Divorce

Divorce
44



Setibanya di warung seafood yang di maksud mereka pun memesan ikan grapu bakar, kepiting saos padang kerang rebus dan sayur kangkung tumis belacan.


Setelah beberapa saat menunggu akhirnya pesanan mereka pun datang juga.


"Huek... " tiba-tiba saja Clara merasa mual saat mencium bau seafood dari makanan yang mereka pesan.


"Kamu kenapa Ra?" tanya Dita khawatir.


"Gak tau nih tiba-tiba mual banget." jawab Clara sambil menutup mulutnya dengan tangan dan wajahnya kini pun mulai tampak pucat.


"Kamu sudah makan siang Ra, sebelum kita keluar tadi." Tanya Bima.


"Belum Bim dari pagi aku belum makan apa-apa, aku ingin menyelesaikan pekerjaan ku secepat mungkin jadi gak sempat makan." jawab Clara.


"Kalau begitu kamu pasti masuk angin Ra. Maaf ya Ra demi pernikahan kami kamu sampai harus sakit begini." ucap Dita yang merasa bersalah.


"Gak apa-apa kok Ta, paling nanti minum tolak angin dan istrirahat sebentar besok aku juga udah baik kan."


"Ya udah deh kalau gitu kamu coba minum teh hangat dulu kemudian makan lagi biar gak tambah parah masuk angin nya."perintah Dita yang juga di turuti oleh Clara.


Tetapi bukannya membaik, Clara yang mencoba memasukan nasi dan seafoodnya ke mulut pun merasa semakin mual.


"huek.. huek... " Clara yang tidak bisa menahan rasa mualnya lagi pun berlari menuju toilet untuk untuk memuntahkan isi perutnya yang hanya berisikan teh manis hangat yang sempat di minumnya sedikit tadi.


"Kamu beneran gak apa-apa Ra. Mau aku antari pulang aja gak."tanya Bima khawatir saat melihat Clara yang tampak lemas setelah keluar dari toilet.


"Aku gak apa-apa kok Bim."


"Gak apa-apa apanya.Udah ikut Bima balik aja sana jangan keras kepala lagi." omel Dita.


"Iya kamu sudah terlihat pucat dan lemas Ra, lebih baik ikut Bima pulang aja dulu agar kamu bisa istirahat di rumah."ucap Rian.


"Baiklah kalau gitu, aku balik dulu ya Dita, Rian." Clara pun akhirnya mau diantar Bima pulang setelah mereka semua mendesaknya agar beristirahat di rumah.


Tidak lama kemudian mereka pun sampai di apartement. Bima yang merasa khawatir Clara kenapa-kenapa pun mengantar Clara sampai pintu di depan apartement Ronny.


"Maaf ya Bim, gara-gara aku kamu gak jadi makan malam tadi." ucap Clara yang merasa tidak enak kepada Bima.


"Gak apa-apa kok Ra, nanti balik rumah aku juga bakal makan lagi. Sekarang kamu cepatan masuk sana biar bisa istirahat."perintah Bima.


"Baiklah kalau begitu terima kasih ya Bim." Ucap Clara yang kemudian berjalan masuk dengan lemas kedalam apartement.


Ronny yang semenjak pulang kerja menanti Clara pulang pun merasa lega saat mendengar pintu apartement terbuka dan seseorang melangkah masuk. Tetapi karena ia masih marah dan sudah mencueki Clara satu minggu terakhir ini jadi dia gengsi dan berpura-pura tidak melihat dan peduli kepada Clara yang baru saja pulang.


"Brukkk... "


Clara yang merasa lemas sudah tidak dapat menahan rasa pusingnya lagi, akhirnya ia pun terjatuh ke lantai sebelum ia sampai ke kamarnya untuk beristirahat.


Ronny yang mendengar suara benturan pun langsung menoleh keasal suara dan ia sangat terkejut saat melihat tubuh Clara sudah tergeletak di lantai.


"Clara..." jerit Ronny Khawatir dan langsung berlari menghampiri Clara.


