
Pagi ini Clara yang semalam sudah merasa baikkan pun kembali merasa mual tidak lama setelah ia bangun dari tidurnya.
"Huek... huek... " Clara yang berada di kamar mandi pun sedang mencoba memuntahkan kan isi perutnya, tetapi karena perutnya masih kosong dan belum di isi, maka hanya cairan kental lah yang ia muntahkan.
"Kok gini begini lagi ya? padahal kan semalam udah baikan." tanya Clara pada dirinya sendiri.
Clara yang merasa lemas pun kembali ke kamar dan membaringkan tubuhnya di kasur.
Tidak lama kemudian Ronny pun datang untuk memeriksa keadaan Clara.
"Bagaimana keadaan mu hari ini Clara." tanya Ronny yang melihat Clara masih berbaring di tempat tidur.
"Sudah tidak kenapa-kenapa lagi kok." bohong Clara yang tidak ingin Ronny terus-terusan mengkhawatirkan nya dan tidak pergi bekerja.
"syukurlah kalau kau sudah baik kan," ujar Ronny lega, "kalau begitu aku akan pergi ke kantor sebentar ya Ra. Soalnya ada rapat yang tidak bisa ku tinggal hari ini."
"Ya pergi lah, aku sudah baik kan kok." Bohong Clara lagi.
"Walau kamu sudah merasa baik kan tapi ingat jangan bekerja dulu, istirahatlah di kamar. Nanti siang setelah rapat selesai aku akan secepatnya pulang." tegas Ronny yang tahu kalau Clara yang keras kepala akan bekerja jika ia merasa tubuhnya sudah lebih baik.
"Iya Ronny, kau tidak perlu mengkhawatirkan ku. Pergilah sekarang, kalau tidak kau bisa terlambat nanti." usir Clara yang melihat Ronny tak kunjung berangkat bekerja.
"Baiklah, aku pergi sekarang. Jangan lupa makan dan minum obat, sarapan mu juga sudah ku siapkan di meja makan." ujar ronny.
"Iya Ronny, sekarang pergilah."
"Ya aku akan pergi, kalau ada apa ingat segera hubungi aku." Ronny kali ini pun benar-benar keluar dari kamar Clara dan pergi ke kantor.
Sepeninggal Ronny, Clara yang kembali merasa mual dan pusing pun hanya berbaring di ranjangnya sampai tubuhnya kembali merasa lebih baik.
"Sudah jam berapa sekarang?." Clara yang baru saja terbangun setelah tadi sempat tertidur kembali pun mengambil ponselnya yang berada di atas meja samping tempat tidurnya.
"Sudah hampir jam sepuluh siang, sepertinya aku tertidur cukup lama juga." ujar Clara
"Hwa...," Clara pun menguap karena ia baru saja bangun, "sebaiknya aku mandi dulu aja deh" ujar Clara yang merasa tubuhnya sudah agak baik kan, kemudian ia pun bangkit dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya.
Clara yang selesai mandi pun terlihat lebih segar dari sebelumnya.
"krukk krukk krukk" perutnya pun berbunyi karena sudah merasa lapar.
"Sepertinya tadi Ronny sudah menyiapkan sarapan untuk ku deh." ingat Clara yang kemudian keluar dari kamar untuk memeriksa apa yang sudah Ronny siapkan untuknya.
"Ya bubur lagi..." gerutu Clara saat mendapati semangkuk bubur ayam yang masih hangat karena di simpan di mangkuk yang bisa menyimpan panas lebih lama.
"Ya uda deh, sebaiknya aku makan saja. Ronny juga sudah bersusah payah membuatnya untuk ku." Clara pun mengambil sendok dan memakan buburnya.
"emm enak, ternyata Ronny pintar masak juga pada hal biasanya aku paling gak suka sama yang namanya bubur." ujar Clara yang akhirnya menghabiskan bubur itu tanpa tersisa.
"Sekarang sebaiknya aku beres-beres apartement ini saja. Kalau Ronny sudah pulang dia pasti akan melarang ku melakukan apa pun." Clara pun langsung berjalan keruang cuci untuk mencuci pakaian kotor yang sudah dua hari tidak di cuci.
