Divorce

Divorce
13



"Hai Winda, hai Bima..."


Clara yang baru tiba di kantor pun menyapa Winda dan Bima yang sedang terlihat asik dengan pekerjaan mereka.


"Ngak usah sok akrab deh." ujar Winda


Winda yang terlihat cemberut saat melihat Clara datang, tetapi dia tidak berani macam-macam hari ini.


"Ngantar makan siang Ra?" sapa bima.


"Iya Bim." jawab Clara


"Sini kasi ke aku aja.


Nanti aku yang antarkan ke Pak Ronny." tawar Bima.


"Ini, makasih ya Bim." ucap Clara sambil menberikan kotak bekal yang dibawanya ke Bima.


"Udah makan siang Ra? tanya Bima lagi.


"Belum Bim."


"Gak mau makan siang bareng aja Ra?


Kerjaan ku juga uda selesai nih." ajak Bima


"Gak usah deh Bim...


Tadi aku uda nyiapin makan siang ku di apartement." tolak Clara


"Oh, ya uda deh..."


"Kalau aku balik dulu ya bim." Clara pun pamit kepada Bima.


Sementara kepada Winda, Clara yang melihat wajah tidak bersahabat Winda juga tidak ingin menghiraukan nya.


Clara pun mengabaikan Winda dan pergi begitu saja.


***


Setelah sampai di apartemen, Clara melanjutkan pekerjaan nya.


Dia pun mengecek cucian nya yang ditinggalkan nya saat pergi mengantarkan bekal.


Setelah itu iya pun melanjutkan nya dengan membereskan ruangan-ruangan yang ada di lantai bawah yang belum sempat dibereskan nya. Tidak terasa waktu pun berlalu dengan cepat. Sekarang sudah pukul empat sore Clara pun sudah selesai membereskan semua nya.


"Lapar..., dari tadi aku belum sempat makan siang. Sebaiknya sekarang aku makan siang dulu deh. Lauk tadi siang buat pak ronny juga masih ada sisa.Nanti setelah itu baru lanjut masak menu makan malam lagi."


Setelah selesai makan dan memasak makan malam, Clara pun pulang ke rumahnya dengan lelah yang dirasakan nya.


***


Beberapa hari telah berlalu.


Pekerjaan Clara di apartement beberapa hari ini cukup membuatnya kelelahan.


Pekerjaannya selalu saja menggunung.


Bahkan sangkin banyaknya pekerjaan membuatnya hampir selalu membuatnya melewatkan jam makan siangnya.


Sementara saat mengantarkan makan siang ke kantor, setidaknya walau pun tidak pernah bersikap ramah ke pada Clara tetapi Winda tidak pernah membuat masalah lagi pada Clara, itu saja sudah cukup bagi Clara.


Besok adalah hari sabtu.


Sesuai surat kontrak kerja yang ditanda tanganinya pada saat itu, week end pun clara diharuskan tetap datang berkerja seperti biasanya.


Cuma bedanya kali ini karena week end,


pastinya atasannya akan tetap berada di apartemen besok saat Clara bekerja.


Sudah beberapa hari bekerja Clara belum pernah bertemu sekali pun dengan atasannya.


Bahkan wajah atasannya itu seperti apa dia pun tidak mengetahuinya, karena tidak ada selembar foto pun yang menunjukkan wajah atasannya itu di apartement.


Karena pekerjaan yang tidak habis-habisnya beberapa hari ini.


Clara pun ingin memanfaatkan kesempatannya bisa bertemu atasannya itu besok.


Besok Clara berencana ingin membicarakan pekerjaannya itu kepada atasan nya secara langsung. Banyaknya pekerjaan selama ini sudah membuatnya benar-benar kewalahan.


Di apartemennya Ronny juga sedang memikir kalau besok ia tidak mungkin menghindar dari Clara lagi, pertemuan mereka cepat atau lambat pasti akan terjadi.


"Sudah saatnya kita harus bertemu Clara.


apa yang akan kau rasakan saat melihat orang yang tidak pernah ingin kau temui lagi clara. Akankah kau menyesal telah meninggalkan ku, aku yang sekarang telah berbeda clara." Pikir Ronny.


***


Hari sabtu pun tiba.


