Divorce

Divorce
16



ronny memulai usaha nya dengan menggunakan sebagian uang tabungan nya.


karena usaha nya membutuh kan modal yang cukup besar.


ronny memutus kan bekerja sama dengan teman nya.


awal nya semua nya berjalan lancar.


tetapi kemudian, hal yang tidak di sangka nya pun terjadi.


teman ronny tiba tiba saja menghilang.


semua uang yang ronny tanam sebagai modal juga ikut raib bersama teman nya itu.


disini lah awal mula kehancuran rumah tangga nya.


karena ronny telah kehilangan modal dan rekan bisnis nya, ia pun kesulitan menjalan kan usaha nya.


bukan hanya itu, bahkan sekarang dia masih harus menanggung hutang dari usaha kecil nya itu.


clara yang awal nya hanya fokus sebagai ibu rumah tangga sekarang pun harus ikut mencari uang untuk menopang kehidupan mereka.


sekarang clara bekerja di sebuah butik sebagai seorang pelayan.


saat bekerja di butik itu lah clara mengenal dita.


dita yang saat itu masih seorang mahasiswa memilih bekerja karena iya tidak ingin terlalu bergantung dengan pemberian orang tua nya.


dita tidak berasal dari keluarga kaya raya, tetapi setidak nya keluarga nya adalah keluarga yang masih berkecukupan dan mampu membiayai pendidikan nya.


karena keadaan ekonomi meraka yang sulit, clara dan ronny pun mulai sering terlibat dalam pertengkaran.


clara yang awal nya hanya ibu rumah tangga sekarang harus membantu ronny menyelesai kam hutang usaha kecil nya dan juga menopang kehidupan mereka.


sekarang hampir semua biaya hidup mereka clara lah yang menanggung nya.


sebaik nya kamu berhenti dengan usaha mu itu ron....


lebih baik sekarang kamu fokus mencari pekerjaan dan bekerja lah seperti dulu.


ucap clara dengan emosi dia mulai lelah melihat ronny masih terus saja fokus ingin menjalan kan usaha nya yang telah gagal itu.


*bersabar lah clara...


mungkin aku gagal sekarang.


tapi aku yakin pasti ini akan segera berlalu.


mau sampai kapan?


sudah satu tahun kamu mencoba untuk bangkit kembali tapi apa hasil nya?


tidak ada kan*...


*kali ini pasti akan berhasil clara....


aku sedang mengusahakan investor untuk mau menanam kan modal nya di usaha ku.


dan kalau kali ini berhasil, usaha ku pasti akan berjalan lancar.


aku lelah ron...


sangat lelah...


kau sudah mengatakan itu berkali kali dan apa hasil nya.


kalau kau seperti ini terus. lihat saja nanti, aku pasti akan meninggal kan mu.


kali ini berbeda clara.


bersabar lah.


aku pasti akan membahagia kan mu.


clara sudah mulai lelah dengan sikap ronny.


dia kecewa dengan ronny yang selalu mementing kan dan tidak ingin menyerah dengan usaha nya yang telah gagal itu.


beberapa hari setelah pertengkaran itu clara pun harus menerima kekecewaan yang lebih besar lagi.


siang ini saat bekerja, clara menerima telepon dari radit kakak sepupu nya yang tinggal satu kota dengan ibu nya.


hallo clara....


iya kak radit, ada apa....


kamu harus segera kemari ra....


ibu mu masuk rumah sakit....


ada apa kak?


apa yang terjadi?


bagai mana keadaan ibu sekarang kak?


tanya clara dengan panik.


ibu mu kecelakaan ra...


keadaan nya sangat tidak baik sekarang.


sebaik nya kamu secepatnya kemari.


baik kak aku akan segera ke sana.


clara yang panik dan terus terusan menangis pun menelepon ronny.


tetapi berkali kali di telepon ronny tetap tidak menjawab telepon nya.


udah ra kamu tenang kan pikiran kamu dulu.


sebaik nya sekarang kamu berangkat duluan aja ra...


nanti kalau suami mu sudah bisa di hubungi, baru kamu suruh menyusul kamu kesana aja ra.


dita yang melihat clara yang panik dan tidak berhenti menangis pun berusaha menenangkan clara.


iya ta...


sebaik nya aku berangkat duluan deh.


makasih ya ta...


clara akhir nya dengan menaiki bus pun berangkat kembali ke kota kelahiran nya itu.


perjalanan nya pulang ke kampung halaman memakan waktu hampir tiga jam lama nya.


setelah sampai, clara pun langsung menuju rumah sakit tempat ibu nya di rawat.


kak radit...


ibu dimana kak....


bagai mana keadaan ibu ku kak.


clara yang baru saja sampai dirumah sakit, langsung memberi kan banyak pertanyaan saat bertemu kakak sepupu nya itu di rumah sakit.


ibu masih di ruang operasi ra...


dokter bilang keadaan ibu mu tidak baik.


seketika clara pun menangis dan terduduk lemas di lantai rumah sakit. ibu yang sangat ia sayangi sekarang tengah bertaruh nyawa diruang operasi.


