
"Kau mencintai ku Clara." tanya Ronny.
"Ya, aku mencintai mu. Bahkan sangat-sangat mencintai mu Ronny."jawab Clara yakin.
"Kalau begitu mau kah kamu memulai semuanya lagi bersama ku Clara?"
"Ya aku mau Ronny." jawab Clara.
Kemudian Ronny pun mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Clara lembut.
"Aku mencintai mu Clara. Sangat-sangat mencintai mu."ujar Ronny setelah melepas bibirnya dari bibir Clara.
"Aku berjanji Clara, kali ini aku pasti akan membahagiakan mu.
Ronny pun kemudian mengangkat tubuh Clara dan membawanya ke atas menuju kamarnya.
Sesampai di kamar Ronny pun kemudian membaringkan Clara di tempat tidur dan menindihnya.
Baru saja Ronny ingin mencumbu Clara, lagi-lagi kegiatannya pun harus terganggu dengan perut Clara yang terus berbunyi.
"Maaf Ronny, sepertinya kau harus menundanya dulu. Aku sangat lapar sekarang." ujar Clara.
"Sebentar saja Clara, Aku juga sudah sangat lapar dan tidak sabar ingin memakan mu." bujuk Ronny.
"Tidak Ronny, aku benar-benar sangat lapar sekarang."
"Sebentar saja Clara." ujar Ronny yang kemudian mulai menyusupkan wajahnya keleher Clara."
"Hentikan Ronny, apa kau tidak kasihan pada ku, aku sudah lelah menunggu mu semalaman dan sekarang aku kelaparan." Tolak Clara sambil mendorong pelan tubuh Ronny dari tubuhnya.
"Ya baiklah kau boleh makan sekarang, tapi nanti setelah kau selesai makan aku boleh memakan mu sepuasnya kan?" ujar Ronny sambil tersenyum penuh arti kepada Clara.
"Tentu Ronny, kau boleh melakukan apa pun yang kau mau nanti." ujar Clara.
"Kalau begitu kau sekarang mau makan apa? Aku akan memesannya untuk mu." tanya Ronny.
"Tidak, aku tidak mau makanan yang di pesan." tolak Clara.
"Jadi kau mau makan apa?" tanya Ronny bingung.
"Aku ingin makan yang kau masak Ronny." Jawab Clara yang memang sudah dari beberapa hari yang lalu menginginkan nya. Tapi karena saat itu Clara belum berniat untuk kembali bersama Ronny, dia pun tidak berani memintanya.
"Apa? kamu tahukan Ra kalau aku ini tidak bisa memasak." Ronny pun terkejut mendengar permintaan Clara.
"Aku gak mau tahu Ronny. Pokoknya sekarang aku tetap mau kamu memasak untuk ku. Kalau tidak aku tidak mau makan." ancam Clara yang langsung menampilkan wajah cemberunya.
"Baiklah kalau begitu aku akan memasak, tapi jangan terlalu berharap rasa masakan ku akan enak." ujar Ronny pasrah.
Kemudian mereka berdua pun turun ke bawah bersama-sama.
"Aku mandi dulu ya Ronny, soalnya dari pagi tadi aku belum mandi." ujar Clara.
"Ya, pergilah."
Kemudian Clara pun beranjak pergi dari dapur. Tapi baru beberapa langkah Ronny pun kembali memanggilnya.
"Clara..."
"Ya...," Clara pun berbalik dan melihat Ronny.
"Kamu ingin dimasakan apa? tanya Ronny sambil memakai celemeknya di dapur.
"Apa saja Ronny, yang penting kau yang memasaknya aku pasti akan menyukainya." jawab Clara sambil berjalan pergi meninggalkan Ronny yang masih dapat melihatnya dari dapur.
"Apa yang harus ku masak?" ujar Ronny yang melihat isi kulkas sudah hampir kosong.
"Ah..., Clara memang kau sengaja ingin menyulitkan ku. Aku tidak pandai memasak dan bahannya juga cuma tinggal ini." Omel Ronny yang pusing sambil mengambil sayur kol dan wortel yang tersisa di kulkas dan menaruhnya dimeja yang ada di dapur.
