
Pintu apartement pun terbuka saat Clara baru saja turun dari atas untuk mengecek keberadaan Ronny.
"Kau baru pulang Ronny?" tanya Clara yang melihat Ronny baru saja berjalan masuk.
"Ya." jawab Ronny singkat.
Kenapa kamu pulang terlambat hari ini? tanya Clara.
"Bukan urusan mu Clara, kau tidak perlu ikut campur." jawab ronny ketus.
"Maaf aku tidak bermaksud begitu."
"Dan satu lagi, aku ingin istirahat kalau tidak ada yang penting jangan ganggu aku." Ronny pun langsung melangkah naik keatas setelah berpesan kepada Clara.
"Kau tidak makan malam dulu Ronny."tanya Clara yang menghentikan langkah Ronny.
"Tidak, aku sudah makan malam di luar tadi." Ronny pun langsung naik meninggalkan Clara yang merasa sedih dengan ucapan Ronny.
"Kenapa dari semalam dia bersikap begitu terhadap ku? Apa aku telah membuatnya marah? tanya Clara pada dirinya sendiri.
"Ah sudahlah biarkan saja dia bersikap seperti itu paling besok dia akan seperti biasanya lagi." pikir Clara.
***
Besok paginya, Ronny pun yang sudah tampak rapi pun siap untuk pergi bekerja.
"Kau mau ku buatkan kopi Ronny."tanya Clara seperti biasanya.
"Tidak, aku akan minum di kantor saja nanti." jawab Ronny yang masih saja bersikap ketus terhadap Clara.
"Kau sedang marah pada ku." tanya Clara yang sudah mulai tidak tahan dengan sikap Ronny.
"Tidak, untuk apa aku marah dengan mu."jawab Ronny
"Lalu kenapa dari kemarin kau bersikap seperti ini kepada ku?"
"Memangnya aku bersikap bagaimana."
"Dari kemarin kau tidak menghiraukan ku dan selalu saja berbicara ketus dengan ku." jelas Clara.
"Aku sudah biasa berbicara seperti itu dengan karyawan ku Clara. Memangnya aku harus memperlakukan mu bagaimana? Bukankah bagi mu kita hanya sebatas atasan dan bawahan jadi tidak ada yang salahkan dengan sikap ku." ujar Ronny yang membuat Clara hanya bisa diam tanpa berkata apa pun.
"Kalau begitu aku berangkat ke kantor sekarang. Dan nanti siang jangan lupa mengantar makan siang ku." ujar Ronny sambil berlalu pergi.
"Kenapa hati ku merasa sakit saat dia berkata seperti itu. Bukankah tidak ada yang salah dengan ucapannya. Saat ini hubungan kami memang hanya sekedar atasan dan bawahan sajakan."ujar Clara.
Sudahlah Clara mungkin memang lebih baik seperti ini.Diamlah Clara berhenti menangis."perintahnya kepada dirinya sendiri.
"Hwa..." tangis Clara yang semakin menjadi jadi.
"Kenapa air mata ini terus saja mengalir. Berhentilah menangis Clara.Berhentilah merasa sakit. ujar Clara yang berusaha menguatkan dirinya. Dan akhirnya setelah puas menangis ia pun merasa lebih baik dan dapat melanjutkan pekerjaan nya.
Satu minggu pun berlalu. Sampai saat ini Ronny masih saja bersikap ketus kepada Clara. Sebenarnya Ronny tahu Clara tampak sedih semenjak dia berbuat seperti itu. Tapi ia berusaha menahan dirinya agar Clara bisa menyadari sebenarnya betapa berartinya dirinya bagi Clara.
Hari ini Clara ada janji bertemu Dita. Mereka berdua bersama Rian dan Bima akan pergi untuk mencoba pakaian pengantin dan pengiring pengantin yang akan di gunakan tiga hari kedepan saat pernikahan Dita dan Rian.
Pagi harinya sebelum bertemu Dita Clara pun bermaksud untuk minta ijin Ronny untuk pergi bersama Dita siang ini.
"Ronny." panggil Clara saat melihat Ronny hendak pergi bekerja.
"Siang ini aku ada janji dengan Dita. Bolehkah aku ijin siang ini? Aku akan menyelesaikan pekerjaan ku sebelum keluar nanti." pinta Clara.
