
Clara baru saja selesai menitipkan kuenya ke warung.
"La la la la..."
Karena sedang bahagia Clara pun bersenandung pelan dan
Dita yang melihatnya pun menggoda clara.
"Cie cie...
Ada yang lagi bahagia nih."
Clara pun hanya tersenyum menangapi Dita yang mengodanya.
"Bahagia karena apa nih.
Karena naik gaji apa karena Bima." goda Dita lagi.
Dita tahu kalau Bima sedang mendekati Clara karena sudah beberapa malam ini Bima selalu mengirim pesan atau sekedar menelepon Clara untuk sekedar menanyakan kabar dan apa yang sedang Clara lakukan
"Ish... kok Bima dibawa-bawa sih ta.
Yang pasti bukan karena dia la," protes Clara
"Karena Bima juga gak apa apa kok Ra.
Bima itu anaknya baik kok, coba kamu buka hati mu untuknya Ra." saran Dita
"Ish..., kamu ini Ta gak pernah berubah.
Aku sama Bima cuma temenan lo Ta.
Lagian aku juga baru kenal dia beberapa hari ini kan." ucap clara sambil menunjukkan wajah cemberutnya.
"Ya uda deh jangan ngambek." bujuk Dita.
"Siapa yang ngambek sih, biasa aja lagi."ujar Clara sambil memasukan beberapa potong kue kedalam kotak kecil.
"Nih..., aku ada sisain kue tadi, tolong berikan ke Rian ya Ta.sebagai ucapan terima kasih ku karena dia uda nolongin aku dapat kerjaan ini." Clara pun memberikan Dita kotak kecil yang sudah diisinya dengan beberapa potong kue kepada Dita.
Kue itu sengaja Clara titipkan kepada Dita. Karena Rian dan Dita bekerja ditempat yang sama.
dan setiap hari Rian juga lah yang mengantar jemput Dita saat pulang dan pergi bekerja.
"Trus yang satu itu buat siapa Ra? atau jangan-jangan itu buat Bima ya." goda Dita lagi saat melihat sekotak kue lainnya yang disiapkan clara tadi.
"Isshh... Mulai lagi deh.
Ini untuk atasan baru ku lo Ta, sebagai rasa terima kasih karena dia sudah mau mempekerjakan ku dengan gaji yang besar.
ha ha ha..." Clara pun tertawa karena merasa lucu dengan alasannya sendiri.
"Tin tin tin...:"
Suara klakson kereta dari depan kontrakan pun terdengar.
"Tu uda dijemput sama pangeran mu.
Cepetan sana tar jamuran lo dia nungguin kamu."
"Ha ha ha...
Iya, iya..., aku pergi dulu ya ra." Dita pun akhir nya pergi meninggalkan Clara yang sekarang sibuk bersiap-siap untuk pergi bekerja juga.
***
"Tit tut tit..., ceklek."
Pintu pun apartement pun terbuka setelah Clara menekan sandi kunci yang ada pada pintu apartement.
Clara berjalan masuk melepas sepatunya dan meletakan nya di rak sepatu, saat itu dia belum menyadari keadaan partement yang kacau balau saat ini.
"Ya tuhan, apa yang telah terjadi disini?" ujar Clara terkejut saat pandangan matanya mendapati ruang tamu yang terlihat seperti kapal pecah.
"Apa dia telah bertengkar dengan seseorang semalam? Kenapa bisa sampai seperti ini?" ujar Clara heran.
"Ah sudahlah, itu bukan urusan ku.
Sebaiknya aku segera membereskan kekacauan ini." Clara pun lalu berjalan ke ruang cuci untuk mengambil peralatan bersih bersih, dan untuk menuju keruangan itu, ia pun harus melewati dapur terlebih dahulu.
Belum habis rasa terkejutnya, sekarang Clara pun harus mendapati keadaan dapur juga tak jauh berbeda dengan ruang tamu yang terlihat kacau dan kotor.
Saat memperhatikan keadaan dapur yang kacau, tiba-tiba mata Clara tertuju pada secarik kertas kuning yang tertempel di pintu kulkas.
"Kertas apa itu?" Clara pun berjalan mendekat oertas itu dan membaca tulisan yang terdapat di kertas itu, seketika kaki Clara pun lemas membaca isi catatan itu.
"Ahhh..., banyak sekali pekerjaan yang harus ku kerjakan hari ini. Kalau tidak cepat-cepat ku kerjakan, pasti semua ini tidak akan selesai tepat waktu." ujar Clara frustasi.
"Sudahlah Clara, sekarang berhentilah mengeluh. Semua ini tidak akan bisa selesai hanya dengan kau yang terus-terusan mengeluh." ujar Clara pada dirinya sendiri.
Lalu Clara pun bergegas melakukan pekerjaan nya yang dimulai dengan membersihkan dapur terlebih dahulu.
Di dalam benaknyanya, Clara sungguh penasaran dengan apa yang terjadi dengan atasannya semalam.
Kenapa apartementnya sangat berantakan, dan kenapa juga atasannya itu minta diantarkan makan siang hari ini.
Tetapi semua rasa penasaran itu hanya bisa disimpan disimpanya dihati, tidak mungkin baginya bertanya dan mencampuri urusan atasannya itu. Yang bisa dilakukan nya sekarang hanya segera membereskan semua kekacauan ini.
