Divorce

Divorce
34



"DARI MANA SAJA KAU CLARA."


Suara jeritan Ronny yang penuh emosi pun mengejutkan Clara. Barang belanjaan yang berada di tangan nya tadi punsudah berserakan jatuh ke lantai sekarang.


"A..aku tadi habis dari super market membeli barang barang kebutuhan apartement yang sudah habis."


"Dengan siapa kamu pergi.


kalau hanya ke super market kenapa bisa sampai pulang semalam ini ha..."


"Aku pergi ke supermarket bersama Bima.


Tadi setelah dari supermarket kami singgah untuk makan malam terlebih dahulu."


"Ha ha ha..


Makan malam bersama Bima.


Sebenar nya ada hubungan apa di antara kalian berdua?"


"Kami hanya teman Ronny."


"Teman?


ha..ha..ha...


ya.. aku tahu, kalian adalah teman yang menghabiskan waktu nya bersama dengan bahagia.


Pantas saja sejak tadi aku tidak dapat menghubungi mu, ternyata kau sedang menikmati kencan mu bersama Bima. kau mematikan hp mu karena takut aku menganggu kencan mu kan Clara?" ujar ronny dengan nada yang terdengar mengejek.


"Apa maksud mu berkata seperti itu.


Hp ku tadi lowbet, aku lupa mencharger nya tadi siang. Lagi an kenapa rupanya kalau aku keluar bersama Bima. Kau juga tidak berhak mencapuri urusan pribadi ku."


"Ya, kau benar, aku tidak berhak mencapuri urusan pribadi mu. Maaf, aku lupa kalau kita berdua tidak terikat dalam hubungan apa pun saat ini. Percuma saja aku menunggu dan mencemas kan mu clara."


Setelah berkata seperti itu, ronny pun memilih pergi menuju ke kamar nya.


sementara Clara yang melihat Ronny pergi meninggalkan nya pun terduduk lemas di lantai.


sikap ronny yang seperti itu terhadap nya membuat nya sakit hati saat ini.


"Dari dulu kau tidak pernah berubah, selalu se enak nya sendiri kalau berbicara. Kau tidak pernah mempedulikan perasaan ku."


Setelah merasa lebih tenang, Clara pun bangkit dan membereskan belanjaan nya yang berserakan di lantai.


"Untung tidak ada yang rusak, sebaik nya aku segera menyimpan nya"


Clara pun berjalan ke dapur untuk menyimpan belanjaan nya tadi, tetapi langkah nya terhenti saat melewati meja makan.


"Kenapa makan malam nya masih belum di sentuh?


Jangan jangan dia menunggu ku dan melewatkan makan malam nya."


Rasa bersalah pun muncul di hati Clara.


Dia menyesal tidak memberi tahu Ronny kalau dia akan pergi keluar, sehingga membuat Ronny harus menunggu nya.


Clara pun bergegas membereskan semua belanjaan nya. Lalu setelah selesai ia pun segera memanaskan lauk makan malam yang telah dingin tadi dan membawa nya ke Ronny yang sedang berada di kamar nya.


"Tok.. tok.. tok.. " Clara mengetuk pelan pintu kamar Ronny.


Karena tidak ada jawaban dari Ronny, Clara pun membuka pintu kamar Ronny yang tidak terkunci.


Saat Clara masuk, Ronny pun menarik selimut nya berpura pura tidur. Clara yang mengetahui kalau Ronny sedang berpura pura tidur pun tetap masuk ke dalam. setelah meletak kan makanan yang di bawa nya di meja kecil yang berada di samping tempat tidur Ronny.


Clara pun duduk tepat di samping ronny tidur.


"Aku tahu kalau kau sedang berpura pura tidur Ronny. Bangun dan makanlah, aku tau kau belum makan malam dari tadi."


"Aku tidak lapar.


aku ingin tidur sekarang, pergilah.. "


"Benar kau tidak lapar?"


