
Clara sedang membanting dan mengulen adonan donatnya.
walau pun sebenarnya hari ini cukup melelahkan bagi Clara, jadi setelah beristirahat sebentar dan makan, Clara pun melanjutkan kegiatan nya membuat kue untuk dititip kan nya ke warung seperti biasanya.
Hari ini dia berencana membuat donat paha ayam.
Saat sedang asik-asiknya membanting banting adonan donat, Dita yang baru pulang pun datang menghampirinya.
"Mau buat donat Ra?" tanya Dita
"Eh iya nih Ta.
Kamu baru pulang ta." jawab Clara.
"Iya Ra, aku baru pulang tadi diantar Rian.
Sekarang aku mandi dulu ya Ra.
Nanti baru aku bantuin kamu" ujar Dita
Setelah selesai mandi, Dita pun kembali menghampiri Clara yang sudah selesai membanting adonan donatnya.
"Sudah selesai Ra." tanya Dita saat melihat Clara membereskan barang-barang yang digunakan.
"Sudah Ta, tinggal didiamkan sebentar nanti baru di bentuk." ujar Clara.
"Kamu buat kue apa aja Ra buat di jual besok?"
"Kali cuma buat donat aja Ra."
"Tumben biasa buat dua macam."
"Aku capek banget hari ini ta.
kepinginnya besok bisa bangun siangan dikit." Terang Clara.
"Loh..., kenapa?
kok bisa sampai kecapekan seperti ini." ujar Dita heran karena tidak biasanya Clara mengeluh.
Lalu Clara pun menceritakan apa saja yang di kerjakannya hari ini kepada Dita.
termasuk saat dia bertemu dengan Winda dan apa yang di lakukan Winda kepadanya juga turut diceritakan.
"ish..., kenapa ngak kamu gampar aja sih mulutnya Ra." Dita pun tampak kesal setelah mendengar cerita Clara.
"Aku gak mau cari masalah Ta."
"Kan dia yang mulai, kalau kamu diamin gini tar makin ngelunjak dia nya."
"Ngak usah deh Ta. "
Aku juga males nanggapin nya.
Kalau aku tanggapi nanti kan gak enak juga sama atasan ku nanti Ta."
Apa kata atasan aku lagi nanti kalau sampai bertengkar dengan sekertarisnya.
Yang iya aku nanti di pecat atasan ku lagi Ta." Clara pun menrangkan alasannya tidak mau Ribut dengan Winda.
"Iya juga sih Ra....
Sayang kalau harus dipecat gara-gara mak lampir itu."
"Iya kan, mana gaji aku disini besar lagi.
Mau Kemana lagi aku cari kerjaan dengan gaji sebesar ini, aku nya juga cuma tamatan sma juga Ta."
"Iya, kalau gitu kamu yang sabar aja deh Ra." ujar Dita membesarkan hati Clara.
"Trus si Bima gmana setelah kejadian tadi, masih ada hubungin kamu ngak?"
"Ada tadi sepulang kerja dia sms aku.
Cuma aku malas nanggapin nya Ta."
"Kamu ini selalu aja gitu kalau ada cowok yang deketin.
Kamu itu masih muda lo Clara sayang, masih cantik. Jangan di sia-siakan deh tu anak, tar nyesel lo." Nasihat dita.
"Ah udah deh ngak usah ngomongin si Bima trus. Aku mau lanjut buat donat nih, mau bantu in gak?" ujar Clara yang malas mendengar ocehan Dita.
"Iya, iya, mana adonan nya?"
Lalu Clara pun melanjutkan kegiatan membentuk donat pada lidi-lidi yang sudah disiapkan dengan Dita yang turut membantu nya.
***
Di apartementnya Ronny sedang menikmati makan malam nya.
Dia sedang berpikir apa lagi yang harus di lakukan nya agar Clara akan kesulitan lagi besok.
Dia kembali mengambil memo kecil lalu menulis kan sesuatu disana.
Selesai menulis dia pun pergi keruang kerjanya.
Disana dia mengambil beberapa berkas berkas yang sudah tidak terpakai dan merobek-robek berkas itu dan membuangnya kesembarang tempat.
Pakaian- pakaian itu di buatnya kusut dan juga di campakan nya ke sembarangan tempat.
Ronny pun tersenyum jahat memandang hasil kerjanya.
"Lihat saja besok Clara.
