
Dalam perjalanan mereka ke supermarket. untuk mencairkan suasana agar tidak terasa terlalu kaku Bima pun mengajak Clara untuk mengobrol.
"Ibu Clara sebelumnya bekerja di mana." tanya Bima memulai pembicaraan.
"Saya dulu berkerja di restoran cepat saji xxx yang ada di daerah xxx Pak." jawab Clara
"Oh restoran xxx yang di sana ya.
Setahu saya lumayan ramai jugakan restoran itu."
"He he he...
Iya pak lumayan ramai restorannya."
"Ibu Clara lama bekerja di sana?" tanya Bima lagi.
"Lumayan lama juga sih pak, hampir tiga tahun lebih juga saya kerja di sana." jawab Clara.
"Hah cukup lama juga ya Bu"
"Ha ha ha...
Ya, begitu lah pak."
"Terus ibu Clara ini temannya si Rian ya?
kenal Rian di mana Bu?" Tanya Bima yang ingin mengenal Clara lebih dekat.
"Saya kenal Rian dari Dita Pak."
"Dita?
Dita itu tunangannya si Rian kan Bu." ujar Bima memastikan.
"Iya Pak Dita itu tunangannya Rian, kebetulan saya numpang dikontrakkannya Dita Pak, jadi sering bertemu dan kenal sama riannya juga Pak."
"Oh begitu...
Saya ini juga temannya Rian lo.
Dulu saya satu sekolah sama si Rian.
Oh ya kamu juga jangan selalu manggil aku dengan sebutan pak deh.
Panggil Bima saja, kayaknya kita juga seumurankan." Bima pun menjelaskan hubungannya dengan Rian.
"Ha ha ha...
Iya, kamu juga kayaknya gak usah panggil aku ibu Clara terus deh Pak, eh... maaf Bima." ucap Clara yang belum terbiasa harus memanggil Bima dengan namanya.
"Kamu boleh panggil aku Clara aja Bim."
Keduanya pun saling melempar senyum dan terdiam sesaat. sampai Bima kembali membuka percakapan.
"Kalau kamu tinggal sama tunangannya Rian, berarti kamu belum berkeluarga dong Ra." tebak bima
"Dulu sempat berkerluarga Bim. tapi sekarang uda ngak lagi." ucap Clara sambil tersenyum kepada Bima.
Bima yang terkejut pun terdiam dan tidak tahu haru berkata apa lagi saat tahu kalau ternyata Clara ternyata sudah pernah menikah. Ada rasa kecewa di hatinya.
dia tidak menyangka wanita secantik Clara ternyata adalah seorang janda.
Tapi untunglah, saat itu juga mereka sudah sampai di pakiran supermarket.
Sehingga rasa terkejut Bima saat tahu kalau Clara seorang janda tertutupi karena harus turun dari mobil dan masuk ke supermarket untuk berbelanja.
"Yuk turun Ra" ajak Bima setelah selesai memakirkan mobilnya.
"Emm ya" Clara pun ikut turun dari Mobil Bima dan masuk kedalam supermarket.
Begitu masuk supermarket mereka berjalan ke rak bagian sayuran. Tampak Bima yang sedang mendorong troli belanjaan berjalan di sisi Clara. Mereka pun memilih beberapa macam sayur sambil mengobrol dan bercanda. Bima yang sebelumnya terkejut dengan status Clara yang ternyata seorang janda pun sudah dapat mengendalikan dirinya. Sepertinya status janda Clara tidak membuat rasa tertarik Bima kepada Clara surut. Saat ini Bima sudah bertekat untuk dapat lebih mengenal dekat seorang Clara.
Setelah mengobrol sekarang Bima dan Clara sudah tampak mulai akrab tidak sekaku pertama sekali mereka bertemu tadi.
"Kamu yakin, sayurannya sudah cukup Ra?" tanya Bima.
"Kalau hanya untuk keperluan satu minggu ini sepertinya ini sudah lebih dari cukup Bim." jawab Clara.
Seperti nya aku mau membeli beberapa buah untuk pak Ronny." ajak Clara.
Kemudian mereka pun mendorong keranjang belanjanya dan berjalan ke bagian rak buah yang letaknya tak jauh dari rak sayur.
