
"Tentu saja aku harus membayar dita terlebih dahulu. Sudah terlalu lama aku berhutang padanya." ucap Clara yang tidak berpikir kalau Ronny akan penasaran bagai mana dia bisa berhutang kepada Dita.
"Kau berhutang kepada Dita juga?"tanya Ronny terkejut.
"Emm itu... " Clara pun bingung harus menjawab apa karena tadi ia tidak sengaja mengungkit hal yang tidak seharusnya di bahas di depan Ronny.
"Bagaimana kau bisa sampai berhutang kepada Dita juga Clara? tanya Ronny yang sudah tahu pasti kalau Clara memang berhutang kepada Dita, walau pun Clara belum mengiyakan nya.
"Itu urusan ku, kau tidak perlu tahu." jawab Clara.
"Aku akan membayarnya untuk mu. Jadi katakan berapa hutang mu kepada Dita." tanya Ronny lagi.
"Sudah ku katakan kau tidak perlu ikut campur urusan ku Ronny. kau bukan siapa-siapa bagi ku, jadi biarkan aku menyelesaikan urusan ku sendiri."
"Kau benar Clara aku bukan siapa-siapa bagi mu. Kalau begitu maaf karena aku sudah terlalu banyak mencampuri urusan mu." ucap Ronny yang tersinggung dengan ucapan Clara yang menyebutnya bukan siapa-siapanya Clara.
Akhirnya setelah lebih dari dua jam berada di perjalanan, merekapun tiba juga di Jakarta.
Sesampainya di parkiran apartement, Ronny yang sepanjang perjalan mendiami Clara pun turun dari mobilnya dan berjalan cepat meninggalkan Clara yang berjalan lambat di belakangnya.
"Kenapa lagi sih ni anak, Kok tiba-tiba jadi begini? perasaan saat masih di Bandung baik-baik aja deh." ucap Clara yang bingung dengan perubahan sikap Ronny padanya.
"Ah sudahlah, untuk apa aku terlalu memikirkan nya. Bukanlah lebih baik seperti ini juga." pikir Clara yang tidak ingin tahu kenapa sikap Ronny seperti itu.
Ke esokan hari nya.
Pagi ini Ronny yang sudah mendiami Clara dari semalam pun masih bersikap dingin kepada Clara.
"Kau ingin ku buatkan kopi Ronny?" tanya Clara, saat melihat Ronny turun dengan pakaian rapi siap untuk pergi bekerja.
"Tidak perlu, aku akan minum di kantor saja." jawab Ronny sambil berlalu pergi meninggalkan Clara ke kantor.
Sementara Clara yang melihat Ronny masih bersikap seperti itu hanya bisa menghela napas dan melanjutkan pekerjaannya.
***
Di kantor saat jam makan siang Clara seprri biasa mengantarkan makan siang untuk Ronny.
"Hai winda, hai Bima." sapa Clara.
"Baru datang Ra." jawab bima sementara winda yang terlihat jelas tidak menyukai Clara pun tidak membalas sapaan Clara.
"Iya nih Bim, pak Ronny nya ada?"tanya Clara.
"Mau antar makan siang ya Ra?"
"Iya nih Bim."
"Ya uda sini Ra bekalnya, tadi Pak Ronny berpesan kalau bekalnya di letak di sini aja dulu biar nanti kami yang antar kedalam." ucap Bima.
"Baiklah kalau begitu, ini bekalnya Bim." Clarapun menyerahkan bekal yang dibawanya kepada Bima.
"Setelah ini bisa kita keluar sebentar Bim?" tanya Clara setelah Bima menerima bekal yang dibawanya.
"Jangan deh Ra, Nanti kalau Pak Ronny bisa salah paham lagi lihat kita keluar berdua saja." tolak Bima yang tidak ingin bermasalah dengan atasannya itu.
"Baiklah kalau begitu." Bima akhirnya pun setuju keluar bersama Clara.
