentilah tertawa Silvia. Apa hubungannya semua sayur ini dengan rasa cemburu Clara?" tanya Ronny dengan wajah yang tampak tak suka melihat Silvia mentertawakan nya.
"Baiklah, baiklah, aku tidak akan tertawa lagi." ujar silvia sambil berusaha menghentikan tawanya.
"Begini Ronny, wanita mana yang tidak marah dan kesal jika harus memasak untuk wanita lain yang ia pikir kekasih dari pria yang ia cintai. Jadi artinya saat ini Clara cemburu melihat mu akan makan siangbersama ku, dan dia memasak semua sayur yang tidak kau sukai agar kau tidak dapat menikmati makan siang kita Ronny. Apa kau belum mengerti juga?" Terang Silvia.
"Baiklah kalau begitu, untuk makan siang kita hari, aku akan menyuruh Bima memesankan makanan yang enak untuk kita." ujar Ronny yang kemudian pun menghubungi Bima.
Tidak lama kemudian Bima pun datang dengan dua bungkus makanan.
"Ini Pak pesanan Bapak." Bima pun memberikan makanan yang ia pesan tadi kepada Ronny.
"Terima kasih, bisa tolong bereskan itu Bim." ujar Ronny sambil menunjuk bekal makan siang buatan Clara yang ada di meja.
"Baik Pak." Bima kemudian pun segera membereskan bekal-bekal makan siang itu.
"Ini harus dibuang Pak?" tanya Bima.
"Terserah, kalau kau mau, kau boleh mengambilnya Bima. makanan itu belum kami sentuh karena kami tidak suka dengan lauknya."
"Baik Pak, kalau begitu saya permisi dulu." Bima pun keluar dengan tersenyum bahagia.
"Asik dapat makanan gratis, mana menunya enak lagi." Batin Bima karena dia memang menyukai jengkol dan tidak pemilih dalam hal makanan.
Setelah selesai makan Ronny dan Silvia pun bersama-sama keluar dari ruangan Ronny.
"Kamu kenapa Bim?" tanya Ronny saat melihat Bima yang sedang bermandikan keringat dan wajah yang merah padam.
"Gak kenapa-kenapa Pak, cuma kepedasan karena habis makan bekal yang Bapak kasi tadi." jawab Bima.
"Oo... kirain kenapa, pergi minum yang banyak sana." ujar Ronny sambil menahan tawanya dan pergi dari situ.
"Kasian juga si Bima, tapi untung lah bukan aku yang makan bekalnya tadi, sepertinya Clara benar-benar cemburu sampai ingin membunuh ku dengan masakannya." batin Ronny.
***
Di apartement, Clara yang masih merasa sakit hati karena melihat kedekatan Ronny dan Silvia pun menumpah kan rasa sakitnya dengan mengurung diri di kamar dan menangis sepuasnya.
Setelah puas menangis akhirnya Clara pun tertidur karena kelelahan. Dan saat ia terbangun karena merasa lapar, waktu pun sudah menunjukan pukul tujuh malam.
Clara pun segera keluar dari kamarnya setelah menyempatkan dirinya untuk mandi dan membersihkan tubuhnya yang terasa lengket ketika bangun tadi.
"Ronny belum pulang juga." ujar Clara saat keluar dari kamarnya dan mendapati keadaan apartement yang tampak gelap gulita karena tidak ada yang menyalakan lampu untuk meneranginya.
"Apa seperti semalam, hari ini dia juga bersama wanita itu lagi ya." pikir Clara.
"Ah..., aku tidak peduli mau bersama siapa pun dia itu bukan urusan ku. Sebaiknya aku sekarang makan saja, kesehatan bayi ku jauh lebih penting darinya." ujar Clara dengan penuh emosi dan kemudian pergi ke dapur untuk memanaskan lauk yang dia sisakan nya tadi siang.
(Lauk yang Clara panaskan saat ini tentu berbeda dengan lauk yang Clara siapkan untuk Ronny tadi siang ya. Lauk yang dia siapkan tadi siang itu memang di khususkan untuk Ronny dan Silvia saja.)
Selesai memanaskan lauknya Clara pun mulai memakan makanan nya. Tapi baru beberapa suap makanan yang masuk kemulutnya, Clara pun menghentikan kegiatan makannya, karena hati Clara saat ini benar-benar tidak bisa berhenti memikirkan Ronny yang tidak kunjung pulang.
"Ah, tidak peduli apa yang akan Ronny pikirkan nanti. Yang penting sekarang aku harus tahu apa yang sedang dia lakukan sekarang."
Clara pun segera mengambil ponselnya dan menghubungi Ronny. Tetapi bukan jawaban dari Ronny yang Clara terima, melainkan ia harus semakin cemas karena operator lah yang menjawab teleponnya dan memberi tahunya kalau no Ronny saat ini sedang tidak aktif.
"Sebenarnya di mana kamu berada Ronny? Kenapa telepon mu saat ini tidak aktif? Apa kau sengaja melakukan nya karena tidak ingin ada yang mengganggu mu?" pikir Clara.
"Ya, tuhan kenapa aku harus kembali mengalami hal yang seperti ini lagi." ujar Clara yang teringat saat-saat ia sedang sakit dia dan tidak bisa menghubungi Ronny di masa lalu.