
Seperti biasanya, selesai bekerja Ronny langsung pulang ke apartementnya.
Dia tidak pernah menghabiskan waktu untuk sekedar bersenang-senang di luar atau pun sekedar dekat dengan seorang wanita.
Wajahnya yang tampan dan juga kekayaannya, sebenarnya membuat banyak wanita yang berusaha dan ingin dapat menjalin hubungan lebih dengannya.
Tetapi Ronny selalu saja mengambil jarak dengan mereka.
Sampai saat ini, dia tidak memiliki niat untuk dekat dengan wanita mana pun.
Dan semua yang dilakukannya itu di karenakan masih ada seorang wanita yang masih mengisi hatinya sampai sekarang, walau pun wanita tersebut telah mengores luka di hatinya.
Setelah sampai di apartement dan setelah selesai membersihkan dirinya.
Ronny pun berjalan menuju meja makannya.
Setelah sharian bekerja, kini perutnya pun meraaa sangat lapar.
"Apa yang dimasak pelayan baru itu hari ini?" tanya Ronny penasaran sambil membuka tudung saji yang menutupi menu makan malamnya.
Setelah tudung sajinya terbuka.
Lalu tampaklah makanan kesukaannya yang terhidang di meja, setelelah melihat menu makan malamnya itu, kini perutnya pun semakin merasa lapar.
Tanpa basa basi lagi Ronny pun langsung duduk dan memakan makanannya.
Baru sendok pertama yang masuk kemulut nya. Sama seperti semalam Ronny pun kembali terdiam.
"Masakan ini..." ucap Ronny terkejut
"Kenapa lagi-lagi rasa masakan ini sama persis dengan masakan nya." Tidak terasa air mana nya pun menetes.masakan itu menggingatkan nya pada seseorang.
seseorang yang masih sangat ia cintai.
Tetapi rasa sakit yang begitu besar dihatinya membuatnya benci dan dendam kepada wanita tersebut.
Sehingga dia selalu saja membohongi dirinya sendiri dengan mengatakan kalau rasa cinta yang masih ada dihatinya telah sirna oleh rasa bencinya.
"Tidak mungkin..."
"Tidak mungkin ini hanya sebuah kebetulan."
"Tetapi tidak mungkin juga kalau dia yang menjadi pelayan baru itu." ucap Ronny ragu.
"Tapi rasa nasi goreng semalam dan rasa makanan ini kenapa bisa sama persis dengan masakan nya."
"Aku harus mencari tahu, siapa sebenarnya pelayan baru itu" ucap Ronny dengan penuh emosi.
Akhirnya semalaman Ronny tidak dapat memejamkan matanya. Pikirannya selalu berputar pada kenangan indah dan kenangan menyakitkan yang pernah mengisi masa lalunya.
***
Tidak seperti biasanya, hari ini pagi-pagi sekali Ronny sudah berangkat ke kantor.
Karena tidak tidur semalaman kondisi Ronny pun tampak sedikit kacau hari ini.
Hari ini Ronny sengaja berangkat lebih pagi dari jadwal biasanya. Ia ingin segera bertemu dengan bima dan menanyakan sebenarnya siapa pelayan barunya itu.
Saat Bima sampai di kantor, Bima pun terkejut melihat Ronny sudah berada di kantor sepagi ini. Tidak bias-biasanya atasannya itu datang lebih awal darinya.
Apa lagi dengan raut wajah kusut dan lingkar hitam dimatanya, Bima bisa melihat dengan jelas kalau atasannya itu sudah tidak tidur semalaman.
Tetapi Bima hanya bisa diam dan bersikap seperti biasanya. Dia tidak berani bertanya atau pun mencampuri apa yang telah terjadi kepada atasannya itu.
"selamat pagi pak." sapa bima.
"Selamat pagi.
Bima apa pelayan baru itu sudah menyerahkan surat lamaran kerjanya." tanya Ronny begitu melihat kedatangan Bima.
"Sudah pak.
Semalam baru saja diserahkan.
