
"A apa yang kau bilang tadi Clara?" tanya Ronny yang tak yakin dengan apa yang ia dengar.
"Ini salah mu bodoh, kalau kau tidak membuat ku hamil, aku tidak akan seperti ini." ujar Clara sambil tersenyum menatap Ronny.
"Hamil?"
"Ya Ronny aku hamil, dan kau akan menjadi seorang ayah Ronny."
"Benarkah clara?" tanya Ronny yang masih merasa tak yakin.
"Ya, tentu saja."
Ronny pun langsung mengecup bibir Clara berkali-kali dan memeluknya bahagia.
"Terima kasih Clara, Rasanya aku masih tidak percaya kalau aku akan menjadi seorang ayah." ujar Ronny dengan sangat bahagia sampai ia pun meneteskan air matanya.
"Sekarang kau ingin makan apa Clara bukan kah tadi kau bilang kalau kau sangat lapar?" tanya Ronny tak sabar.
"Apa saja asal jangan ikan itu."
"Baiklah, aku akan segera memasaknya untuk mu." Ronny pun buru-buru kembali kedapur untuk memasak tapi kemudian ia kembali berbalik.
"Maaf Clara, tapi kulkasnya sekarang kosong." ujar Ronny.
"O iya, aku lupa kalau aku belum berbelanja."
"Jadi sekarang bagaimana Clara, apa kau ingin makan diluar."
"Baiklah, kita makan diluar. Tapi nanti kau tetap harus memasak untuk ku, karena bayi kita sangat menginginkan nya." Clara pun mengelus perutnya yang masih rata.
"Tentu Clara, apa pun yang kau dan anak kita inginkan aku pasti akan memenuhinya. Sekarang ayo kita pergi, aku tidak ingin anak kita kelaparan."
Ronny dan Clara pun keluar dari apartement dan mencari restoran terdekat.
"Makanlah yang banyak Clara." Ronny pun menyendokan banyak sayur ke piring Clara.
"Sudah Ronny, aku tidak mungkin makan sebanyak itu." protes Clara.
"Iya, aku hanya ingin kau dan anak kita sehat Clara." ujar Ronny perhatian.
Tidak lama kemudian pun ponsel Clara berbunyi.
Dan saat Clara melihatnya Bima lah yang menelepon nya.
"Siapa Clara?" tanya Ronny.
"Bima."
"Untuk apa dia menelepon mu, menganggu saja." ujar Ronny kesal.
"Diamlah Ronny aku akan mengangkatnya." perintah Clara yang kemudian menjawab panggilan Bima.
"Hallo Bim, ada apa?" tanya Clara.
"Pak Ronny ada bersama kamu Ra?"
"Ya dia bersama ku."jawab Clara.
"Kalau begitu Kenapa dari tadi dia mematikan ponselnya, Winda sudah mencoba menghubunginya berkali-kali tadi."
"Memangnya ada apa Bim?"
" Ada rapat penting jam tiga sore ini Ra, tapi Pak Ronny sampai sekarang tidak ke kantor juga. Jadi Winda pun menghubungi ku, padahal aku sedang sakit dan tidak masuk kantor hari ini."
"Baiklah aku akan segera menyuruhnya pergi ke kantor, tapi kamu baik-baik aja kan Bim?" tanya Clara khawatir.
"Baik-baik aja Ra, cuma sakit perut karena bekal yang Pak Ronny kasi kemarin." jelas Bima.
"Pantesan Ronny baik-baik saja, jadi bekalnya dia kasi ke Bima kemarin." batin Clara.
"Emm baiklah kalau begitu, sekarang beristirahatlah." Clara pun menutup sambungan telepon Bima.
"Ngapai si Bima nyariin kamu Ra?" tanya Ronny.
"Jadi kalau bukan nyariin kamu Ra, Bima nyariin siapa?"
"Dia nyariin kamu, ada rapat jam tiga sore nanti tapi kamunya gak pergi ke kantor dan gak bisa di hubungi. Jadi winda minta tolong Bima buat nyariin kamu, pada hal Bimanya juga lagi sakit." terang Clara.