"Ya baiklah. ujar Ronny sambil berlalu pergi.
Senang dengan jawaban Ronny, Clara pun bergegas untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Di kantor Ronny yang baru tiba pun seperti biasanya menerima laporan pagi terlebih dahulu dari Winda dan Bima. Selesai melaporkan tugasnya Bima pun tidak langsung keluar dari ruangan Ronny.
"Maaf pak, siang ini bolehkah saya ijin pulang lebih awal." tanya bima.
"Ada apa Bima tidak biasanya kau minta ijin seperti ini."
"Saya ada janji dengan teman pak. Dia akan menikah hari sabtu ini dan saya di minta untuk menjadi pengiring pengantinnya. Jadi nanti siang kami bermaksud untuk mencoba pakaian pengiring pengantin yang sudah di pesan beberapa waktu lalu untuk di lihat apakah sudah sesuai atau tidak." jelas Bima.
Mendengar penjelasan Bima, Ronny pun teringat dengan Clara yang minta ijin juga untuk siang ini.
"Apa kau akan menjadi pengiring pengantin bersama Clara nanti Bim?"tanya Ronny.
"I...iya pak.
Tapi tenang saja Pak, saya dan Clara tidak ada hubungan apa-apa. Kami hanya berteman Pak dan kebetulan teman kami berdua akan menikah dan meminta kami untuk menjadi pengiring pengantinnya pak." jawab Bima yang takut kalau Ronny akan salah paham.
"Baiklah, kamu ku ijinkan untuk pulang lebih cepat hari ini." ujar Ronny.
"Terima kasih Pak, Kalau begitu saya permisi untuk melanjutkan pekerjaan saya." kemudian bima pun keluar dari ruangan Ronny.
"Ternyata mereka akan keluar bersama, tapi biarlah sepertinya Bima juga tahu kalau Clara adalah milik ku dan sudah tidak berani mendekatinya lagi."ujar Ronny yang sudah tidak terlalu mengkhawatirkan hubungan Clara dan Bima lagi.
Siang harinya tepat pukul dua siang Clara yang di jemput oleh Bima pun pergi menemui Dita dan Rian di tempat mereka akan melakukan fitting baju untuk pernikahan Dita dan Rian.
Setibanya di tempat fitting mereka pun langsung melakukan fitting baju.
Yang pertama kali mencoba tentu saja sang calon pengantin Dita dan Rian sementara Clara dan Bima pun hanya bisa menunggu sambil membantu mereka untuk mengambil foto dengan baju pengantin yang sedang di coba.
"Bagus gak Ra?" tanya Dita yang ingin tahu pendapat Clara mengenai baju yang sedang ia pakaian dan pesan beberapa waktu yang lalu.
"Bagus kok Ta, cuma kayaknya di bagian pinggang ini perlu di kecilkan sedikit lagi." jawab Clara.
"iya aku juga ngerasa kalau bagian pinggangnya masih sedikit kebesaran. Ya uda deh tar aku suruh Mbak nya kecilin lagi. Sekarang fotoin dulu dong ra" perintah Dita sampai akhirnya giliran Bima dan Rian mereka pun melakukan hal yang sama.
Ternyata fitting baju yang terkesan mudah pun memakan waktu yang cukup lama. Tidak terasa saat mereka selesai melakukan fitting baju langit pun sudah hampir gelap.
Karena merasa lelah dan lapar mereka pun metuskan untuk pergi makan malam terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah masing-masing.
"Kalian mau makan di mana nih, Biar hari ini kami yang akan mentraktir kalian." tanya Dita.
"Apa aja deh terserah kamu ta, udah lapar banget nih."jawab Clara.
"Iya apa aja yang penting enak ya." timpal Bima.
"Ya udah deh, kalau begitu kita makan seafood yang ada di pinggir jalan ini aja gimana?" tanya Dita lagi.
"Oke sip gak masalah." jawab Bima.
Kemudian mereka pun akhirnya berangkat ke warung seafood yang di maksud dengan kendaraan masing-masing. Clara ikut mobil Bima dan Dita tentu saja ikut dengan Calon suaminya Rian.