"Winda tolong antar bekal ini keruangan Pak Ronny ya." ucap Bima yang langsung pergi bersama Clara meninggalkan bekal yang di bawa Clara kepada Winda.
"Ish... dasar cewek gatel ngak Pak Ronny ngak Bima semua mau di embatnya." omel Winda yang tidak suka kepada Clara.
***
Di Rumah makan yang tidak jauh dari kantor. Bima dan Clara pun makan siang bersama.
"Aku harap kau tidak salah paham dengan hubungan ku dan Pak Ronny Bim. Walau kami pernah hidup bersama tetapi itu hanya masa lalu. Jadi ku mohon jangan mengatakan kepada siapa pun mengenai mengenai masa lalu kami ya Bim. Aku tidak ingin ada orang lain yang mengetahuinya." Ucap Clara yang telah mengetahui kalau Bima sudah sudah tau hubungannya dengan Ronny yang pernah menikah dari Dita yang meneleponnya semalam.
"Tenang saja Ra, aku pasti tidak akan menceritakan nya kepada siapa pun."
"Terima kasih ya Bim. Dan kau juga tidak perlu takut Ronny akan salah paham atau pun marah jika kau keluar dan berbicara dengan ku. Kita ini bertemankan Bim? Ronny tidak berhak mencapuri dengan siapa aku harus berteman, hubungan kami benar-benar hanya sebatas atasan dan bawahan saat ini.
"Tapi ra, Bukankah Pak Ronny ingin kalian kembali bersama?" tanya Bima.
"Iya benar, tapi kami sudah tidak mungkin bersama lagi Bim, jika kami kembali bersama maka kami hanya akan saling menyakiti kembali."
"Lupakan lah masa lalu Ra. Masa lalu dan masa depan tidak mungkin sama. Pak Ronny juga sepertinya masih sangat mencintai mu. sebaiknya jangan di sia-sia kan. ntar kamu bisa menyesal lo kalau sampai Pak Ronny di ambil orang." nasihat Bima.
"Ntahlah Bim, untuk sekarang sebaiknya gak usah di bahas dulu." ujar Clara yang tidak ingin membahas hubungannya dengan Ronny lagi.
Setelah itu Clara dan Bima pun tidak mengungkit Ronny lagi dalam pembicaraan mereka. Dan mereka pun lebih banyak membahas hubungan Dita dan Rian sampai mereka selesai makan siang dan kembali ke pekerjaan masing-masing.
***
"Selesai...
Akhirnya aku bisa istirahat juga" ucap Clara yang yang sudah menyelesaikan pekerjaan nya.
"Sebaiknya aku mandi dulu deh, Rasanya badan ini lengket sekali." Clara pun kemudian mandi di kamar mandi yang ada di kamarnya.
selesai mandi dan berpakaian ia pun merebahkan tubuhnya di kasur dan tertidur karena lelah.
Setelah beberapa saat tertidur Clara akhirnya pun bangun.
"Sudah jam berapa sekarang."ucap Clara sambil mencari keberadaan ponselnya.
"Ha... sudah jam delapan malam. Lama juga aku tertidur. tapi kenapa Ronny tidak membangunkan ku untuk makan malam." ucap Clara yang sudah terbiasa kalau Ronny mengajaknya makan malam bersama.
Clara kemudian pun keluar dari kamarnya. tetapi tidak tampak Ronny keberadaan Ronny disitu, bahkan makan malam yang di buatnya pun belum di sentuh sama sekali.
"Apa dia belum pulang?" Clara kemudian pun naik keatas memeriksa kamar dan ruang kerja Ronny dan benar saja Ronny juga tidak berada di sana.
"Kok tumben dia belum pulang jam segini."ujar Clara.
"ah.. sudahlah mungkin pekerjaan nya di kantor sedang banyak sehingga dia pulang terlambat hari ini." pikir Clara yang kemudian pun kembali turun kebawah.
Baru saja Clara sampai di bawah, pintu apartement pun terbuka.
"Kau baru pulang Ronny?" tanya Clara yang melihat Ronny baru saja pulang.