Change

Change
20. MENURUT



"Reza! Apa maksud lo pake ngancem gue buat dateng ke sini?! Lo gila emang!"


Teriakan Rara terdengar bersamaan dengan suara ketukan sendok dan piring, ya benar Rara sedang berada di ruang makan karena ketika ia sampai waktu makan malam pun sedang berlangsung. Rara lantas melangkah masuk dengan tangan kanan memegang buket bunga yang sekarang sedang ia acungkan pada Reza seakan itu adalah pedang yang akan ia gunakan untuk menghabisi Reza.


" Kamu suka bunganya, honey?" Kekeh Reza sambil bangkit dari duduknya untuk menuntun Rara duduk disebelahnya.


gurat penat di wajah Reza langsung hilang, tergantikan oleh senyuman jahilnya mengingat ia sudah memiliki segudang rencana untuk membuat wanita disampingnya kesal. Reza tidak tahu ini dimulai sejak kapan, tetapi yang jelas kemarahan Rara merupakan hal yang bisa membuat Reza merasa dunianya membaik. Apakah cinta itu hadir kembali? Apakah dia yang dulu pernah ada sudah hilang jejak dan tergantikan yang baru?


"Bunga!? Hah! Dasar drama king! Lo kalo mau---" ucapan Rara terhenti karena Revan memotong pembicaraannya.


"Sprich gut mit deinem zukünftigen Ehemann ( berbicaralah yang baik dengan calon suami mu)" potong Revan sambil menyuapkan sesendok daging kemulutnya. Ucapan Revan membuat Rara tersenyum miring.


"gut sprechen? ist das nötig hahaha ich habe vergessen, ob meine eltern es nie gelehrt haben, beschäftigt damit sich auch meine kinder und frau nicht erinnern können ( berbicara dengan baik? apakah itu perlu? hahaha saya lupa jika orang tua saya tidak pernah mengajarkannya, sibuk bekerja hingga anak dan istri pun tak ingat)" jawab Rara ketus membuat seluruh pasang mata yang berada di meja makan melotot kaget. Rara lagi lagi menyalahkan semua yang ada pada Revan.


"wegen dir habe ich meine erinnerungen vergessen. alles wegen dir! du bist nicht lebenswert du solltest der einzige tot sein nicht mama! (gara gara anda saya lupa dengan kenangan saya dulu. semua gara gara anda! anda tidak layak hidup seharusnya anda saja yang mati bukan mommy!)" Jawab Rara lagi dan lagi, Rey yang muak dengan perdebatan yang selalu terjadi diantara Revan dan Rara akhirnya angkat bicara.


" Rara Hör auf damit! Du weißt nicht, was passiert ist, also beschuldige deinen Vater nicht! (Rara! hentikan semua ini! kamu tidak tahu apa yang terjadi jadi jangan salahkan ayahmu!)" Rey angkat bicara.


" Sie können mich fragen, ob Sie sich an diese Erinnerungen erinnern möchten (kamu bisa tanyakan padaku jika kamu ingin mengingat kenangan itu)" Stefan berusaha membuat jalan keluar.


"Honey, kamu sungguh bau apakah kamu tidak mandi dulu sebelum datang kepelukan ku?" Goda Reza mencairkan suasana yang ada. Sebagian orang yang berada di meja makan tersebut tersenyum melihat kelakuan romantis sepasang kekasih tersebut.


"Gue udah mandi yaa! Yang ada lo kali yang belom mandi" sangkal Rara.


"Okay, kalo kamu bilang aku belum mandi, Ayo mandikan aku!" Goda Reza lagi lalu menggendong Rara ala bridal style dan membawanya ke kamar Rara yang terletak di sayap kiri kastil. Wajah Rara memerah menahan malu karena adegan gendong gendongan itu tampak terlihat jelas oleh orang yang berada di ruang makan tersebut. Namun, wajahnya berubah ketika melihat Stefan yang tersenyum miris menahan sakit didada.


Bukannya di perbolehkan masuk justru Rara mengusir Reza keluar dari kamarnya. "Keluar lu! Jangan panggil panggil gue honey lagi ngerti?!"


Tidak ada jawaban dari Reza dia hanya menurut keluar dan akhirnya tersenyum tipis menanggapinya. Reza pergi meninggalkan Rara yang tampak kaget melihat Reza yang menurut.


Reza marah gak ya?. Batin Rara lagi. Rara tertidur diatas kasurnya setelah lamanya berpikir tentang Reza yang tiba tiba menurut dengannya.


Handphone Rara bergetar mendapat pesan yang segera ia ketahui pengirimnya. Yaps! Pengirimnya adalah Stefan, Rara menebak nebak isi pesannya karena tadi ketika Reza menggendongnya. Stefan menatapnya dengan tatapan enggan dan juga tatapan sedih menyertainya membuat Rara berpikir dua kali untuk membuka pesan Stefan.


Pada akhirnya Rara memilih membuka pesan tersebut lalu menjawabnya dengan hati hati.


StEfAn: udah tidur?


StEfAn: Malem malem jangan mandi nanti sakit


StEfAn: jika kamu ingin mengingatnya kembali cukup tanyakan padaku


StEfAn: aku akan jadi memorimu dan kamu akan selalu jadi aktris hatiku.


StEfAn: Night! I am always love U


Pesan yang dikirim oleh Stefan lantas membuat Rara bingung akan hatinya berlabuh pada siapa? Reza atau Stefan? Semua perilaku dan kata kata Stefan membuat Rara semakin percaya bahwa mimpi itu nyata, ia bersama Stefan. Semua mimpi buruk atas kematian murni dengan Stefan. Namun, Rara masih penasaran akan kedekatannya pada Stefan.


Rara_np.ken : iya, makasih ya fan:)


Rara_np.ken : night juga! :)))


Pada akhirnya Rara hanya bisa menanggapi Stefan dengan singkat namun jelas.


Fan, bantu gue untuk mengingat kenangan itu tapi gue takut . Batin Rara.


❄💭❄💭❄💭❄