
Cahaya mentari masuk menyinari apartement mewah Ronny, melalui jendela kaca besar yang tirai nya segaja di buka oleh Clara.
Ronny yang sudah rapi dengan mengenakan setelan jas kerjanya pun turun ke bawah dan siap untuk pergi bekerja.
"Kau sudah bangun Clara?" tanya ronny yang melihat Clara yang sedang berdiri menatap ke luar jendela.
"Emm ya, sudah dari tadi." jawab Clara.
"kenapa kau tidak tidur lebih siang saja Clara, bukankah semalam kau tidur cukup larut."
"Tidak apa apa, aku sudah terbiasa tidur larut dan bangun pagi pagi."
"Rubahlah kebiasaan mu itu, aku tidak ingin kalau kau sampai jatuh sakit."
Clara hanya tersenyum menanggapi perhatian yang Ronny tunjukan untuknya.
"Kau sudah mau berangkat kerja ronny?"
"Ya, sebentar lagi aku akan berangkat.
tetapi sebelum nya, bisa kau buatkan aku secangkir kopi Clara? "
"Tentu saja, tunggu sebentar ya." Clara pun segera ke dapur dan membuat kan kopi untuk Ronny.
"Ini minum lah" ujar Clara sambil memberikan kopi yang baru selesai dibuatnya kepada Ronny.
"Terima kasih"
"Srutt"
Ronny pun meminum sedikit kopinya.
"Clara... " panggil Ronny
"hmm, ya..."
"Duduklah" Ronny meminta Clara untuk duduk menemani nya.
"Ada apa?"
"nanti siang kau ke kantor ku ya." pinta ronny
"Tentu saja nanti siang aku akan ke kantor mu. bukankah aku harus mengantarkan makan siang mu."
"Emmm ya, kalau begitu aku akan menunggu mu nanti. Ingat jangan sampai terlambat.
Dan berdandanlah yang cantik."
"Memangnya ada apa, kenapa aku harus berdandan segala?" tanya Clara yang merasa heran.
"Bukankah aku membelikan mu banyak pakaian baru dan barang lain nya.
Kenapa aku tidak pernah melihat mu memakainya."
"Aku tidak menginginkan semua itu, aku hanya akan memakai pakaian ku sendiri"
"Tapi ini adalah perintah Clara.
pokoknya siang nanti, aku ingin melihat mu memakai pakaian yang ku berikan dan terlihat cantik. Mengerti !!! ." ujar ronny yang tidak ingin Clara membantah perintahnya.
"Baiklah, aku akan memakainya nanti."ujar Clara kesal.
semantara itu Ronny pun tampak senang dengan jawaban Clara yang mau menuruti perintahnya.
Beberapa saat kemudian, Ronny yang telah menghabiskan kopi nya pun bermaksud untuk segera berangkat bekerja.
"Ingat Clara, nanti jangan sampai terlambat. Aku akan menunggu mu di kantor."Ronny yang sudah hendak keluar pun berhenti sejenak untuk mengingatkan Clara.
"Emm ya" jawab Clara malas.
Setelah kepergian Ronny ke kantor, Clara pun bergegas menyelesaikan pekerjaannya. Ia tidak ingin kalau nanti harus terlambat dan mendapat omelan dari Ronny.
***
Di kantor, Ronny yang baru tiba pun mendapat laporan jadwal kegiatan nya hari ini dari Winda dan Bima.
"Hari ini setelah jam makan siang, bapak ada pertemuan dengan pak Budiman dari Pt.Xxx. Untuk membahas apakah perjanjian kerjasama kedua perusahaan akan di perpanjang pak." lapor winda kepada Ronny.
"Kalau begitu batalkan saja pertemuan hari ini dengan pak budiman, dan ganti jadwal pertemuan nya ke senin depan." perintah Ronny.
"Baik pak"
"Apa ada lagi yang lain Win?" tanya Ronny.
"Tidak ada lagi pak, hanya itu saja."
"Kalau begitu kamu boleh keluar"
"Permisi pak" winda pun segera keluar dan meninggalkan Bima yang masih berada di ruangan Ronny.
"Bagai mana laporan proyek pembangunan hotel baru kita bim." tanya ronny.
nanti sore kita ada kunjungan kesana untuk meninjau perkembangannya pak"
"Untuk nanti sore, kamu pergi sendiri saja untuk meninjau pekerkembangannya dan buat laporannya untuk ku.