***
Dapur yang kotor sekarang sudah selesai clara bersihkan. Sprei dan gorden kamar juga sudah clara ganti dengan sprei dan gorden yang bersih, sesuai permintaan atasannya. Sekarang dia tinggal bersiap-siap memasak makan siang untuk atasannya setelah selesai memasukkan sprei dan sarung bantal kotor ke dalam mesin cuci.
"Sebaik aku harus segera mulai memasak makan siang, kalau tidak sepertinya tidak akan bisa selesai tepat waktu.
Aku masih harus mengantarnya sebelum jam dua belas siang." ujar Clara.
Dengan cepat Clara selesai memotong wortel dan kentang. lalu sayur-sayur itu dimasukan nya ke dalam panci yang sudah berisikan potongan ayam kampung yang sedang di rebusnya.
Sambil menunggu sop ayam kampungnya matang, Clara melanjutkan memanggang dua ekor ikan yang telah dibumbuinya tadi menggunakan microwave karena di apartement tidak memungkinkan untuk memanggang menggunakan arang.
Sembari memasak sesekali Clara pun menyempatkan dirinya untuk mengecek cuciannya yang ia tinggalkan tadi.
Dan akhirnya semua itu dapat Clara selesaikan tepat waktu.
Makanan yang akan diantarkan, juga sudah Clara kemas rapi dikotak makan.
Di dalam kotak makan itu Clara juga tidak lupa memasukan kue-kue yang sudah dia siapkan tadi pagi sebagai ucapan terima kasihnya kepada atasannya.
Sesaat sebelum berangkat ke kantor, Clara pun tiba-tiba teringat kalau dia tidak tahu di mana kantor atasannya itu berada.
"Aduh, gimana nih...
Sekarang kemana harus ku antar makan siang ini?"ujar Clara binggung.
"Oh iya, kan bisa tanya sama Bima.
Kok lupa sih." Clara pun segera menelepon bima dan menanyakan alamat kantor atasannya itu.
Bima yang mendapat telepon dari Clara pun terlihat senang sekali karena Clara yang meneleponnya terlebih dahulu.
Sebab selama ini hanya Bima lah yang selalu menelepon atau pun mengirim sms terlebih dahulu kepada Clara.
"Hallo cantik." sapa Bima.
"Apaan sih Bim becanda melulu deh." protes Clara.
"Gak bercanda kok Ra, benerankan kamu itu cantik."
"Ah, uda deh bim. Aku mau tanya alamat kantor mu nih."ujar Clara
"Kenapa, Kamu mau kesini?" tanya Bima
"Iya, aku mau ngantar makan siang pak ronny nih. Tapi aku gak tau alamatnya Bim."jelas Clara.
"Yaa... kirain mau antar makan siang buat aku." Canda Bima.
"Eh..., tapi Ra. Sejak kapan Pak Ronny minta diantarin makan siang? Biasa juga gak pernah." tanya Bima heran.
"Kalau soal itu aku juga gak tau Bim.
Soalnya Pak Ronny cuma ninggalin catatan yang ditempel di kulkas, kalau aku harus mengantar makan siangnya ke kantor hari ini." jelas Clara.
"Iya deh, kalau gitu nanti aku kirim alamatnya ke kamu ya Ra."
"Cepetan ya Bim, aku buru-buru nih." pesan Clara.
"Iya cantik segera ku kirim nih." Bima pun kemudian menutup teleponnya.
Beberapa saat kemudian ,clara pun menerima sms yang berisi alamat kantornya dari Bima.
Dan ia pun bergegas menuju kantor untuk mengantar makan siang.
Sesampainya di kantor Clara pun menemui resepsionis yang berada di lobbi perusahan dan menyampaikan maksud kedatangannya.
"Selamat siang bu, ada yang bisa saya bantu?" sapa resepsionis itu.
"Siang mbak, saya pelayan yang bekerja di apartement Pak Ronny.
Maksud kedatangan saya kesini karena disuruh Pak Ronny mengantar makan siang nya mbak."jelas Clara.
"Maaf, nama ibu siapa?"
"Nama saya Clara mbak."
"Oh, kalau begitu ibu Clara tunggu sebentar ya. saya akan menghubungi sekertaris Pak Ronny dulu untuk menyampaikan maksud kedatangan Ibu."
"Baik Mbak."
Tidak lama kemudian resepsionis itu pun selesai menghubungi sekertaris Ronny.
"Ibu Clara bisa langsung kelantai delapan belas. Nanti disana ada sekertaris Pak Ronny yang akan mengambilnya." terang resepsionis itu.
"Baik mbak, terima kasih." Clara pun lalu menggunakan lift menuju lantai delapan belas.
Saat tiba di lantai delapan hanya terlihat dua meja kerja disana.
Satu meja kerja tampak kosong dan satu meja lagi tampak seorang wanita yang sedang menyelesaikan pekerjaannya.
Dan setelah memperhatikan sejenak Clara pun sepertinya mengenali siapa wanita itu.
Ya, wanita itu adalah Winda teman sekelas Clara saat berada di SMU dulu.
saat di SMU Winda sudah tidak menyukai Clara.
Dia selalu iri melihat prestasi yang Clara di sekolah. Dan yang paling membuat Winda tidak menyukai Clara adalah dikarenakan banyak teman pria yang menyukai Clara saat itu.