"Oh iya, aku lupa Ra kalau hari ini ada rapat penting dan ponsel ku juga mati dari semalam." ujar Ronny.
"Ya udah cepatan pergi sana." usir Clara.
"Iya aku akan pergi, tapi aku akan mengantar mu pulang dulu ya Ra.
Kemudian Ronny pun pergi ke kantor setelah mengantar Clara pulang ke apartementnya terlebih dahulu.
***
Sore harinya setelah semua pekerjaan nya selesai, Ronny pun bergegas pulang agar dapat segera menemui Clara yang sudah ia rindukan kembali.
"Apa yang kau bawa itu Ronny? tanya Clara saat melihat Ronny pulang dengan tangan yang penuh dengan bungkusan.
"Ini makanan yang ku beli untuk mu tadi di perjalanan pulang." ujar Ronny.
"Makanan? Tapi kenapa sampai sebanyak itu Ronny?" tanya Clara heran.
" Aku tidak mau sampai kau kelaparan Clara, bukankah orang bilang kalau ibu hamil itu mudah lapar."
"Ya, tapikan gak sebanyak ini Ron." protes Clara.
"Tidak apa-apa Clara, sekarang makanlah."
Ronny pun mulai membuka semua bungkusan yang ia bawa. Ada Martabak mesir, martabak manis, putu bambu, tahu isi, roti bakar, dan batagor.
"Aku benar-benar tidak bisa menghabiskan semua ini sendiri Ronny, jadi kau harus membantu ku menghabiskan nya." ujar Clara.
"Baiklah aku akan membantu mu menghabiskan nya." kemudian mereka pun mulai memakan makanan yang Ronny beli tadi, tetapi karena makan yang Ronny beli memang terlalu banyak jadi mereka pun tetap saja tidak dapat menghabiskan nya.
"Ah... , aku kenyang sekali." Clara pun bersandar di kursi sambil memegang perutnya yang kekenyangan.
"Tapi aku masih lapar Ra." ujar Ronny.
"Kalau begitu habiskan lah, aku sudah benar-benar tidak sanggup lagi."
"Bukan makanan ini yang ingin ku makan Ra."
"Lalu kau ingin makan apa? tanya Clara.
"Aku ingin makan kamu Ra." Ronny pun langsung bangkit dan mengendong Clara untuk membawanya ke kamar atas. Clara yang tidak menyangka Ronny akan melakukan itu pun hanya bisa menjerit karena terkejut.
"Kau bau Ronny, mandilah dulu." ujar Clara saat Ronny hendak menindihnya.
"Aku gak bau kok Ra, mandinya nanti saja sekarang aku sudah benar-benar lapar dan ingin memakan mu." tolak Ronny.
"Gak mau, pokoknya kamu mandi dulu Ronny. Cepat pergi sana" usir Clara sambil mendorong tubuh Ronny.
"Baiklah, kalau begitu aku akan mandi sekarang." dengan malas Ronny pun beranjak pergi menuju ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi, Ronny pun segera menuntaskan hasratnya yang sudah tertunda dari tadi siang. Bahkan Ronny pun melakukan nya sepanjang malam dan berkali-kali sampai Clara pun kewalahan di buatnya.
"Sudah Ronny, aku benar-benar capek." tolak Clara yang baru saja hendak tertidur setelah kegiatan mereka tadi tetapi Ronny malah kembali mulai memeluk dan mencumbunya kembali.
"Sekali lagi ya Ra." bujuk Ronny.
"Gak mau, dari tadi kamu bilang sekali lagi tapi apa, kamu akhirnya tetap melakukan nya sampai berkali-kali."
"Kali ini benar yang terakhir Clara." pinta Ronny.
"Aku gak mau Ronny, sekarang aku mau tidur karena sudah benar-benar mengantuk dan lelah. Lagian kamu gak kasian sama anak kita." tolak Clara lagi.
"Baiklah, kalau begitu beristirahatlah." Ronny pun mengecup bibir Claraa singkat lalu berpindah mengecup perut Clara yang masih rata.
"Baik-baik ya di dalam perut mama ya sayang." ujar Ronny di perut Clara sebelum akhirnya tidur sambil mendekap Clara dalam pelukan nya.