Selesai memasukan pakaian kotor kedalam mesin cuci clara pun mengambil peralatan bersih-bersihnya menuju keatas mengabaikan semua peringatan Ronny yang melarangnya bekerja.
"Aduh kok capek banget ya, pada hal kan baru kamar ini dan ruang kerja saja yang selesai ku bersihkan." ujar Clara yang tampak ngos-ngosan karena kelelahan.
"emm... bau tubuhnya tertinggal disini."ucap Clara sambil memeluk dan mencium bantal yang biasanya ronny gunakan, "Ah... rasanya nyaman sekali."
"Lebih nyaman kalau kau langsung memeluk ku Clara." tiba-tiba suara Ronny pun mengejutkan Clara.
Clara yang terkejut pun langsung bangkit, dan dengan posisi masih duduk diatas tempat tidur sambil memeluk bantal Ronny, Clara yang terlihat salah tingkah pun bertanya,"Ka... kapan kau datang? Kenapa tidak mengetuk pintu terlebih dahulu?.
"Aku baru saja pulang, pintu kamarnya terbuka jadi aku langsung masuk."ujar Ronny.
"Walaupun pintunya terbuka seharusnya kau juga tidak langsung masuk begitu," protes Clara.
"Jangan lupa Clara ini kamar ku, tidak masalahkan kalau aku langsung masuk."
Clara pun hanya bisa diam dan tidak tahu harus berbuat apa karena apa yang Ronny katakan benar kalau ini kamarnya.
Melihat Clara hanya diam dan tidak berani menatapnya, Ronny pun berjalan mendekati Clara.
"Kenapa kau salah tingkah seperti itu Clara? Apa karena ketahuan oleh ku telah..." Ronny pun mengantung ucapannya dan naik ketempat tidur sambil lebih mendekatkan tubuhnya ke Clara.
"A... aku, aku..." jawab Clara gugup.
"Aku apa Clara, kenapa kau tidak meneruskan ucapan mu Hmm..." ucap Ronny pelan sambil lebih mendekatkan wajahnya kewajah clara. bahkan kini kening mereka pun sudah saling bersentuhan.
"Aku... " belum selesai Clara berbicara Ronny pun sudah menempelkan bibirnya ke bibir Clara dan menciumnya dengan lembut.
Clara yang terbawa suasana pun tak kuasa menolak ciuman Ronny, tanpa sadar ia pun membuka mulutnya dan membalas ciuman ronny.
Karena mendapat balasan dari Clara Ronny pun semakin bersemangat menciumi bibir Clara, ciuman yang awalnya lembut pun sudah terlihat semakin memanas.
Beberapa saat kemudian dengan nafas terengah-engah Ronny pun melepas ciuman nya di bibir Clara dan berpindah ke leher jenjang Clara. Dengan penuh napsu ia pun meninggal kan jejak merah di leher putih Clara. tidak puas hanya meninggalkan tanda merah, tangan Ronny pun turun menyingkap kaos Clara, dengan lembut ia pun membelai pinggang dan perut ramping Clara.
Baru saja tangannya hendak naik lebih ke atas lagi. Ronny pun terpaksa menghentikan kegiatannya.
"Huek... " Clara yang tiba-tiba merasa mual pun mendorong tubuh Ronny dan berlari ke kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya.
"Sial, gagal deh." umpat Ronny sambil mengacak-acak rambutnya karena gagal menyalurkan hasratnya.
Tidak lama kemudian Clara pun keluar dari kamar mandi dengan lemas.
"Kau tidak apa-apa Ra." tanya Ronny.
"Aku tidak apa-apa kok." jawab Clara.
"Bukankah sudah ku katakan Clara, jangan bekerja dulu. Sekarang lihat akibatnya kau sakit lagikan," omel Ronny.
"Iya maaf."
"Kalau begitu kita turun makan saja. Jangan sampai perut mu kosong lagi."ajak Ronny.
"Tapi tadi aku belum masak."ucap Clara
"Tenang saja, aku sudah membelinya tadi, yuk turun." Ronny pun menarik Clara turun ke bawah tanpa menunggu persetujuan Clara.