"Clara kamu kenapa? Bangun Ra..., kenapa wajah mu bisa pucat sekali? Apa yang terjadi Ra?" Ronny pun semakin panik saat mendapati Clara yang tampak pucat pingsan di lantai.


"Hallo Bim.


Apa yang terjadi kenapa Clara, kenapa ia bisa sampai seperti ini ketika sampai di rumah." teriak Ronny panik tanpa memberi kesempatan Bima untuk menyapanya.


"Clara merasa pusing dan mual tadi Pak setelah kami selesai fitting baju, sepertinya ia masuk angin dan kelelahan Pak,soalnya dari pagi dia belum makan apa pun." jawab Bima.


Ronny yang mendengar penjelasan Bima pun langsung memutuskan sambungan teleponnya tanpa meberitahu Bima terlebih dahulu. lalu dia pun langsung mengangkat tubuh Clara dari lantai dan hendak membawanya ke rumah sakit.


Tapi baru beberapa langkah Ronny berjalan,Clara yang berada dalam gendongan Ronny pun mulai sadar dari pingsannya.


"Mau kau bawa kemana aku?" tanya Clara yang menyadari kalau ia sedang dalam gendongan Ronny.


"Kau sudah sadar Clara? tanya Ronny.


"Mau kau bawa kemana aku? cepat turunkan aku sekarang." ujar Clara sambil mencoba turun dari gendonga Ronny.


"tentu saja aku mau membawa mu ke rumah sakit, sekarang kau tenanglah. ujar Ronny.


"Tidak, bawa aku ke kamar ku saja. Aku tidak ingin pergi kerumah sakit, aku baik-baik saja hanya sedikit lemas sekarang."


"Tapi kau sedang sakit Clara."bujuk Ronny.


"Aku bilang tidak ya tidak Ronny sekarang bawa aku kemar ku saja, aku sudah sangat lelah sekarang."


"Baiklah kalau begitu."Ronny akhirnya pun mengalah kepada Clara yang keras kepala dan membawanya ke kamar.


"Kau istirahatlah aku akan mengambilkan air hangat dan makanan untuk mu, tadi aku menelepon Bima dia bilang kau kelelahan dan belum makan seharian." ucap Ronny setelah meletakkan Clara di tempat tidurnya.


Kemudian Ronny pun keluar dari kamar Clara dan pergi ke dapur untuk membuatkan Clara bubur dan air hangat.


Beberapa saat kemudian Ronny yang sudah selesai membuat bubur pun kembali ke kamar Clara.


"Ini minum lah sedikit" ujar Ronny yang memberikan segelas air hangat untuk Clara.


Clara pun meminum sedikit air hangat yang Ronny berikan untuk nya.


"Sekarang makan lah Clara aku akan menyuapi mu." ujar Ronny sambil hendak menyuapkan sesendok bubur untuk Clara.


"Aku tidak mau, kamukan tahu kalau aku dari dulu paling tidak suka sama yang namanya bubur." tolak Clara.


"Tapi kamu sedang sakit Clara. Cobalah untuk makan walaunpun hanya sedikit." bujuk Ronny .


"Baiklah kalau begitu aku akan makan sedikit saja." Clara pun membuka mulutnya dan menerima bubur yang di suapkan Ronny kemulutnya.


"em.. enak juga." pikir Clara yang akhirnya dengan lahap menghabiskan semangkuk bubur polos yang selama ini tidak pernah ia sikai tanpa merasa mual seperti saat di warung seafood tadi.


"Sekarang istirahatlah Clara. Kalau kau butuh sesuatu panggil saja aku, jangan melakukan nya sendiri kau mengerti." pesan Ronny.


"Aku mengerti Ronny, sebaiknya sekarang kau kembali kekamar mu dan beristirahatlah. Aku baik-baik saja dan ingin tidur sekarang."


Ronny pun kemudian kembali ke kamarnya meninggal kan Clara untuk beristirahat di kamarnya.