Clara tetap bangun pagi dan menitipkan kuenya ke warung-warung.


Tidak ada hari libur sudah biasa baginya, saat Bekerja di restoran pun dia tetap harus bekerja di hari sabtu dan minggu.


Jadi kali ini tidak masalah juga baginya harus bekerja juga di hari sabtu dan minggu.


Clara hanya mengenakan kaos putih polos dan celana pendek hitam yang di padu sweater berwarna cream panjang.


Dia hanya mengenakan pakaian sederhana yang di anggap nyaman untuk bekerja.


Walau pun penampilannya sederhana Clara masih saja terlihat cantik.


Setelah selesai bersiap-siap Clara pun berangkat bekerja dengan menaiki angkutan umum.


Kurang lebih tiga puluh menit diperjalanan Clara pun sampai di apartemen.


Pintu apartemen pun telah di buka nya ia pun berjalan masuk ke dalam.


Tidak ada siapa pun disana.


Dia pun memutuskan mengambil peralatan bersih-bersihnya, saat mengambil peralatan nya dia tidak sadar seseorang sedang melangkah turun karena tahu akan kedatangannya.


Clara pun berjalan menuju tangga.


Saat ini tangannya penuh dengan peralatan bersih-bersih.


Saat langkah kakinya hampir sampai di ujung bawah tangga, ia pun di kejut kan dengan melihat seseorang yang sedang berdiri di tengah tengah tangga yang terlihat hendak turun ke bawah.


Seseorang yang sangat di rindukannya selama ini, tetapi juga seseorang yang tidak pernah dia harap untuk bertemu kembali.


Seketika tangan Clara pun kosong, barang barang yang di pegang nya kini telah berserakan di lantai karena terjatuh.


"Apa kabar clara." sapa Ronny


"Kau..., apa yang kau lakukan disini?" tanya Clara terkejut.


"Apa yang ku lakukan?


Tentu saja aku harus berada disini Clara, apartement ini milik ku." ujar Ronny dengan sombong.


Seketika Clara pun ingat kalau nama pemilik apartement ini adalah Ronny.


Tetapi dia tidak pernah menyangka kalau Ronny dari masa lalunya ini lah sang pemilik apartement.


Clara hanya bisa terdiam karena rasa terkejutnya. Sementara Ronny pun turun dan sekarang berdiri tidak jauh dari Clara.


"Bagai mana Clara?


Kau terkejut.


Seseorang yang tidak penah ingin kau lihat ini sekarang berdiri dihadapan mu."


"Kau sengaja melakukan ini semuakan?" tuduh Clara.


"Awal nya tidak, takdirlah yang membawa mu kesini untuk menjadi pelayan ku. ha ha ha..."


"Aku berhenti sekarang.


Tidak sudi aku menjadi pelayan mu." Clara pun segera membuka dan mencapak celemek yang dipakai nya kelantai.


Setelah itu iya hendak melangkah kan kaki nya keluar dari apartement.


Tetapi baru beberapa langkah jalan, ia pun berhenti karena perkataan Ronny.


"Mau kemana kau Clara?"


"Kalau kau mau berhenti bekerja, boleh saja.


Tetapi selesai kan dulu kontrak mu disini baru kau bisa pergi."


Clara pun berbalik dan menatap Ronny dengan tajam.


"Sesuia kontrak.


Kalau kau ingin berhenti kamu harus membayar untuk pembatalan kontrak.


Bayar aku sekarang dan kau boleh berhenti Clara." pinta Ronny.


"Apa maksud mu melakukan ini semua?" ujar Clara mencoba menahan emosinya.


"Aku tidak ada maksud apa pun pada mu Clara. Bagi ku kau hanya orang asing.


Karena kau hanyalah orang asing bagi ku.


Maka selesaikan lah apa yang tertulis di kontrak." terang Ronny.


"Baik, bagi ku kau juga hanya lah orang asing.


kau juga bukan siapa-siapa bagi ku..


Aku akan segera membayar mu untuk kontrak itu. Kau tunggu saja."


"Baik, aku tunggu secepat nya...


tetapi karena kau belum membayar uang pembatalan kontrak.


berarti kau sekarang masih pelayan ku clara.


ha ha ha..."