
Sepulangnya dari bertemu Dita, sepanjang malam Clara pun selalu memikirkan apa yang Dita katakan tadi saat mereka bertemu.
"Dita benar, aku tidak boleh egois dan hanya memikirkan diri ku sendiri saja sekarang. Ada anak yang harus ku lindungi sekarang," batin Clara.
"Ya, aku harus melupakan masa lalu yang menyakitkan dan menata kembali masa depan kami. Lagian aku juga masih mencintainya tidak ada salahnya aku mencoba." ujar Clara yakin.
" Baiklah kalau begitu besok aku akan memberitahunya kalau aku ingin memulai kembali lembaran baru bersama dengannya. Sebaiknya sekarang aku beristirahat saja dulu" Akhirnya Clara pun tertidur dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.
***
Paginya Clara pun bangun seperti biasanya dan melalukan aktifitasnya.
"Ini kopi mu Ronny." ucap Clara sambil memberikan segelas kopi kepada Ronny.
"Terima kasih"
"Apa hari ini kau sibuk di kantor tanya Clara." tanya Clara
"Sepertinya tidak terlalu sibuk hanya ada beberapa dokumen yang harus ku periksa." jawab Ronny.
Clara pun tersenyum senang mendengarnya, berarti rencananya siang ini untuk menemui di kantor Ronny pun tidak akan ada hambatan.
"memangnya ada apa Ra, tidak biasanya kau bertanya seperti itu." ujar Ronny yang heran karena tidak biasanya Clara bertanya seperti itu.
"Tidak ada apa-apa, aku hanya sekedar bertanya saja. Sebaiknya sekarang kau segera pergi kalau tidak nanti kau akan terlambat ke kantor." ujar Clara yang lalu mengambil tas kerja Ronny dan mendorongnya segera pergi.
"Apa salahnya kalau aku terlambat, itu kan perusahaan ku Clara." ujar Ronny yang terkejut karena Clara tiba-tiba saja mendorongnya.
"Walau pun itu perusahaan mu bukankah kau harus memberi contoh yang baik untuk karyawan mu, jadi sekarang pergilah." Clara pun langsung menutup pintu apartement dan menguncinya begitu ia berhasil mendorong Ronny keluar dari apartement.
"Ada apa dengannya? kenapa tiba-tiba mengatur ku seperti itu. Apa dia lupa kalau dia itu juga bekerja dengan ku." ujar Ronny heran sambil menatap pintu apartement yang sudah tertutup. Akhirnya dengan terpaksa ia pun pergi ke kantor juga.
Sementara di apartement, setelah Ronny pergi Clara pun segera menyibukkan dirinya di dapur dengan menyiapkan semua makanan kesukaan Ronny.
Sambil tersenyum bahagia Clara memasak sambil membayangkan rencananya untuk memberi tahu Ronny tentang kehamilannya. Saat ini rasa ia sudah tidak sabar untuk melihat expresi bahagia Ronny saat mendengar kalau ia akan segera menjadi seorang ayah.
Selesai memasak Clara pun menata masakannya kedalam kotak makan, dan berbeda dari biasanya kali ini ia juga membungkus kotak makan itu dengan sebuah kain berwana merah muda dengan motif bunga yang indah di atasnya.
Sebelum membungkus kotak itu dengan kain Clara tidak lupa menyelipkan foto hasil usgnya yang sudah dimasukkan ke dalam sebuah amplop berwarna merah muda juga tepat diatas kotak makan itu. Lalu barulah ia mengambil kain yang sudah ia siapkan dan membungkusnya dengan indah.
"Ronny pasti akan terkejut setelah membukanya. Rasanya aku sudah tidak sabar melihat wajahnya saat ini." ujar Clara sambil tersenyum bahagia memandangi kotak makan yang sudah ia siapkan.
"Sebaiknya ku segera bersiap-siap sekarang kalau tidak aku pasti akan melewatkan jam makan siangnya nanti."
Clara pun bergegas kembali kekamarnya. Selesai mandi ia pun memilih salah satu pakaian yang sudah Ronny belikan untuknya.