Pekerjaan mu tidak akan semudah yang kamu pikirkan.
Aku akan membuat hari-hari mu terasa sulit dan berat." ujar Ronny penuh kebencian.
Clara bagun agak siang dari biasanya.
Yang biasanya dia bangun saat langit masih gelap hari ini dia bangun pukul setengah tujuh pagi.
Bergegas ia mencuci muka, gosok gigi dan berganti pakaian.
Clara memang tidak langsung mandi.
karena banyak pekerjaan yang harus di kerjakan nya di pagi hari pasti membuat nya banyak ber keringat.
oleh karena itu dia selalu hanya mencuci mukanya saja.
Setelah semuanya selesai barulah ia mandi.
Sekarang Clara pun bersiap-siap membawa donat yang dibuatnya semalam ke warung-warung yang biasa dia titipkan kue.
Selain membawa donat sebenarnya Clara juga sekalian ingin mengutip uang hasil titipan kue-kue nya semalam.
Aetelah selesai semuannya Clara pun pulang kembali kekontrakan dan bersiap siap pergi bekerja.
***
Di Apartemet Clara baru tiba untuk bekerja.
walau sedikit berantakan tetapi hari ini ruang tamu dan dapur tidak seberantakan seperti semalam.
Hatinya pun sedikit lega hari ini.
Saat di dapur mata nya pun kembali melihat sebuah catatan kecil yang tertempel di kulkas seperti semalam.
Clara pun mengambil dan membaca catatan yang sengaja ditinggalkan Ronny untuknya.
To: Clara
Untuk makan malam aku tidak ingin menu yang sama dengan makan siang ku.
Clara pun menghela nafas saat membacanya. Bukan hanya karena permintaan bos nya itu tetapi juga karena berarti dia harus kembali bertemu Winda di sana.
"Ah sudahlah, bukankah semalam Bima bilang Winda sudah di peringati oleh Pak Ronny untuk tidak membuat keributan.
Pasti dia tidak akan berani macam-macam hari ini.
Sebaiknya aku mulai bekerja sekarang.
Clara pun mengambil peratan bersih-bersihnya dan naik kelantai dua.
Clara selalu memulai pekerjaannya dengan membersihkan lantai dua, dan yang selalu di bersihkan terlebih dahulu adalah kamar Ronny.
Clara membuka pintu kamar dan masuk. Semua nya masih terlihat wajar saat ia melihaf sekeliling.
Tetapi begitu dia menuju ke kamar mandi, Clara pun terkejut saat melewati ruang pakaian.
Pakaian-pakaian yang semalam masih tersusun dan tergantung rapi di lemari kini sudah tampak berserakan dilantai.
Bahkan laci-laci dan pintu lemari pakaian pun tampak terbuka memperlihatkan semua isinya.
Clara pun segera membereskan pakaian-pakaian itu dan memasukannya kekeranjang cucian.
Clara harus mencuci ulang karena pakaian-pakaian itu sudah kotor karena terletak di lantai.
Setelah Clara selesai dengan kamar Ronny, dia pun keluar dari kamar dan bermaksud untuk melanjutkan pekerjaan nya dengan membersihkan ruang kerja yang ada tepat di samping kamar.
Saat masuk kesana, kaki clara pun langsung lemas melihatnya.
"Sepertinya hari ini juga tidak mudah.
Sebenarnya ada apa dengannya?
Apa memang orangnya super berantakan seperti ini." tebak Clara.
Mereka memiliki nama yang sama tetapi sifat mereka berbeda.
Ronny ku tidak akan seperti ini, dia sangat pembersih dan rajin." ujar Clara yang tiba-tiba teringat akan mantan suaminya.
"Ah bodohnya aku, ngapai juga selalu mengingat dia.
Sekarang harus fokus kerja, jangan ingat yang macam-macam terus Clara.
Selesai membereskan lantai dua, Clara langsung turun kebawah dan memasukan pakaian-pakaian kotor itu ke mesin cuci. Selesai memasukan pakaian kemesin cuci untuk di cuci Clara pun ke dapur untuk mulai memasak.
"Hari ini sambel tempe dan semur ayam aja deh." ujar Clara memikirkan apa yang akan dimasaknya.
Dengan cekatan Clara menyelesaikan masakannya dengan cepat.
Dia pun menyusun makanan yang dibuatnya ke dalam kotak makan dan membawanya ke kantor Ronny.