"Kamu tau ngak Bim.
Pak Ronny biasanya suka makan buah apa aja?"tanya Clara sambil memilih-milih buah.
"Kalau buah, aku gak tau deh pak Ronny suka nya buah apa Ra.
Tapi kalau aku sudah pasti semua buah yang kamu beli pasti aku suka. Ha ha ha..." canda Bima
"Ish...kamu ini Bim, masih sempat-sempatnya aja bercanda."
"Serius kok Ra apa yang kamu pilih pasti aku suka. Ha ha ha..."
"Udahan ah, becanda nya Bim nanti aku marah lo."
"Ha ha ha.. iya deh maaf.
seperti nya pelayan pak Ronny yang sebelum nya pernah Berkerja dulu, pernah bilang kalau Pak Ronny sepertinya gak suka sama buah salak.
Soalnya setiap kali disediakan buah salak pasti ngak pernah di sentuh sama sekali sama pak Ronny."
"Tidak suka sama buah salak?"
Ronny yang ku kenal dulu juga paling tidak suka sama buah salak karena dia takut dengan kulit buah salak yang bersisik.
Apakah benar ini hanya semua hanya kebetulan?
Mereka memiliki nama yang sama, bahkan buah yang tidak di sukai mereka pun sama
Tidak mungkinkan kalau mereka berdua itu orang yang sama.
Ah... sudahlah Clara.
Apa yang sedang kau pikir kan, ini semua pasti benar hanya sebuah kebetulan semata
Mereka pasti adalah dua orang yang berbeda"
"Jadi mau beli buah apa nih Ra? Kok malah melamun." pertanyaan Bima pun menyadarkan Clara dari lamunannya.
"Emmm oh ya...
Sepertinya aku akan memilih beberapa macam buah untuk dibeli Bim." ucap Clara sambil memilih-milih buah
Beberapa saat kemudian tampak troli yang sedang didorong oleh Bima sudah mulai penuh dengan beberapa buah seperti apel, jeruk, buah naga dan terong belanda. Dia berencana buah-buah tersebut akan diolahnya untuk dijadikan jus nanti.
Setelah memilih buah-buahan Clara juga membeli beberapa ekor ikan, cumi-cumi, udang, ayam, dan keperluan lain yang di butuhkannya.
"Apa kamu yakin ini sudah cukup Ra?
gak ada yang kurangkan."tanya Bima.
"Gak kok Bim, buat seminggu ini sudah lebih dari cukup kok." jawab Clara yakin.
"Baiklah, kalau begitu sekarang kita kasir untuk membayar semua belanjaan ini ya." ajak Bima
Setelah selesai membayar mereka pun segera kembali ke apartement.
Sesampainya mereka di parkiran apartement, Bima pun membantu Clara membawa belanjaan yang telah dibeli di supermarket tadi ke unit apartement atasannya. Lalu ia pun segera kembali ke kantor untuk bekerja.
Sedangkan Clara sekarang harus disibukkan dengan membereskan dan menyimpan barang-barang yang mereka beli tadi ke dalam kulkas.
"Sekarang tinggal masak makan malam.
Sebaik nya aku masak apa ya." pikir Clara sambil memandangi isi kulkas yang baru saja selesai ia bereskan.
"Masak ayam goreng dan sayur asam aja deh.
Plus jangan lupa sambal belacan nya ya Clara he he he." ujar Clara mengingatkan dirinya sendiri.
Clara pun menyelesaikan semua pekerjaan nya pada pukul enam kurang lima belas menit. Setelah yakin semua nya sudah beres Clara pun beranjak untuk pulang.
"Semoga kamu suka dengan makanan nya ya Ronny." Clara berguma sendiri dengan raut wajah yang tampak sedih. Hari ini hatinya harus kembali terluka dengan mengingat dan merindu kan orang yang masih dicintainya sampai saat ini. Bahkan semua masakan yang di masaknya saat ini, membuatnya merasa kalau dia sedang memasak untuk pria yang masih sangat dicintainya itu. Semua menu masakan yang di masak nya hari ini, merupakan salah satu kesukaan mantan suaminya saat mereka masih hidup bahagia bersama.