"ya, aku tidak lapar, pergi lah... "


krukk.. krukk.. krukk.


clara pun tersenyum saat mendengar suara perut ronny, ia tahu kalau ronny sedang ngambek pada nya saat ini.


"Sayang sekali, pada hal aku sudah bersusah payah memasak dan memanaskan nya tadi. kalau begitu, dari pada terbuang lebih baik aku saja yang menghabis kan semua nya."


"Bukankah kau habis makan malam bersama Bima. Apa makanan yang dia belikan tidak cukup membuat mu kenyang."


berhenti bertengkar, dan makan lah.


Untuk masalah tadi aku minta maaf, karena tidak memberi tahu mu terlebih dahulu kalau aku akan pergi keluar."


Ronny pun terdiam sesaat mendengar Clara meminta maaf pada nya.


"Kau tahu Clara.


Tadi aku sangat cemas dan takut, saat tidak dapat menemukan keberadaan mu di sini.


Aku pikir kau telah pergi meninggalkan ku lagi Clara."


"Tidak mungkin aku meninggalkan mu Ronny.


aku masih terikat kontrak kerja dengan mu. Aku tidak bodoh, sampai harus melanggar kontrak dan membayar mu untuk uang pembatan kontak."


Walau kecewa dengan jawaban Clara setidaknya Ronny bisa bernapas lega karena Clara tidak dapat pergi dari nya selama masih terikat kontrak kerja dengan ny.


"Makanlah Ronny..


Kalau tidak kau bisa sakit nanti"


"Aku baru mau makan kalau kau yang menyuapi ku."


"Baik lah.


Ayo.. bayi besar ku, buka mulut mu"


Ronny pun menghabiskan makan malam nya dengan di suapi oleh Clara. rasa marah nya tadi telah hilang dan berganti dengan sebuah senyum indah yang menghiasi wajah tampan nya.


"Sudah habis..


sekarang kau sudah kenyang kan"


"Ya, aku sudah kenyang"


"Kalau begitu aku keluar dan beristirahat."


"emm baik, aku juga sudah mengantuk"


"Kau baru siap makan Ronny.


Ingat jangan langsung tidur, itu tidak baik untul kesehatan mu."


"Kalau begitu kau temani saja aku di sini.


pasti aku tidak akan tidur, atau mungkin kita bisa berolah raga sebentar." jawab ronny dengan senyum nya yang berusaha mengoda clara.


"Apa yang sedang kau pikir kan, dasar brengsek." Clara melempar ronny dengan bantal yang di raih nya, lalu berlari keluar dari kamar ronny.


"Aah... piring kotor nya tertinggal.


semua gara gara si Ronny brengsek itu. "


ujar clara kesal yang baru teringat kalau ia meninggal kan piring kotor itu di kamar ronny.


Dengan malas pun Clara terpaksa kembali ke kamar Ronny untuk mengambil piring kotor itu.


"Ceklek... "


Clara pun membuka dan masuk ke kamar Ronny tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Kenapa kembali Clara.


Apa sekarang kau berubah pikiran dan ingin menemani ku"


"Jangan bermimpi.


Aku hanya ingin mengambil piring kotor yang tertinggal. Jawab clara dengan ketus dan langsung keluar dari kamar Ronny.


"Kalau sedang marah seperti ini, kau terlihat mengemaskan sekali clara. Kalau saja saat ini kita masih suami istri pasti akan bahagia sekali rasa nya. Apa yang harus ku lakukan agar kau kembali kepada ku clara."


"emm.. Seperti nya aku harus menyingkirkan batu kerikil yang mencoba merebut mu dari ku terlebih dahulu. tapi bagai mana cara aku menyingkir kan nya."


"Apa sebaik nya aku memecat nya saja..."


"tidak tidak..


selama ini dia bekerja dengan sangat baik.


tidak mungkin aku memecat nya tanpa alasan yang jelas."


"Sepertinya aku harus membuat nya tahu kalau Clara adalah milik ku, dan tidak ada seorang pun yang merebut nya dari ku"