
Pagi hari setelah hari bahagianya Rara kemarin. Hari ini hari yang cukup melelahkan bagi Rara karena tadi malam Rara tidak tidur dengan cukup. Rara harus berjaga dimalam hari untuk perjalanannya dari german menuju Milan, italy. Dan kini Rara sudah berada di mansion nya yang sudah lama tidak terjamah oleh siapa pun kecuali pelayan dan penjaga mansion.
Mansionnya yang berada di Milan ini bisa menjaga keindahan dan kebersihannya walaupun sudah jarang terjamah. Pelayannya sangat telaten menjaganya sehingga mansion ini tidak terlihat tua sejak 3 tahun tertinggal.
Suara ketukan pintu kamar menggelegarkan ruangan, dua orang pelayan masuk membawakan napan nasi beserta lauk pauknya setelah mendapatkan intruksi Rara untuk masuk.
"Nona, anda baru bangun? Tuan Reza dan tuan Stefan sedang bermain golf di taman belakang," lapor pelayannya yang tak lain bernama alexa.
"Bermain golf?" Tanya Rara ketika pelayannya menyajikan makananya.
"Iya nona, dari pagi tuan Reza bermain bersama tuan Stefan," jawab alexa.
"Saya izin keluar nona" pamit alexa bersama satu orang pelayang disebelahnya sambil membungkuk hormat.
Sejak kapan mereka akur?. Batin Rara bertanya - tanya.
Pertanyaan demi pertanyaan yang ada di kepala Rara segera ia musnahkan, ia memilih memakan makanannya dari pada memikirkan hal aneh itu.
❄💭❄💭❄💭❄
Rara keluar di waktu yang tidak tepat karena Reza dan Stefan sudah selesai dengan kegiatanya. Padahal Rara ingin sekali melihat Reza dan Stefan bermain dengan akur tanpa ribut ribut tak jelas.
"Kamu cantik sekali dengan dress merah muda itu, sepertinya kamu sudah siap mencari kenangan lamamu" senyum Stefan tulus pada Rara sedangkan Reza sebaliknya.
"Ganti baju lo!" Suruh Reza dengan raut wajah kesal membuat Rara menatao bingung.
"Memang gue gak cantik pake baju ini?" Tanya Rara bingung yang langsung dibalas dengan gelengan kepala Reza lalu langkah Reza mendekat ke arah Rara.
" Gue pengen gue yang pertama muji lo, karna lo milik gue," bisik Reza tepat ditelinga Rara sehingga napas Reza terdengar dan membuat Rara merinding. Stefan menatap Rara bingung karena raut wajah Rara yang berubah tiba - tiba setelah Reza membisikannya.
"Gak mau ahh gue gak mau ganti, males," bantah Rara.
"Honey, mau aku gantikan bajumu aku siap menggendongmu ke kamar lho.." goda Reza dengan senyum miringnya. Ancaman andalan Reza membuat Rara lari terbirit - birit menuju kamarnya.
"Reza sialan!!" Teriak Rara kencang sehingga terdengar oleh telinga Reza. Sedangkan Reza hanya tertawa menanggapinya.
"Honey, gak aku yang ganti aja nihh!" Goda Reza dengan sedikit berteriak agar terdengar Rara.
"Tidak terima kasih!" Teriak Rara lalu hilang di balik pintu. Tawa Reza dan Stefan memecah karena melihat pemandangan yang langka seorang Rara lari terbirit birit.
❄💭❄💭❄💭❄
"Honey, kau sangat cantik sekali membuat ku ingin menyentuhmu lebih dalam lagi" pujian Reza tak lain adalah godaan Reza. Yaps ini adalah hobi baru Reza, membuat Rara kesal. Rara bergelidik ngeri mendengar kata kata panas itu.
"Rezaa!" Rengek Rara. Reza menggandeng Rara mengajaknya keluar, menuju mobil.
"Iya, honey" goda Reza lagi dan lagi.
"Ishhhh" Rara memajukan bibirnya, menampakan wajah cemberut.
" Jangan gitu,, nanti aku cium lho.." goda Reza lagi dan lagi membuat pipi Rara bersemu merah.
Cupp!
Sesuatu yang hangat dan lembut mendarat sempurna di bibir mungil Rara. Rara membulatkan matanya tak percaya.
Dibibir lagi? Ohhh tidak ini kedua kalinya Rara dicium di bibir. Setelah Reza mengambil First kiss Rara sekarang Reza mengambil Second kiss Rara juga, bisa menjadi bencana jika Reza mengambil third kiss Rara karena jika benar Rara akan benar benar terbang sejauh jauhnya. Ciuman itu seperti tersengat listrik, membuatnya lemas.
"Ayo, naik," Reza sudah membukakan pintu mobil untuk Rara. Kali ini Reza maupun Stefan tidak bertengkar lagi perihal siapa yang akan menjadi supir karena Revan sudah menyiapkan supir dengan bodyguard nya untuk menjaga Rara, Reza dan Stefan. Terlebih banyak paparazi yang memotret Rara, Reza dan Stefan secara diam diam untuk di jadikan berita ter-hot.
"Mau kemana tuan dan nona?" Tanya supir sopan. Rara menoleh kearah Stefan menunggu jawabannya karena hanya Stefan yang tau tempat yang biasa Rara dan Stefan singgahi ketika ingatannya tidak bermasalah.
"Parco lambro," jawab Stefan lalu diangguki supirnya.
"Parco lambro?" Ulang Rara untuk mengingat- ingat nama tempat tersebut.
"Yaa tempat yang sering kita kunjungi dan tempat kecelakaan ku berada, aku ingin membuka kotak yang kita simpan disitu," jawab Stefan dengan menyebutka rencananya.
"Kecelakaan?" Tanya Rara dengan raut bingungnya.
"Aku koma bertahun tahun karna kecelakaan itu dan karna itu aku dikabarkan meninggal," Jawab Stefan dengan raut sedihnya.
"Karna itu lo baru dateng setelah sekian lama?" Tanya Rara lagi lalu diangguki Stefan sedangkan Reza menanggapinya dengan sinis.
"Hidup lu penuh drama,nyet," timpal Reza dengan ketusnya.
"Bodoamat hidup gue ini bukan hidup lu,jing," balas Stefan menanggapi timpalan Reza.
"Astagaa, ribut lagi," keluh Rara.
❄💭❄💭❄💭❄