Setelah meletakan kedua bahan yang ia temukan tadi, Ronny lalu kembali lagi ke kulkas dan memeriksa bagian frezer.
"Untung masih ada sisa ikan di kulkas. Kalau begitu aku goreng saja. Sepertinya juga tidak akan sulit." pikir Ronny yang tidak tahu kalau ikan yang sudah lebih dari seminggu berada di kulkas itu, memang sengaja tidak Clara olah karena semenjak kehamilan nya dia tidak tahan mencium bau amis ikan.
Tidak lama kemudian Clara pun sudah selesai mandi pun keluar dari kamarnya dengan terlihat lebih segar dari sebelumnya.
"Kau sudah siap memasak?" tanya Clara.
"Sebentar lagi Clara, kau duduk saja dulu disitu."
Clara pun menuruti perkataan Ronny, Sambil duduk di meja makan menunggu Ronny siap memasak, Clara pun memainkan ponselnya.
Tidak lama kemudian Ronny pun datang dengan hidangan yang di buatnya.
"Selamat menikmati sayang..." ujar Ronny sambil memandangin masakannya yang dari penampilannya tidak terlihat buruk.
"em... jauhkan itu dari ku." ujar Clara menutup hidung dan mulutnya sambil menunjuk ikan yang Ronny goreng.
"Kenapa Clara, apa ada yang salah? tanya Ronny tidak mengerti.
"Kenapa kamu memasak ikan itu. Cepat singkirkan." perintah Clara.
"Bukankah tadi kamu bilang kamu akan menyukai apa pun yang ku masak. Sekarang kenapa harus disingkirkan Clara, kamu saja belum mencicipinya." ujar Ronny yang kini tampak benar-benar kesal.
"Aku tidak tahan dengan baunya Ronny. Jadi tolong singkirkan itu dari hadapan ku." perintah Clara, tapi lagi-lagi Ronny tidak juga menyingkirkan ikan itu dari hadapan Clara.
"Kau tidak sedang mengerjai ku kan Clara?" tanya Ronny sambil menahan emosinya.
"Untuk apa aku mengerjai mu Ronny." tegas Clara.
"Kalau begitu makanlah walau sedikit, aku sudah bersusah payah memasaknya untuk mu Clara."
"Tapi aku benar-benar tidak bisa Ronny." ujar Clara yang sudah hendak menangis karena Ronny tampak marah padanya.
"Ya, baiklah kalau itu mau mu, akan kusingkirkan." Ronny pun mengambil ikan itu lalu membuangnya ke tempat sampah.
"Kau marah pada ku?" tanya Clara.
"Tidak Clara bagaimana mungkin aku marah pada mu." ujar Ronny yang mencoba bersabar menghadapi Clara.
"Tapi dari wajah dan cara bicara mu, aku tahu kau marah pada ku."
"Aku tidak marah Clara, aku hanya kesal pada mu. Kalau kamu tidak mau makan ikan itu seharusnya dari awal kamu mengatakannya Clara. Lihatlah tangan ku harus sampai tersiram minyak panas saat mengorengnya." Ronny pun menunjukan tangannya yang memerah karena tersiram minyak panas kepada Clara.
"Jadi kau menyalahkan ku Ronny?" ujar Clara sambil menangis.
"Sudah Clara berhentilah menangis, kita baru saja berbaikan kenapa harus bertengkar lagi."Ronny pun berjalan mendekati Clara dan memeluknya.
"Aku juga tidak ingin bertengkar Ronny, tapi semua ini memang gara-gara kamu sendiri. Kalau saja kau tidak membuat ku hamil, aku juga tidak akan seperti ini." ujar Clara sambil menangis didalam pelukan Ronny.
"Ya, ini semua salah ku Clara jadi berhentilah menangis." ujar Ronny yang tidak sadar dengan apa yang Clara katakan tadi karena ia hanya fokus untuk menenangkan Clara yang menangis.
"A apa yang kau bilang tadi Clara?" tanya Ronny yang tak yakin dengan apa yang ia dengar.
"Ini salah mu bodoh, kalau kau tidak membuat ku hamil, aku tidak akan seperti ini." ujar Clara sambil tersenyum menatap Ronny.