*kamu harus tabah ra....


berdoa lah agar ibu mu bisa melalui cobaan ini.


ya kak, clara pasti berdoa untuk ibu....


tapi kak, bagai mana ibu bisa sampai kecelakaan seperti ini kak.


ibu mu ingin ke pasar untuk ber belanja seperti. tetapi saat dia ingin menyeberang jalan ada mobil yang menabrak nya.


ibu menjadi korban tabrak lari ra.


***


ronny yang baru saja selesai berbicara dengan calon investor untuk usaha nya pun terkejut saat mengecek hp nya.


banyak sekali panggilan tak terjawab dari clara.


ronny pun segera menghubungi clara kembali, tetapi kali ini panggilan telepon nya yang berkali kali tidak di jawab oleh clara.


ronny yang cemas pun langsung pergi ke butik untuk menemui clara.


sesampai nya ia di butik, ternyata clara pun sudah tidak berada disana.


dita yang melihat kedatangan ronny pun menjelaskan apa yang terjadi kepada clara tadi. setelah mengetahui apa yang terjadi, ronny pun langsung bergegas berangkat ke bandung untuk menyusul clara.


setelah beberapa saat di perjalanan ronny pun sampai di rumah sakit.


tetapi sayang nya ia terlambat.


sekarang ia hanya bisa melihat clara yang sedang meraung raung histeris di samping jenazah ibu mertua nya.


dengan perasaan sedih ronny pun segera mendekati dan memeluk clara.....


maaf...


maaf, aku datang terlambat ra....


maaf kan aku.....


clara pun hanya menangis dan memukul mukul dada ronny melampias kan rasa kecewa nya pada suaminya itu.


tidak ada sepatah kata pun yang ter ucap dari bibir nya.


orang yang seharus nya berada disisinya saat ia benar benar membutuh kan, malah tidak dapat di hubungi di saat saat penting seperti ini.


***


pemakaman ibu clara pun baru saja di selesai dilaksanakan.


kak radit...


ya, ada apa ra.


setelah pemakam selesai clara langsung menghampiri radit untuk berbicara.


maaf kak.


clara belum bisa ganti uang kak radit yang terpakai untuk biaya operasi dan rumah sakit ibu.


gak apa apa ra...


aku ikhlas kok ra bayar semua itu.


ibu mu sudah ku anggap ibu ku sendiri juga ra.


clara gak mau nyusahin kak radit lagi.


nanti setelah rumah ibu terjual, uang kak radit akan segera clara ganti kak.


kok di jual sih ra...


rumah itu kan satu satu nya peninggalan ayah mu ra.


banyak kenangan orang tua mu di sana.


clara tau kak.


tapi itu satu satu nya cara biar bisa ganti uang kak radit secepat nya.


clara...


kan kak radit uda bilang, kakak gak permasalahin kok uang kak radit yang terpakai.


kak radit iklas ra.


gak bisa gitu dong kak.


biaya itu memang udah seharus nya tanggung jawab clara.


lagian sebentar lagi kak radit kan akan menikah.


clara gak mau sampai masalah uang ini merusak rencana pernikahan kakak.


ya udah gini aja deh...


sebelum nya kak radit kan memang sudah berencana uang itu mau dipakai buat beli rumah yang akan kak radit tempati setelah menikah.


karena uang kak radit terpakai dan rumah ibu mu juga gak ada yang tempati.


bagai mana kalau rumah itu kakak yang tempati saja.


tapi kak...


ini jalan terbaik ra....


kamu tetap bisa mengganti uang kakak, tapi nanti setelah kamu benar benar sudah punya uang dan tanpa harus menjual rumah peninggalan orang tua mu kan ra.


tapi kak...


apa calon istri kakak tidak keberatan.


kakak yakin dia pasti akan mengerti dan tidak akan keberatan ra...


terima kasih ya kak.


clara udah ngerepotin kakak.


gak apa apa kok ra.


yuk kita balik sekarang.


udah ditungguin suami kamu tuh dari tadi*.


akhir nya clara pun pulang ke jakarta di mana ia tinggal bersama suami nya.


dan mengenai hutang nya pada kakak sepupu nya pun tidak pernah dia cerita kan pada ronny.


clara ingin menanggung semua beban itu sendiri, ia tidak mau menambah beban ronny lagi.


dia tau hutang hutang usaha ronny sekarang saja sudah cukup memberat kan suami nya itu.


sedangkan ronny sendiri pun tidak pernah bertanya kepada clara bagai mana dia membayar biaya rumah sakit ibu nya.


sebenar nya bukan nya tidak ingin bertanya tetapi karena rasa sesal nya tidak dapat menemani saat saat terakhir ibu mertua nya, yang sudah di anggap nya sebagai ibu sendiri dan juga ia tahu, kalau ia telah mengecewa kan clara dengan kehadiran nya yang terlambat. ditambah usaha nya yang sedang mengalami masa masa sulit, membuat nya lupa kalau ada biaya rumah sakit yang harus clara tanggung.