
Pagi ini, setelah bangun dari tidurnya Clara merasa kondisi tubuhnya jauh lebih baik. Meski pun saat ini ia masih merasa mual dan pusing tetapi tidaklah separah beberapa hari sebelumnya, semua ini pun berkat obat yang diresepkan dokter untuknya semalam.
"Apa yang harus ku lakukan sekarang ya? pikir Clara yang masih merebahkan tubuhnya di tempat tidur setelah ia bangun.
"Apa aku harus memberitahunya kalau saat ini aku sedang hamil. Tapi bagaimana cara aku memberitahunya sementara saat ini aku benar-benar tidak berniat kembali padanya." pikir Clara yang pusing memikirkan kondisinya saat ini.
"Ah sudahlah, sebaiknya aku tidak memberi tahunya dulu masalah kehamilan ku ini sebelum aku yakin dengan keputusan ku." pikir Clara yang kemudian bangun dan melakukan rutinitasnya seperti biasa.
***
"Sudah bangun Ra? bagaimana kondisi mu?" tanya Ronny saat melihat Clara keluar dari kamarnya.
"Aku baik-baik aja kok Ron," jawab Clara sambil berjalan kedapur dan mengambil segelas air putih untuk di minum.
Ronny yang melihat Clara berada didapurpun berjalan mendekati Clara dan merangkulnya dari belakang.
"Kamu jangan sakit ya Ra, kalau kamu sakit hati akan sangat cemas memikirkan mu." ucap ronny lembut.
Clara yang mendengarnya pun merasa tersentuh dengan perkataan Ronny, tetapi ia pun lebih memilih diam dan tak berkata apapun.
"Aku mencintai mu Ra, bahkan rasa cinta ku sekarang ini jauh lebih besar dari pada rasa cinta ku dulu pada mu." ujar Ronny yang kemudian melepaskan pelukannya dan membalikan Clara agar dapat melihat wajahnya.
"Lihat aku Ra..., apa kau tidak bisa melihat kalau aku benar-benar tulus dengan ucapan ku."
Clara yang mendengar semua perkataan Ronny pun hanya bisa menahan tangisnya. Entah kenapa hatinya merasa sakit mendegar pengakuan Ronny padanya.
"Kita kembali bersama lagi ya Ra, kita mulai lembaran baru. Aku berjanji Ra, kali ini aku pasti akan membahagiakan mu."
"Untuk saat ini aku benar-benar belum bisa Ron." jawab Clara.
"Tapi kenapa Ra? Apa kau tidak percaya dengan apa yang ku katakan. Aku akan membuktikan nya kalau kau memang tidak percaya pada ku." ujar Ronny yang berusaha meyakinkan Clara dengan apa yang ia ucap kan.
"Aku percaya Ron, aku percaya. Tapi aku yang benar-benar belum yakin dengan perasaan ku saat ini. Jadi ku mohon mengertilah Ron, beri aku sedikit waktu untuk memikirkan nya." jawab Clara yang sekarang sudah tidak dapat lagi menahan tangisnya.
"Baiklah kalau itu mau mu, aku akan menunggu mu sampai kau bisa menerima ku kembali Ra." ujar Ronny yang kemudian memeluk Clara dalam dekapannya.
***
Tiga hari kemudian.
Clara yang sedang yang sedang beristirahat dikamarnya setelah makan malam bersama Ronny tadi pun mendapat telepon Dari Dita.
"Hallo pengantin baru. Baru ingat nih sama aku." Clara pun mengoda Dita begitu ia mengangkat panggilan telepon sahabatnya itu.
"Maaf Ra, sebenarnya aku sudah mau hubungi kamu dari beberapa hari yang lalu. Tapi karena orang tua ku dan keluarga Rian masih disini jadi aku tidak sempat untuk menghubungi mu." jelas Dita.
Iya, iya aku ngerti kok.
"Ra..., apa benar yang Bima bilang kalau kamu pingsan di pernikahan ku karena sedang hamil?" tanya Dita dengan hati-hati.
"Iya Ta." jawab Clara ragu.
"Jangan-jangan anak yang kamu kandung ini anaknya Ronny, betul gak Ra?
"Iya ini anaknya Ronny Ta."
"Jadi kalian kembali bersama Ra, kok kamu gak pernah cerita ke aku."
"Bukan gitu Ta, aku dan Ronny tidak kembali bersama," jelas Clara.
"Jadi kalau kalian gak kembali bersama bagaimana ceritanya kamu bisa hamil anak dia Ra?"
"Oke, oke, kalau begitu minggu ini kita ketemuan aja gimana?"tanya Dita.
"Baiklah minggu sore ini aku akan kerumah kamu ya Ta." jawab Clara.
