Divorce

Divorce
48



"Nanti pulang aku jemput ya Ra." ujar Ronny setelah menurunkan Clara di tempat tempat pernikahan Rian dan Dita akan berlangsung.


"Baiklah" Clara pun kemudian masuk ke gedung resepsi di mana pernikahan Dita dan Rian akan diadakan.


Beberapa saat setelah janji pernikahan telah Rian dan Dita ucapkan.


Clara tampak kelelahan karena mondar mandir membantu jalannya pesta pernikahan Dita. Kepalanya saat ini pun mulai merasa pusing kembali. Sambil berpegangan pada sebuah meja Clara pun berdiri diam sambil memijit pelan pelipisnya.


"Kamu kenapa Ra? tanya Bima yang melihat Clara tidak sedang baik-baik saja.


"Gak apa-apa Bim cuma sedikit pusing." jawab Clara.


"Sebaiknya kamu istirahat aja dulu Ra.


Gak usah dipaksain kamu kan baru baik sakit," saran Bima.


"Iya Bim, aku akan istirahat dulu." Clara pun kemudian duduk di kursi yang berada tidak jauh dari situ dengan di papah oleh Bima.


"Aku tinggal bentar ya Ra, mau bantuin mereka dulu.


"Ya gak apa-apa Bim pergilah." ujar Clara yang kemudian di tinggal Bima sibuk membantu melayani para tamu undangan.


"Aduh kok bisa pusing banget gini ya.


Apa karena tadi pagi aku belum sarapan.


kalau gitu sebaiknya aku makan dulu deh mungkin nanti pusingnya akan hilang setelah aku makan." pikir Clara sebab ia sengaja tidak sarapan tadi pagi, karena selama beberapa hari ini ia akan selalu merasa mual dan muntah jika sarapan di pagi hari.


Sambil menahan pusingnya, Clara kemudian pun bangkit dan berjalan untuk mengambil makanan.


Baru beberapa langkah Clara melangkah matanya pun tiba-tiba terasa gelap. tidak lama kemudian ia pun jatuh tidak sadarkan diri.


Beberapa orang yang berada di dekatnya pun terkejut dan terlihat panik melihat Clara yang sudah tergeletak dilantai.


Bima yang tidak berada jauh dari situ pun segera berlari menghampiri Clara.


"Ra... Clara, sadar Ra..." Bima pun menepuk pelan wajah Clara berharap ia akan tersadar.


"Ada apa Bim? Tanya Dita yang baru saja datang setelah tahu Clara pingsan.


"Gak tau nih Ta.


Tadi sebelumnya dia bilang kalau dia pusing." ujar Bima.


"Ya udah Bim. Kalau gitu kamu bawa ke dokter aja sekarang." usul Rian yang juga datang bersama Dita tadi.


"Baiklah." Bima pun kemudian mengendong Clara masuk kedalam mobilnya dan membawa Clara ke rumah sakit terdekat.


Beberapa saat kemudian Clara pun tersadar dari pingsannya setelah dokter selesai memeriksanya.


"Aku ada dimana?" tanya Clara saat ia tidak mengenali tempat ia berada sekarang.


"Kamu ada di rumah sakit Ra tadi kamu pingsan." jelas Bima.


Clara pun terdiam mengingat apa yang terjadi tadi padanya. Tidak lama kemudian dokter pun datang.


"Bagaimana Bu apa sudah merasa lebih baik," tanya dokter kepada Clara.


"Sudah Dok, Saya sudah merasa lebih baik. Jadi sebenarnya saya sakit apa ya Dok, kok sudah beberapa hari ini saya selalu merasa pusing dan mual." tanya Clara.


"Ibu baik-baik saja kok, ini hal yang wajar terjadi jika seorang wanita sedang hamil muda." jawab Dokter mengejutkan Clara dan Bima.


"Apa? Saya hamil Dok?" tanya Clara tidak yakin dengan apa yang Dokter ucapkan.


"Iya benar, menurut hasil pemeriksaan saat ini Ibu Clara sedang hamil. Tapi kalau ibu ingin tau lebih jelas lagi, Ibu dapat memeriksakan nya kebagian obgyn yang ada di rumah sakit ini." jelas dokter itu.


