
Bima yang penasaran dengan hubungan Ronny dan Clara pun menghubungi Rian sahabat nya untuk mencari tahu ada hubungan apa antara Ronny dan Clara.
"Hallo Rian.
Sedang sibuk gak? Kita makan siang bareng yuk." ajak Bima.
"Ada apa? Tumben tumbennya kamu mengajak ku makan siang."
"Ada yang ingin ku tanyakan, kita ketemu di tempat makan biasa ya. Aku tunggu kamu di sana, oke."
"Ya, baiklah." jawab rian yang menerima ajakan makan siang Bima.
Sementara itu di mobil yang di kendarai Ronny, Clara yang tidak mengerti dengan apa yang sedang ronny lakukan pun bertanya.
"Apa maksud semua ini.
Kenapa tiba tiba kau menarik ku seperti itu.
Apa yang akan Bima pikirkan tentang hubungan kita nantinya."
"Kau takut dia tahu tentang hubungan kita Clara? Atau kau takut dia berhenti mendekati mu?."
"Bukan itu maksud ku, aku hanya tidak ingin hubungan kita di salah artikan oleh orang lain.
Apa kau pikir status sebagai mantan istri mu itu sebagai sesuatu yang patut ku banggakan."
"Tentu saja, aku seorang pria yang tampan dan sukses. Asal kau tahu banyak wanita yang ingin bersama ku Clara, jadi kau harus bangga pernah menjadi istri ku."ujar ronny yang membanggakan dirinya sendiri.
"Cih...
Apa yang harus di banggakan, sebaliknya orang orang malah akan mengolok olok ku.
Asal kau tahu Ronny, status janda ku saja sudah cukup membuat orang orang berpikiran buruk tentang ku. Apa lagi kalau mereka tahu kalau aku adalah mantan istri mu, dengan status sebagai pelayan mu sekarang mereka pasti akan berpikir aku sengaja mendekati mu kembali karena kesuksesan mu itu." ucap Clara dengan berusaha menahan emosi nya.
"Emm, maafkan aku Clara.
Aku tidak pernah berpikir sampai sejauh itu.ujar ronny yang tampak menyesal.
Tetapi tenanglah Clara, kalau sampai ada orang yang berani menjelek jelek kan mu, dia harus berhadapan dengan ku terlebih dahulu.
Aku akan mencincang mereka satu persatu untuk mu. ujar ronny yang berusaha menghibur dan menyakin Clara yang tampak marah pada nya.
"Sudahlah, Aku sudah terbiasa dengan pandangan buruk orang orang terhadap ku.
Jadi kau tidak perlu melakukan apa pun untuk ku."
"tidak Clara, itu dulu saat aku tidak bersama mu. Sekarang berbeda, aku berjanji aku pasti akan melindungi mu Clara." Ronny yang tampak serius dengan perkataannya pun akhirnya dapat membuat hati Clara tersentuh padanya.
Tidak lama setelah pembicaraan mereka, akhirnya mereka pun sampai di restoran yang direkondasikan Bima kepada Ronny.
Setelah memesan makanan kepada pelayan restoran. tidak lama kemudian makanan yang mereka pesan datang.
"Makanlah yang banyak Clara.
Setelah ini perjalanan kita pasti akan menguras energi mu." perintah ronny.
"Perjalanan?
Memangnya kau mau membawa ku kemana?." tanya Clara.
"Kita akan ke Bandung Clara."
"Ke Bandung?
Buat apa kita kesana?" tanya Clara lagi.
"Besok kita akan ke makam ibu mu, sudah lama aku tidak ke sana. Aku ingin berziarah ke makam nya Clara." ujar ronny menjelaskan.
Akhirnya Clara pun berhenti bertanya, dia mengerti jika Ronny merindukan ibunya. walaupun mereka sekarang sudah bercerai, tetapi hubungan Ronny dan ibunya dulu sudah seperti seorang ibu dan anak kandungnya.
Tidak lama setelah menyelesaikan makan siangnya, Ronny dan Clara pun segera berangkat menuju ke bandung.