Sekarang surat nya ada di ruangan saya pak."jawab bima sambil menjelaskan.
"Kalau begitu tolong kamu bawa kemari surat lamaran kerjanya." perintah Ronny.
Bima sebenarnya binggung dan terkejut dengan sikap atasannya. Tidak biasanya atasannya itu ingin melihat surat lamaran karyawannya, apa lagi surat lamaran yang diminta merupakan milik seorang pelayan.
Akhirnya dengan menelan rasa ingin tahunya, Bima pun segera kembali keruangan nya untuk mengambi surat lamaran kerja yang diminta oleh Ronny.
"Ini surat lamaran yang bapak minta pak." ucap bima sambil menyerah surat lamaran kerja Clara.
"Terima kasih.
kamu boleh keluar sekarang." perintah Ronny.
Setelah Bima keluar dari ruangannya. Ronny hanya bisa menatap diam amplop coklat di hadapannya itu.
Ada rasa takut didirinya untuk membuka dan melihat isi dari surat itu.
Akhirnya dengan tangan yang sedikit bergetar, Ronny pun membuka amplop itu dan melihat isinya.
"Clara Anatasya!!!"
Nama dan foto itu membuat Ronny tertegun.
Hati nya pun seketika merasa galau.
Ya, ternyata benar kalau wanita itu adalah wanita masa lalunya.
Wanita yang telah menanamkan rasa cinta dan benci di hatinya.
Wanita yang telah tega meninggalkan nya di saat dia berada di titik terendah dalam hidupnya.
Wanita yang tidak ingin melewati masa masa sulit bersamanya.
"Kenapa harus dia." ujar ronny tidak menyangka.
"Kenapa dia harus kembali ke dalam kehidupan ku, saat aku sudah mulai bisa hidup dengan baik tanpanya."
"Apa dia sengaja melakukan ini semua."
"Ahh pusing...
Apa yang sebaiknya ku lakukan sekarang" ucap Ronny frustasi.
***
Bagi Clara hari ini juga sama seperti hari-hari sebelumnya. Bangun pagi menitipkan kue lalu pergi bekerja. Tidak ada yang berbeda dengan hari hari sebelumnya. Kecuali sms yang Bima kirim pagi ini untuknya.
Sejak pertemuan Clara dan Bima semalam, Bima tampak mulai berusaha untuk bisa lebih mengenal dekat seorang Clara.
Semalam setelah pertemuan mereka, Bima mulai mengirim sms sekedar menanyakan kabar dan apa yang sedang Clara lakukan.
Pak Bima:
"apa kabar Clara."
Clara:
"Baik Bim."
Clara menjawab pesan yang dikirim Bima dengan singkat.
Pak Bima:
"Sedang apa pagi ini Ra, sudah sarapan?"
Clara.
"Baru selesai menitipkan kue ke warung tadi.
Dan ini juga lagi sarapan Bim, setelah itu aku mau siap-siap buat pergi kerja.
Pak Bima:
"Oke deh kalau begitu.
Selamat menikmati sarapan paginya ya Ra."
Clara pun melanjutkan kegiatannya, dia tidak terlalu menghiraukan sms Bima yang berusaha agar bisa akrab dengannya.
Sampai hari ini pun dihatinya hanya ada Ronny seorang. Walaupun mereka sudah lama berpisah Clara belum bisa melupakan mantan suaminya.
Saat itu Clara memilih bercerai dan meninggalkan Ronny bukan karena ia tidak mencintai Ronny, akan tetapi dikarenakan ia sudah tidak dapat lagi menahan rasa kecewanya kepada Ronny.
Sore hari diapartement Ronny, Clara pun telah menyelesaikan masakannya.
Hari ini dia memasak seporsi udang sambal dan seporsi sayur capcay untuk menu makan malam Ronny.
" Akhirnya masakannya selesai juga.
Sekarang tinggal buat jus agar semuanya lebih lengkap.
Hmm... tapi sebaik nya buat jus apa ya?
Jeruk aja deh."