"Baik pak. "
"Dan tolong cari kan restoran yang bagus untuk makan siang nanti, aku ingin mengajak mantan istri ku makan siang bersama nanti."
"Baik pak"
"kalau tidak ada yang lain keluar lah."
Bima pun keluar dari ruangan ronny dan segera mencari restoran yang bagus untuk makan siang Ronny.
"Pantas saja pak Ronny membatalkan semua jadwalnya siang ini. Ternyata dia sudah berbaikan dengan mantan istrinya dan ingin berkencan sekarang". pikir bima sambil mencari restoran yang cocok untuk berkencan.
***
Di apartement, Clara yang telah selesai mengemas masakan nya kedalam kotak bekalpun bergegas untuk mandi dan berdandan.
"emmm apa yang harus ku pakai ya, semuanya tampak bagus." Clara yang baru selesai mandi pun memilih pakaian yang akan di kenakan nya.
"Ahh, ini saja" Clara mengambil sebuah gaun simple berwarna biru muda dengan model kemeja berkerah dan tali pita yang mengikat pinggang nya ramping.
Setelah memakai pakaiannya Clara pun memakai bedak dan memoles tipis lip teen di bibirnya.
Selesai berdandan dan menguncir tinggi rambut nya, clara pun kini siap berangkat ke kantor ronny.
"Hai Clara..
Kok cantik banget hari ini." puji Bima yang melihat penampilan Clara yang tidak seperti biasanya.
Clara hanya tersenyum mendengar pujian dari Bima untuknya.
"Kok sendirian Bim, Winda kemana?" tanya Clara
"Winda sudah keluar untuk makan siang Ra."
"Ooo..
Kalau begitu pak Ronnynya ada Bim?."
"Ada di dalam ra..
Mau antar makan siang buat pak Ronny ya ra."
"Iya nih bim"
"Tapi Sepertinya pak Ronny akan makan siang di luar ra, soalnya tadi dia menyuruh ku untuk mencari restoran yang bagus untuk nya."
"Oya, tapi pak ronny sendiri yang berpesan agar aku tidak telat mengatar makan siang nya pagi tadi."
"kalau begitu kamu antarkan saja ra ,biar pak ronny sendiri yang putuskan mau makan di luar atau tidak." usul Bima.
"Ya, baiklah"
"emm Clara
Selesai kamu antar makan siang buat pak Ronny, kita keluar makan siang bareng yuk."
"Aku...." belum selesai Clara berbicara, Ronny pu keluar dari ruangan nya dan menyela pembicaraan nya.
"Sudah lama kamu datang Ra" tanya Ronny
"Emm saya baru saja sampai pak, ini bekal makan siang bapak"Jawab Clara sambil menyodorkan bekal yang di bawanya kepada Ronny.
"Bekalnya buat kamu aja bim. Kamu juga belum makan siangkan." tanya Ronny.
"Belum pak tapi... "
"Nih ambil buat kamu aja." Ronny pun menyerahkan bekalnya kepada Bima, walau pun Bima belum mengiyakan nya.
"Yuk ra, kita makan siang di luar.
aku sudah menyuruh Bima mencarikan restoran yang bagus untuk makan siang kita."
"A..apa"
Ronny pun langsung menarik tangan Clara menuju lift tanpa mempedulikan Clara dan Bima yang terkejut dengan perkataan dan tindakannya.
"A.. apa yang sedang terjadi.
Kenapa pak Ronny malah membawa Clara untuk makan siang, bukankah pak Ronny ingin makan siang bersama mantan istrinya." ujar Bima bingung.
"Atau jangan jangan mantan istri pak Ronny itu adalah Clara. Ya bisa jadi, bukankah Clara juga sudah pernah menikah dan bercerai sebelumnya. Lalu sikap pak Ronny pada Clara juga terlihat sedikit aneh jika diperhatikan. Aku harus mencari tahu dan memastikannya, Apakah benar Clara adalah mantan istri pak Ronny. Rian pasti tahu sesuatu, sebaiknya aku tanyakan saja padanya."
Bima yang penasaran dengan hubungan Ronny dan Clara pun segera mengambil ponsel nya dan menghubungi Rian sahabatnya.