
Rian yang tahu masalah yang sedang di hadapi oleh Clara saat ini dari kekasih nya Dita pun bermaksud untuk menawar kan pekerjaan yang di tawar kan oleh Bima kepada Clara.
Rian yang juga mengenal baik sahabat calon istrinya itu pun yakin, kalau clara mampu memenuhi kreteria pelayan yang diinginkan atasan Bima.
Oleh karena itu tanpa ragu, Rian pun menghubungi Clara keesokan harinya.
"Hallo ra...
Sedang sibuk gak? Bisa kita bicara sebentar." tanya Rian.
Rian bertanya karena dia tahu kalau clara saat ini masih sedang bekerja di restoran cepat saji.
"Gak sibuk kok yan, soalnya kan ini juga uda lewat jam makan siang, jadi restoran sudah mulai sepi. Aku bisa istirahat sebentar sekarang."
"Begini Ra.
Semalam ada teman ku yang minta tolong ke aku buat cari seorang pelayan untuk mengurus apartement atasannya.
Dan kata nya gaji yang akan diberikan cukup besar Ra."
"Serius nih yan...
Aku mau dong, kamu kan juga tahu keadaan aku bagai mana."
Clara terlihat antusias dan bahagia dengan pekerjaan yang di tawarkan Rian. Sepertinya tuhan menjawab akan doa-doanya untuk memecahkan masalahnya saat ini.
"Iya tapi ra...
Atasan teman ku ini orangnya susah banget.
Entah sudah berapa orang yang dipecatnya karena terlalu bawel dengan hasil kerja pelayannya." ujar Rian menjelaskan.
"Emm begitu..."
"Iya ra, kalau kamu ambil pekerjaan ini.
Nanti nya kalau pekerjaan kamu tidak memuas kan atasannya, kemungkinan besar kamu tidak akan dipekerjakan lagi."
"Emang pekerjaan sebagai pelayannya seperti apa aja sih Rian. Kok terdengar susah banget ya." tanya Clara penasaran.
"Sebenarnya pekerjaannya ya biasa aja, cuma bersih bersih apartement dan masak aja ra.
Cuma karena atasan teman ku ini yang orang nya terlalu sulit jadi ribet."
"Kalau gitu aku coba aja deh yan.
aku kan juga lagi butuh banget nih. "
"Kalau gitu nanti aku kabarin ke temen ku dulu kalau kamu mau."
"Oke yan, terima kasih ya udah mau bantu in aku."
Setelah selesai menelepon Clara, Rian pun kembali menelepon Bima.
"Hallo bim...
Soal pelayan atasan kamu semalam, anak yang ku bilang semalam mau mencoba pekerjaan itu bim."
"Oke yan, terima kasih ya.
tapi anak nya beneran bisa bekerja dengan baik kan yan."
"Sudah pasti bisa la..
Aku kenal baik kok sama anaknya.
Kalau hanya soal bersih bersih dan masak gak usah diragukan lagi deh bim, pasti atasan mu bakalan puas sama hasil kerjanya."
"Oke, oke, kalau gitu kamu kasih no anaknya ke aku, biar bisa segera ku hubungi nanti." pinta Bima
"Sip, aku sms aja ya bim." ujar Rian mengakhiri sambungan teleponnya dan langsung mengirimkan no hp Clara.
Setelah menerima no hp Clara yang dikirim oleh Rian, pada malam harinya Bima pun segera menghubungi Clara.
"Hallo selamat malam....
benar ini kah ini no ibu Clara.
Begitu ponsel di angkat terdengar suara pria asing yang tak di kenalnya.
"Ya benar dengan saya sendiri, ada apa ya pak." tanya Clara.
"Maaf sebelum nya saya menganggu malam anda. Saya Bima teman nya Rian. Saya dengar dari Rian kalau ibu Clara berminat dengan pekerjaan yang kami tawarkan apakah betul?"
"Iya betul pak saya berminat dengan pekerjaan tersebut."
"Kalau begitu di sini saya ingin menjelas kan sedikit mengenai pekerjaan yang akan ibu Clara kerja kan dan gaji yang akan ibu terima nanti nya."
"Baik pak..."
"Ibu clara nantinya akan mendapat gaji tiga juta rupiah perbulan.
Ibu dapat bekerja mulai pukul sembilan pagi sampai pukul enam sore.
Tugas ibu clara yaitu harus memastikan apartemen yang ibu urus nanti nya benar benar rapi dan bersih.
Ibu Clara juga harus menyiapkan makan malam sebelum ibu selesai bekerja."
"Ya pak..."
Dan selama satu minggu ini saya akan melihat bagai mana hasil pekerjaan ibu. Kalau pekerjaan ibu bagus dan sesuai dengan yang di harapkan ibu dapat terus bekerja, tetapi jika pekerjaan ibu tidak cukup memuaskan maka maaf ibu tidak dapat melanjukan nya.
Bagai mana bu, apa kah ibu ada pendapat atau pertanyaan."
"Untuk saat ini tidak ada pak, saya akan mencoba nya dulu.
Semoga hasil kerja saya nanti dapat memuaskan bapak."
Kalau begitu besok lusa anda sudah dapat mulai bekerja. Nanti akan segera saya kirim alamat apartemen dan sandi kunci apertemen nya. Ibu dapat langsung masuk dan bekerja tidak perlu mengetuk atau menunggu seseorang untuk membuka kan pintu untuk ibu."
"Baik pak, saya mengerti..."
"Karena saya dan atasan saya besok akan keluar kota sampai besok lusa. Mungkin setelah saya kembali nanti baru kita akan bertemu. Dan saat kita bertemu nanti, semuanya akan saya jelas kan lebih detail kepada ibu clara. Bagai mana bu..."
"Baik pak tidak masalah..."
"Satu lagi saya harap ibu clara juga dapat menyiap kan surat lamaran kerja ibu saat kita bertemu nanti. Apa ibu paham atau ada yang ingin di tanya kan lagi bu."
"Untuk saat ini tidak pak."
"Baik lah kalau begitu, selamat malam ibu Clara. Nanti kalau ada yang tidak ibu mengerti silahkan hubungi saya di no ini bu."
"Baik pak ,selamat malam dan terima kasih pak".
Tidak lama setelah telepon di tutup Clara pun menerima sms dari Bima yang berisi kan alamat dan sandi kunci apartement tempat dia akan bekerja nanti nya. Bima percaya kepada Clara karena Rian yang merekomendasi kan Clara kepada nya. Maka itu dia pun tidak ragu memberikan alamat dan sandi kunci apartement atasan nya kepada Clara. Walau mereka belum pernah bertemu sama sekali.
apartemen xxxx
alamat : xxxxx
sandi kunci apartemen :080592
"080592
Kok bisa no sandi pintu nya sama dengan tanggal lahir ku.
Aah, pasti ini semua cuma kebetulan dan pertanda baik dari tuhan untuk ku."
Keesok kan harinya, Clara pergi untuk terakhir kalinya ke restoran cepat saji di mana selama ini dia telah bekerja.
Sesampai nya di sana, Clara langsung mengaju kan surat pengunduran diri kepada atasannya.
Walau atasan nya merasa keberatan untuk melepas kan Clara yang selama ini sudah bekerja dengan baik, akhirnya pun mengijin kan Clara berhenti bekerja.
Clara saat ini merasa sangat beruntung. Karena semua kesulitan dan rintangan yang di hadapi nya saat ini bisa di selesaikan nya dengan mudah. Clara tidak tahu kalau di balik keberuntungannya kali ini, akan ada hal yang akan membuatnya sangat terkejut nantinya.