
Pagi harinya Clara yang baru saja terbangun pun kembali merasa mual. Dia pun segera berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya yang kosong.
Puas mencoba mengeluarkan isi perutnya Clara yang lemas dan tampak pucat pun kembali ke tempat tidur dan berbaring.
Tidak lama kemudian Ronny pun masuk dengan membawa sepiring nasi yang diatasnya terdapat sebutir telur dadar dan semangkuk sup ayam yang sengaja di masaknya untuk Clara.
"Kau sudah bagun Ra. Bagaimana keadaan mu apa sudah lebih baik." tanya ronny khawatir.
"Kepala ku masih pusing" Jawab Clara lemas.
"Kalau begitu aku panggilkan dokter saja ya."
"Tidak usah Ron.
Aku akan minum obat saja nanti juga pasti akan baik kan.
"Baiklah, kalau begitu sekarang makanlah terlebih dahulu" perintah Ronny sambil mengambil napan berisi makanan yang tadi diletakkan nya di meja yang berada di samping tempat tidur Clara.
"Mau ku suapi." tawar Ronny.
"Hmm... " jawab Clara yang merasa lemas.
Suapan pertama, kedua dan ketiga berhasil masuk kedalam mulut Clara tanpa masalah.
Tetapi begitu suapan keempat masuk kemulutnya Clara kembali merasa mual.
"Huek..." Clara pun menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan berusaha menahan rasa mualnya agar tidak keluar.
"Kau tidak apa-apa Ra?." tanya Ronny sambil memijit leher bagian belakang Clara.
Clara yang sedang berusaha menahan rasa mualnya pun hanya dapat mengeleng pelan kepalanya.
"Sebaiknya kita kedokter saja ya Ra. Aku tidak tahan melihat mu sakit seperti ini."
"Tidak usah Ron aku cuma masuk angin dan kelelahan, lagian aku juga tidak demam.Nanti aku minum obat dan istirahat saja sudah cukup" ujar Clara.
"Ya benar kau tidak demam."ucap Ronny setelah memeriksa suhu tubuh Clara dengan tangannya.
"Kau masih mau lanjut makan Ra?" tanya Ronny.
"Tidak, sepertinya aku tidak sanggup makan lagi."
"Baiklah kalau begitu sebaiknya kamu minum saja sup ini biar ada tenaga sedikit." perintah Ronny.
Clara pun menurut dan meminum sup yang di bawa Ronny sampai habis.
"Kamu tunggu sebentar ya, aku akan membawa ini ke dapur dulu setelah itu aku akan kembali membawakan obat untuk mu." ucap Ronny.
"Hmm..., baiklah."
Ronny pun pergi ke dapur dan kemudian kembali ke kamar Clara dengan membawa obat dan segelas air hangat.
"Minumlah." Ujar Ronny memberikan Clara obat maag karena berpikir Clara merasa mual dan pusing diakibatkan asam lambungnya naik sebab telat makan semalam.
"Kau tidak pergi bekerja?"Tanya Clara setelah meminum obat yang Ronny berikan.
"Tidak, aku akan bekerja dari rumah saja. Sekarang kau istirahatlah lagi."
Ronny pun kemudian keluar dari kamar Clara dan pergi keruang kerjanya untuk mengambil laptopnya dan kembali lagi ke kamar Clara untuk bekerja disana sambil menemani Clara.
"Tidurlah, aku akan tetap disini menemani mu." ujar Ronny yang melihat Clara masih membuka matanya. Lalu Ronny pun duduk di sofa kecil yang berada di kamar Clara dan membuka laptopnya untuk mulai bekerja.
"Kau tidak marah lagi pada ku" tanya Clara yang tidak kunjung tertidur.
"Kapan aku marah pada mu."jawab Ronny yang menghentikan pekerjaannya sejenak dan menatap Clara yang sedang berbaring di tempat tidur
"Sudah seminggu ini kau bersikap dingin pada ku kalau bukan karena marah pada ku lalu karena apa."tanya Clara.
"Selama satu minggu ini sudah kau selalu berbicara ketus dengan ku, kau juga selalu menolak ku membuatkan kopi. Lalu kau juga selalu pulang malam belakangan ini dan tidak menyentuh makan malam yang ku buat untuk mu. Kalau bukan karena marah pada ku lalu karena apa?"tanya Clara yang membuat Ronny tidak bisa berkutik kali ini.