***
Di rumah makan padang langganannya Bima pun sedang menunggu Rian datang.
"Woi...
"Sialan lama amat lu datang, ke buru lewat nih jam makan siang ku." Omel Bima
"Maaf deh, soal nya tadi masih ada yang harus ku kerjakan di kantor." Rian pun menjelaskan keterlambatannya kepada bima.
"Trus lu mau tanya apa Bim sampai mengajak ku makan siang segala." tanya rian
"Kamu kenal sama mantan suaminya Clara gak?"
"Ha... kamu manggil aku ke sini cuma buat nanyain itu." Rian pun terkejut dengan pertanyaan yang di tanyakan Bima.
"Iya cuma mau tanyain itu, jadi kamu kenal gak sama dia?"
"Ya ngak mungkin kenal lah, Soalnya kan pas aku kenal Clara dia kan sudah bercerai dari suaminya."
"emm... gitu ya." ujar Bima yang tampak kecewa.
"Emang nya kenapa Bim" tanya Rian penasaran.
"Aku curiga deh kalau Clara itu mantan istri atasan ku yan."
"Yang bener lu bim, ngak mungkinlah Clara itu mantan istri atasan kamu."
"Serius yan, aku gak bohong.
soalnya tadi pagi atasan ku itu menyuruh ku untuk mencari restoran yang bagus agar dia dapat mengajak mantan istrinya itu makan siang. Dan kamu tahu gak. Pas siang tadi Clara ke kantor, atasan ku itu langsung menarik Clara keluar sambil berkata akan mengajak nya makan siang" Bima pun menjelaskan alasan ke curigaannya kepada Rian.
"Nama atasan mu itu siapa Bim?
Soalnya dulu Dita pernah bercerita tentang mantan suami Clara, kalau gak salah namanya Ronny."
"Gak salah ingat kamu yan, nama mantan suami Clara itu Ronny." tanya Bima memastikan.
"Iya gak salah, soal nya Dita sudah beberapa kali bercerita tentang mantan suami Clara pada ku." Jawab Rian yakin.
"Mati deh aku Yan.
Kalau sampai atasan ku tahu, kalau ternyata selama ini aku berusaha mendekati mantan istrinya, bisa bisa aku di pecat nih."ujar Bima Khawatir.
"Jadi benar kalau atasan mu itu mantan suaminya Clara Bim." tanya rian terkejut.
"Hmm begitulah yan" ujar Bima lesu.
"Tapi gak apa apalah kalau atasan mu itu tahu kamu mendekati Clara. Merekakan sudah lama bercerai Bim." ujar Rian yang mencoba menyemangati Bima.
"Iya aku tahu itu.
Tapi masalahnya atasan ku itu ingin rujuk kembali bersama Clara Yan"
"Trus Clara mau rujuk apa ngak sama atasan lu itu?"tanya Rian lagi.
"Gak tahu deh yan, tapi kalau di perhatikan sepertinya Clara masih menyimpan perasaan sama atasan ku itu."
"Kalau gitu sabar dan terima aja lah nasib mu Bim. ha.. ha.. ha.. " ejek Rian.
"Jahat bener lu Rian, teman mu ini lagi patah hati masih aja kamu ejek." protes Bima.
"Alah.. kalau kamu itu mana ada istilah patah hati, paling bentar lagi kalau liat cewek cantik bakalan lupa sama semua ini. Ha.. ha.. ha.." Rian pun kembali mentertawakan Bima sahabatnya.
"Dasar kamu Yan.
tapi untunglah aku belum menyatakan perasaan ku ke Clara, kalau ngak mau taruh di mana nih muka ku."
"Taruh aja sana di kandang buaya udah pas banget itu Bim.Ha ha ha..."
"Ah.. udah deh.
Capek aku ngomong sama kamu, mending aku balik kerja aja deh." ujar bima yang lalu bangkit meninggal kan Rian.
"Yah nih anak ngambek.
Mana makanannya belum dibayar lagi.
Apes deh aku hari ini." ujar Rian yang merasa kecolongan karena di tinggal Bima.