"Oke, aku tunggu ya Ra. Nanti kamu harus ceritain semuanya ke aku. Sekarang kamu istirahatlah ini udah malam kasian dedek bayinya perlu istirahat."
"Ya baiklah," kemudian Clara pun menutup sambungan teleponnya dan beristirahat.
Beberapa hari kemudian, hari minggu pun tiba sesuai janjinya Sore hari ini Clara pun pergi ke rumah Dita dengan diantar oleh Ronny yang ngotot ingin mengantarkan Clara setelah Clara meminta ijin kepadanya untuk keluar kerumah Dita.
"Nanti kalau mau pulang jangan lupa telepon ya Ra, nanti akan aku jemput." pesan Ronny sebelum pergi meninggalkan Clara di depan rumah Dita.
Clara pun kemudian masuk keperkarangan rumah sederhana itu dan mengetuk pintu rumah pintunya beberapa kali sampai Dita muncul dan membukakan pintu untuknya.
"Yuk masuk Ra" ujar Dita yang mempersilahkan Clara masuk dan kemudian mereka pun duduk diruang tamu rumah itu.
"Mau minum apa nih biar aku buatkan," tawar Dita.
"Gak usah Ta, aku gak haus kok." tolak Clara sambil melihat sekeliling karena ini pertama kalinya ia ke rumah yang di tempati Dita bersama Rian.
"Rumah mu nyaman juga ya Ta."
"Ya begitulah, tapi kan gak se nyaman apartement Ronny kan Ra."
"Ish... kamu ini, Riannya mana kok dari tadi gak kelihatan."tanya Clara.
"Rian sedang keluar bareng teman-temannya Ra, bentar lagi juga pulang." jawab Dita.
"Oya jadi gimana sekarang kehamilan kamu Ra?" tanya Dita yang memang bermaksud mengatur pertemuan ini untuk mendengar penjelasan Clara.
"Baik-baik aja ko Ta, hanya terkadang aku masih merasa pusing dan mual." jawab Clara.
"Trus apa tangapan Ronny terhadap kehamilan kamu ini Ra? Apa kalian akan kembali bersama?"
"Ronny belum tau kalau aku sekarang sedang mengandung anaknya Ta."
"Ha... belum tau. Kamu gak bermaksud menyembunyikan ini darinya kan Ra?" Dita pun terkejut mendengar apa yang Clara katakan.
"Aku gak bermaksud menyembunyikan nya Ta, tapi aku juga gak tau harus bagaimana memberitahukan nya, saat ini aku takut Ta.
"Takut apa Ra, takut dia gak mau bertanggung jawab sama kamu. Tenang aja deh, kalau dia gak mau bertanggung jawab biar nanti aku yang akan membantu mu menghadapinya."
"Bukan begitu Ta, walau pun tidak tahu aku sedang hamil anaknya pun, sekarang dia selalu meminta ku untuk kembali bersamanya Ta."
"Jadi sekarang apa yang kamu takutkan Ra?" tanya Dita penasaran.
"Aku takut Ta, kalau aku kembali bersamanya aku hanya akan kembali merasakan sakit hati yang pernah ku alami. Sampai sekarang pun aku belum bisa melupakan rasa sakit yang ku rasakan saat kehilangan Calon anak ku. Itu semua karena dia Ta, kalau saja saat itu dia lebih mememperhatikan ku dari pada pekerjaannya semuanya pasti akan baik-baik saja." ujar Clara sedih sambil mengingat masa lalunya.
"Lalu apa yang ingin kau lakukan sekarang? Apa kau ingin pergi dan bersembunyi tanpa memberi tahu dia kalau kau sedang mengandung anaknya."
"Tidak seperti itu juga Ta, tidak mungkin aku melakukan hal seperti itu"
"Kalau kamu tidak mau kembali bersamanya dan juga tidak ingin pergi darinya, sebenarnya kamu maunya bagai mana Ra."ujar Dita yang mulai sebal dengan tingkah sahabatnya itu.
"Entah lah Ta, untuk saat ini aku tidak bisa berpikir. Aku benar-benar Bingung Ta." ujar Clara sambil menangis meratapi nasibnya.
"Sebaiknya kau kau tenang dulu Ra, dan pikirkan baik-baik apa kau masih mencintainya. Kalau kau masih mencintainya terima ia kembali dan lupakan lah masa lalu. kalau kau seperti ini terus, itu hanya akan lebih menyakiti mu dan calon anak mu Ra." nasihat Dita yang membuat Clara akhirnya kembali memikirkan tindakannya.
"Sekarang pulanglah, dan pikirkan baik-baik tindakan yang harus kau lakukan. Ingat kau tidak sendirian sekarang, jangan sampai keputusan mu membuat mu menyesal di kemudian hari.