
"Terus apanya?" Tanya Alex dengan senyum menggodanya, lagi lagi membuat hati Sarah berdetak kencang.
"Istrinya?" Tanya Alex lagi dengan godaan yang membuat Rara sangat sangat kesal.
"Wahh.. Rara udah nikah nihh," timpal Angel dengan godaannya. Ya tuhann!! Bukan hanya teman temannya Kak Alex pun ikut menggoda Rara.
"Kok gue gak diundang,Ra?" Lanjut godaan dari luna sedangkan Sarah hanya terdiam sambil memandang wajah tampan Alex. Sarah tidak berani membuka suara dihadapan sang pangerannya itu.
"Bacot lu semua!" Balas Rara dengan nada tinggi membuat Alex dan teman teman Rara tertawa kecil melihat tingkah Rara.
"Jadi mirip si Reza yaa," goda Alex lagi dan lagi. Pilihannya untuk menjadi pengawas acara di kantin tidak salah karena dia bisa menggoda Rara dengan puas. Kalau Reza reaksinya hanya dengan raut datarnya saja membuat Alex bosan menggodanya.
Tawa canda lepas itu tidak bertahan lama karena baru saja sekumpulan perempuan lewat dengan sengaja menumpahkan minuman berwarna pada seragam putih Rara sehingga menimbulkan bekas yang sulit dihapus.
"Upss..Sorry, minumannya kena dehh sama si Oplas," salah satu perempuan dari perkumpulan itu dengan sengaja menumpahkannya dan serentak tertawa bersama. Menertetawakan Rara yang nanar.
"Si oplas seragamnya kotor, nanti ketemu my baby honey Reza gimanaa," timpalan hina dari seseorang yang Rara tidak ketahui namanya. Alex geram dengan adek kelasnya yang tidak memiliki etika itu seketika menggebrak meja membuat seperkumpulan wanita itu takut.
"Lu masih liat ada gue kan disini!? Masih berani ngelakuin hal tidak senonoh itu didepan gue!? MAU GUE LAPORIN KE KEPALA SEKOLAH LU!?" amuk Alex yang tampak kesal dengan adek kelasnya itu, jelas jelas Rara hanya diam dan tidak mengusiknya.
"Ada kak Alex bego," gumam salah satu perempuan dari sekempulan itu.
"Anjing ada doi gue."
"Jangan kak, ngapain sih kakak bela si jalang ini..udah tau tuh muka oplas semuaa, cantik juga karna oplas," Ucap perempuan yang dengan sengaja menumpahkan minuman di seragam Rara. Kemarahan Alex makin memuncak dengan pernyataan adek kelasnya itu. Bukannya meminta maaf tetapi makin menghina, memang benar Zaman mulai berubah.
"Dia punya nama!" Sentak Alex.
"Nama dia Rara Natasya Putri Ken," lanjut Alex dengan penuh penekanan.
"Coba lu search nama panjang Rara, pasti langsung kicep yakin gue," balas Alex sambil tersenyum miring. Perkumpulan perempuan itu dengan lihai mengeluarkan handphonenya untuk mencari kebenaran.
"Ayo, Ra ikut gue disini panas." Ajak Alex pada Rara yang sedari tadi mematung, menahan malu. Dengan sigap teman teman Rara mengikuti langkah Rara dan Alex dibelakangnya.
Alex mengajak Rara menuju Ruang OSIS yang sangat sepi tanpa adanya orang satu pun. Alex mengambil jaketnya yang tersampir pada kursinya. Alex memakaikan jaketnya itu pada tubuh Rara. Jaket hitam yang kebesaran ditubuh Rara, Namun sangat bermanfaat untuk menutupi bekas tumpahan minuman itu.
"Pakai aja dulu, walau kebesaran tapi bisa nutupin bekasnya," ucap Alex penuh perhatian.
"Yang tadi itu namanya Nindi anak kelas 10 IPA 2, cantik sihh tapi ngejar ngejar Rezanya keterlaluan. MOS aja nempel nempel Reza kayak cewek murahan," ucap Alex lagi dengan segala hinaan yang ada. Rara hanya menganggu paham, sudah tidak tahu apa yang akan ia lakukan selanjutnya.
"Rara gak kenapa napa kan?" Tanya Luna yang baru saja masuk setelah menimbang nimbang dengan keputusannya untuk masuk ke Ruang OSIS, ruang yang jarang ia singgahi sejak pertama masuk sekolah. Bisa dihitung jari hanya 1 kali ia masuk ruangan ini ketika ia dihukum karna membolos MOS.
"Gak apa apa kok,Lun," jawab Rara dengan senyumannya.
"Bawa ke kelasnya aja tenangin dia, biar gue urusin semuanya," saran Alex pada Luna lalu diangguki Luna.
"Baik- baik yaa, jaketnya gak usah dibalikin juga gak apa apa," Ucap Alex pada Rara sambil mengacak lembut rambut Rara. Luna melihat kearah pojok sampingnya, menghindari pemandangan didepannya. Bisa bisa Luna baper jika melihat pemandangan didepannya itu.
"Ayo,Ra!" Ajak Luna canggung. Luna mengulurkan tangannya, mengajak Rara pergi bersamanya menuju kelasnya diiringi Angel dan Sarah dibelakangnya.
Kenapa bukan Reza yang gituin gue cobaa. Batin Rara berharap lebih terhadap Reza.
Apa memang cinta ini hanya cinta diatas kertas?. Batin Rara mulai meragui Reza.
❄💭❄💭❄💭❄