"Ha ha ha...
I itu karena.... karena... " Ronny pun merasa bingung bagai mana ia harus menjawab Clara.
"Karena apa Ronny?" Tanya Clara lagi.
"Karena... "
"huek..." Ronny pun selamat dari pertanyaan Clara karena Clara merasakan perutnya tiba-tiba merasa mual kembali.
"Kau kenapa Clara, apa perut mu merasa tidak enak kembali." tanya Ronny khawatir kepada Clara.
"Huek... Huek..." Clara pun tidak menjawab pertanyaan Ronny, ia berlari ke toilet dan menumpahkan semua makanan yang telah ia makan tadi karena tidak dapat menahan lagi gejolak yang ada di perutnya.
Huek... Huekk.. Ronny pu menyusul Clara ke toilet, dan tanpa merasa jijik Ronny pun ikut berjongkok di samping Clara dan memijit leher bagian belakang Clara agar Clara merasa lebih baik.
"Sudah?" tanya Ronny saat melihat tidak ada lagi yang keluar dari perut Clara.
"Ya sudah." jawab Clara yang kemudian bangkit dan kembali ke kamarnya dengan dipapah oleh Ronny.
"Kau ingin makan sesuatu Clara."tanya ronny setelah Clara kembali berbaring di tempat tidurnya.
"Tidak, aku tidak ingin makan apa pun. Aku hanya ingin istirahat." jawab Clara yang tampak lemah dan pucat setelah muntah tadi.
"Kalau begitu ku ambilkan susu hangat saja ya untuk menganjal perut mu yang kosong."
"Hmm... baiklah."
Ronny pun keluar dan kembali dengan membawa segelas susu hangat untuk Clara.
"Ini minum lah." ujar Ronny.
Clara pun menghabiskan segelas susu yang Ronny berikan dan kemudian tertidur karena merasa sangat lelah sudah memutahkan isi perutnya. Sedangkan Ronny, ia pun kembali duduk di sofa dan bekerja.
Beberapa saat kemudian. Clara pun terbagun dari tidurnya.
"Kemana dia?" tanya Clara pada dirinya sendiri setelah melihat sofa yang diduduki ronny kini kosong dan hanya menyisakan laptopnya yang masih tergeletak di atas meja.
"Sudahlah,mungkin dia kembali ke kamarnya untuk beristirahat."pikir Clara.
Clara yang kini merasa tubuhnya sudah jauh lebih baik pun keluar dari kamarnya dan mendapati keadaan dapur cukup berantakan.
"Ia pasti sangat sibuk sampai tidak sempat membereskan ini setelah membuatkan ku sarapan tadi pagi." ujar Clara yang kemudian mengambil sabun untuk mencuci semua piring kotor yang menumpuk.
"Selesai membersihkan piring kotor itu Clara pun melanjutkan pekerjaan lainnya karena merasa tubuhnya sudah jauh lebih baik."
Saat Clara tengah mengepel lantai tiba-tiba terdengar suara Ronny mengejutkan Clara.
"Clara apa yang kamu lakukan." Ronny yang baru saja turun dari atas pun berlari dan merampas alat pel yang sedang Clara pegang.
"Aku hanya ingin membersihkan ini sedikit Ronny." ujar Clara.
"Tapi kau sedang sakit Clara sebaiknya kau kembali kekamar dan beristirahatlah."perintah ronny khawatir.
"Aku sudah jauh lebih baik sekarang Ronny. Biarkan aku menyelesaikannya, ini juga tinggal sedikit lagi hampir selesai." Protes Clara.
"Tidak boleh Clara, kembali ke kamar sekarang juga, biar aku yang menyelesaikan ini." perintah Ronny dengan matanya menatap tajam Clara.
"Baiklah, aku aku akan kembali ke kamar ku"ujar Clara yang kemudian kembali ke kamarnya.
"Dasar keras kepala, baru juga di tinggal pergi telepon sebentar sudah bandel lagi." ujar Ronny sambil mengelengkan kepalanya melihat Clara berjalan kembali ke kamarnya.