Pilihannya pun jatuh pada sebuah gaun berwarna merah muda selutut dengan motif bunga mawar pada bagian Roknya. Setelah selesai memakai gaunnya Clara pun segera memoleskan sedikit make up ke wajahnya.
"Emm sempurna, sebaiknya aku segera berangkat sekarang."ujar Clara sambil memandagi dirinya di depan cermin.
Setelah merapikan rambutnya yang di urai Clara pun menyambar flat shose berwarna senada dengan bajunya dan berangkat ke kantor Ronny dengan membawa bekal yang sudah ia siapkan.
***
"Pak Ronnynya ada Win." tanya Clara saat melihat hanya ada Winda seorang yang berada di situ.
"Ada di dalam," ujar Winda ketus sambil memperhatikan penampilan Clara yang tidak seperti biasanya.
Clara pun kemudian berjalan kearah ruangan Ronny tanpa menghiraukan tatapan tidak suka winda padanya.
"Dasar janda gatal gak tau diri, dandan seperti itu pasti mau godain Pak Ronny." ujar Winda sirik sambil memperhatikan Clara yang berjalan keruangan Ronny.
Tanpa mengetuk pintu Clara pun masuk keruangan Ronny. Ronny yang sedang tampak seriusmembaca dokumen yang ada di mejanya pun tidak menyadari kedatangan Clara yang masuk dengan melangkah pelan kearahnya. Clara sengaja melakukan semua ini karena ia ingin memberi Ronny kejutan dengan kedatangannya.
"Ehmm... " Clara pun sengaja berdehem setelah berdiri tepat di depan meja Ronny.
Ronny yang terkejut pun langsung mengalihkan pandangannya dari dokumen yang sedang di bacanya.
"Clara." ujar Ronny.
Setelah melihat penampilan Clara yang tidak seperti biasanya Ronny pun memundurkan kursinya dan mengamati Clara dengan seksama sejenak.
"Ada apa ini Ra, Kenapa hari ini kau cantik sekali?"tanya Ronny.
"Apa kau tidak suka dengan penampilan ku."
"Tentu saja suka, tapi sedikit terkejut karena kau diam-diam muncul di hadapan ku."
"Ada yang ingin ku bicarakan Ronny."
"Apa Clara? Aku harap ini berita baik karena kau sudah berdandan sangat cantik hari ini."
"Bukalah ini terlebih dahulu, setelah itu aku akan menjelaskan nya pada mu." Clara pun meletakan bekal yang dibuatnya di atas meja kerja Ronny.
"Apa ini Ra? Sepertinya ini bekal makan siang ku. Kenapa kau membungkusnya secantik ini?" tanya Ronny penasaran.
"Bukalah kau akan tahu nanti."
"Baik lah aku akan membukanya." Ronny pun hendak membuka bungkusan itu. Tetapi pintu ruangannya tiba-tiba terbuka dan masuklah seorang wanita cantik berpakaian modis yang langsung memeluk Ronny.
Sedangkan Clara yang melihatnya hanya bisa terdiam karena terkejut dengan apa yang dilihatnya.
"Silvia." ujar Ronny yang terkejut dengan kedatangan silvia yang tanpa memberi tahunya terlebih dahulu.
"Apa kabar Ronny? Apa kau merindukan ku?" tanya wanita itu sambil melepaskan pelukannya.
"Tentu saja aku merindukan mu. Tapi kenapa kau datang tiba-tiba tanpa memberi tahu ku terlebih dahulu."
"Aku ingin memberi kejutan Ronny, aku baru saja tiba di Indonesia dan langsung kesini untuk menemui mu." Jawab silvia yang kemudian baru menyadari keberadaan Clara yang sedang berdiri diam memperhatikan mereka.
"Siapa wanita cantik ini Ronny? Sepertinya aku belum pernah melihatnya." tanya Silvia.
"Saya pelayan yang mengurus apartement Pak Ronny Bu." ujar Clara sebelum Ronny yang menjawab pertanyaan Silvia.
Ronny yang mendengar Clara memperkenalkan dirinya sebagai pelayan pun hanya bisa diam karena mengira Clara tidak ingin orang lain tau tentang hubungan mereka sebenarnya.