"Tidak ada Dok." jawab Bima karena Clara terlihat bingung dan terdiam setelah mengetahui kalau saat ini ia sedang hamil.


"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu." ucap dokter itu pergi meninggal kan Clara dan Bima.


"Ra kamu baik-baik aja kan." tanya Bima khawatir melihat Clara hanya terdiam.


"Aku hamil Bim, sekarang aku harus bagaimana." ucap Clara sambil menangis dan terlihat bingung.


"Ini anak Pak Ronny Ra?" tanya bima pelan.


Clara yang tidak menjawab pun hanya mengangguk pelan.


"Kalau ini anak pak Ronny apa yang harus kau khawatirkan Ra? Pak Ronny pasti akan bertanggung jawab kepada kalian." ujar Bima.


"Ini tidak semudah yang kamu pikirkan Bim. Tidak mungkin kami kembali bersama lagi." tegas Clara


"Sudahlah Ra, aku tidak tahu apa yang sudah terjadi di masa lalu kalian. Yang aku tahu saat ini kamu sedang hamil, dan sebaiknya kamu jaga kondisi kesehatan kamu, jangan terlalu banyak berpikir." nasihat Bima yang melihat Clara terlalu banyak berpikir.


Beberapa saat kemudian, setelah mendengar apa yang Bima ucapkan, Clara pun terlihat sudah mulai dapat mengendalikan emosinya.


"Kamu sudah tenang Ra? tanya Bima.


Clara pun hanya diam dan kembali menganguk kan kepalanya.


"Kalau begitu sekarang kita ke bagian Obgyn aja ya, untuk memeriksa kondisi kehamilan kamu," ajak Bima.


"Ya, Baiklah," ucap Clara yang kemudian bangkit dan pergi kebagian obgyn bersama Bima.


***


Di bagian Obgyn.


"Mari bu kita periksa dedek bayinya," ucap dokter wanita yang memeriksa kandungan Clara dengan ramah.


Clara pun bangkit dari duduknya dan pindah keruangan yang ada di sebelah ruangan konsultasi.


"Bapaknya gak ikut lihat dedek bayinya" tanya dokter kepada Bima yang masih duduk di depan meja konsultasi.


"Maaf Dok, saya bukan suaminya." jawab Bima sambil tersenyum kepada sang dokter.


"Baiklah kalau begitu Bapak tunggu di sini sebentar ya." Dokter itu pun kemudian masuk keruang sebelah meninggalkan Bima yang menunggu di ruang konsul.


"Maaf bu, bisa di buka dulu gaunnya. Kita akan melakukan usg untuk melihat dedek bayinya"


Clara yang masih mengenakan gaun pesta tadi pun menuruti perintah dokter dan membuka gaunnya.


"Silahkan berbaring disini bu." perintah dokter itu dan dituruti oleh Clara yang kini hanya memakai dalaman nya saja.


Kemudian dokter itu pun menutupi bagian bawah perut Clara dengan selimut. Lalu mengoleskan gel ke perut Clara untuk bersiap memeriksa kandungan Clara.


"Nah ini dia dedek bayinya ya bu," tunjuk dokter kemonitor yang dapat dilihat oleh Clara.


"Ukurannya masih sangat kecil ya Bu, sekitar 0,12cm atau sebesar biji wijen. Dan untuk saat ini Organ-organ tubuhnya juga belum terbentuk, nanti kalau bulan depan ibu kembali lagi untuk memeriksakan nya, organ-organ tubuhnya baru dapat kita lihat dengan lebih jelas ya Bu"


Clara pun menatap takjub layar monitor yang ada di sampingnya dan mendengarkan dengan serius penjelasan dokter yang memeriksanya.


"kondisi kandungan Ibu saat ini juga cukup baik, Usianya masih sangat muda sekitar 4 sampai 5 minggu. Pada masa-masa ini wajar kalau Ibu akan lebih sering merasa pusing, mual dan mudah lelah ya Bu." jelas Dokter itu.


"Tapi Dok saya dulu juga pernah hamil tapi tidak pernah merasakan pusing dan mual sampai pingsan seperti sekarang ini dok."


"Itu bisa saja terjadi Bu, karena kondisi kehamilan pertama dan kedua tentu saja tidak sama. Jadi Ibu tidak perlu Khawatir ya." terang dokter itu membuat Clara merasa lebih tenang.