Clara pun lalu mengambil beberapa jeruk yang sudah dibelinya kemarin dari kulkas dan dengan cepat pula jeruk-jeruk itu telah berubah menjadi jus yang segar.
Tidak lama kemudian semuanya selesai.
Clara sudah menata semua sayuran dan jus yang dibuatnya dimeja makan.
"beres, kau memang pintar memasak Clara semuanya tampak lezat." ujaenya memuji dirinya sendiri.
"etelah ini tinggal beres-beres dapur, lalu aku pun bisa pulang." Clara tersenyum bahagia semua pekerjaan telah selesai dikerjakan.
Saat ini dia pun berjalan keluar dari gedung apartement dengan bersenandung kecil, ia tidak menyadari kalau ada sepasang mata yang menatap tajam kearahnya dan memperhatikan setiap langkah kakinya.
***
Seharian ini ronny tidak dapat berkonsentrasi penuh dengan pekerjaannya.
Sampai akhirnya dia pun memilih untuk pulang lebih awal dari biasanya.
Begitu sampai diparkiran apartementnya Ronny tetap diam dan tidak turun dari mobilnya.
Hari ini pikirannya selalu terbang kemasa lalu.
Sampai akhirnya, setelah hampir dua jam terdiam di dalam mobilnya, Ronny pun melihat seorang wanita yang sudah sangat dikenalnya berjalan keluar dari gedung apartemen tempatnya tinggal.
Wanita itu masih tampak cantik seperti lima tahun yang lalu.
Hanya saja sekarang dia terlihat sedikit lebih kurus dibandingkan lima tahun yang lalu.
"Apa yang di ingin kan wanita itu.
Bukan kah dia pernah berkata tidak pernah ingin bertemu dengan ku lagi." tanya Ronny penasaran
"Bukankah seharusnya ia sudah bahagia dan menemukan seseorang yang sesuai keinginannya, tetapi kenapa ia malah ada disini untuk menjadi pelayan ku. Apa dia sengaja bekerja disini untuk mendekati ku kembali." tebak Ronny.
"Ha ha ha...
kau pasti tidak menemukan pria yang kaya seperti keinginan mu dulu. Dan karena kau tahu sekarang aku telah berhasil kau ingin mendekati ku kembali Clara."
"Ha ha ha...
Kau salah Clara..."
"Kalau kau melakukan ini agar dapat kembali dengan ku, jangan pernah berharap Clara.
Aku tidak akan pernah mau kembali bersama mu lagi Clara. Kau lihat saja nanti, aku pasti akan membuat kamu menyesal pernah meninggalkan ku."
Ronny kemudian turun dari mobilnya dan masuk ke apartement.
Setelah sampai di apartementnya Ronny membuka pintu dan masuk kedalam.
Dia pun berjalan pelan menuju meja makan.
Tampak makan malam yang dibuat Clara tertutup tudung saji terhidang disana.
Dengan tangannya Ronny membuka tudung saji itu.
Matanya menatap makan malam yang clara buat untuknya.Tiba-tiba perasaan sedih pun menghampirinya.
"Kalau saja kau masih menjadi istri ku, pasti saat ini kita akan sangat bahagia sekarang."
"Ahh... apa yang kau pikirkan Ronny. Wanita jahat itu tidak pantas untuk kau harapkan kembali.Kau harus membuatnya menyesal Ronny bukan malah mengharapkan nya kembali.Kau harus ingat semua rasa sakit yang telah diberikan nya pada mu dulu.
Kau harus membalas nya, harus!!! ucap Ronny yakin.
"Lihat saja besok Clara.
Aku akan mengembalikan rasa sakit yang kau berikan pelahan lahan." senyum jahat menghiasi bibir Ronny saat mengatakan semua itu.
Sebenarnya walau pun sangat membenci clara. Di lubuk hatinya yang terdalam,masih tersimpan rasa cinta untuk Clara.
Tetapi rasa cinta dihatinya selalu disangkal oleh Ronny. Rasa benci dan sakitnya telah menutupi rasa cintanya pada Clara.