Change

Change
28. SEMBUH



Reza membolak balikan Iphonenya, sampai sekarang batang hidung Rara belum terlihat di hadapan Reza, semakin membuatnya khawatir akan sesuatu yang terjadi pada Rara. Terlebih lagi laporan dari pelayan bahwa Rara pergi bersama Stefan berdua saja, membuat Reza semakin panas. Bukanya Reza sembuh malah bertambah sakit.


"Rara lu kapan pulang sihhh!!" Teriak Reza. Reza berada di dalam kamar yang tertutup dana kedap suara jadi nihil jika ada yang mendengarnya berteriak.


"Dia sama si Monkey lagiihh," Reza mengacak rambutnya frustasi, kepalanya semakin pusing memmikirkan Rara.


Cklek..


Reza berusaha bersikap normal dan biasa saja mendengar decitan pintu, tampaknya Rara yanv masuk membawa beberapa kantung belanjaan.


"Lo lama amat, dari mana aja?"


"Gue? Yaa beli obat lo lahh."


"Kok lama amat, beli obatnya sampe 2 jam," curiga Reza. Rara menatap Reza kesal.


"Udah jangan banyak ngomong mending lo minum nihh obat," omel Rara memberikan dua kotak obat pada Reza beserta air lalu pergi meninggalkan Reza sendiri.


"Lahh lu mau kemana!" Teriak Reza tetapi tidak di gubris Rara sama sekali.


❄💭❄💭❄💭❄


Keesokan harinya, Reza sudah membaik. Demamnya sudah turun dan tubuhnya sudah terlihat fit, tentu saja Rara sangat lega. Rara berharap hari ini mereka bisa berjalan jalan mengelilingin Milan, Rara sudah bosan seharian kemarin di mansion~ walaupun paginya Rara ke mall, tetapi itu hanya sebatas membeli keperluan obat Reza dan seharian di mansion dia dan Stefan hanya bisa memutar mutarkan channel televisi sambil merawat Reza. Sunggu membosankan!


"36 derajat! Lo udah sembuh, Zaa," ucap Rara girang. Reza tahu dibalik kata kata itu, Rara pasti ingin mengajaknya kembali jalan jalan.


Suara notif pesan pada handphone Rara mengagetkan Rara yang sedang memeriksa Reza. Siapa yang mengganggunya ketika liburan? Apakah Luna, Sarah, dan Angel? Tapi bukankah mereka sengaja tidak memberikan pesan pada Rara agar Rara bisa menikmati liburan bersama Reza berdua? Bukankah mereka sengaja mengerjai Rara agar ketika liburan telah usai mereka bisa menggoda Rara dengan embel embel liburan dengan Reza. Huh! Cobaan apalagi ini.


Ketika melihat notifikasi handphonenya, Rara kaget. Bang Rico? Sudah lama sejak ia pergi liburan abangnya tidak memberinya pesan bahkan menanyai kabarnya pun tidak pernah.


Ricokyujenken: Dek, lu liburan atau mati gak ada kabar samsek. Tuhh waktu liburan sebentar lagi mau abis. PULANG SEKARANG gue kangen.


Ricokyujenken: Bawa oleh oleh jangan lupa.


Ricokyujenken: bawain Spitzbuben mit Glühweingelee kan lagi natalan tuhh..


Rara_np.ken: lu minta bawain biskuit mikir gak? Ntar kalo gue bawa sana udah basi lagi:"


Rara_np.ken : lagi pula gue mau balik langsung ke indo males mampir ke jerman, ntar di bacotin sama si Revan.


Ricokyujenken: emang lu dimana?


Rara_np.ken : di milan, peduli amat gue sama gituan


Rara_np.ken : bodoamat lu mau bilang gue durhaka..dianya aja gitu sama mommy


Ricokyujenken: semoga tuhan membukakan matamu dek😭


Rara_np.ken : Bct!


Rara menutup handphonenya, mengakhiri chatingannya bersama abangnya yang tidak berfaedah itu. Kangen? Huh! Dirinya aja sudah bahagia tidak diganggu oleh abangnya yang cerewet itu.


"Kenapa?" Tanya Reza begitu melihat Rara yang memasang raut kesal sehabis mengotak atik handphonenya itu.


"Itu kita disuruh balik pulang," Jawab Rara yang masih dengan raut kesalnya sedangkan Reza tersenyum tipis lalu loncat dari atas kasur.


"YEY BALIK PULANG!" teriak Reza sambil loncat loncat tidak jelas dihadapan Rara. Memasang raut senangnya membuat Rara tertegun. Reza tidak pernah menunjukan sikapnya yang seperti ini, ada apa dengan Reza? Atau mungkinkah kita sudah terbiasa? Layaknya lirik lagu yang mengatakan 'Cinta datang karna terbiasa'


Stefan yang terusik dengan teriakan Reza pun langsung masuk kemar Reza.


"Ada apa nihh?" Tanya Stefan membuat Rara buyar dari lamunannya.


" Kak Rico ngajak balik ke rumah," jawab Rara lalu keluar dari kamar Reza dengan membanting pintu kamar Reza keras.


Brakkk!!!


"Rara kenapa?" Tanya Stefan yang tak tahu apa apa, Rara sudah kesal sejak ia baru datang. Sebenarnya ada apa?


"Gak apa apa,nyet," Jawab Reza lalu mengambil handphonenya yang berada di nakas. Stefan dengan lihai mengambil handphone Reza yang baru saja Reza ambil.


"NYET BALIKIN!" Stefan berlari didalam kamar Reza yang luas, menghindar dari Reza yang sudah bersiap menangkapnya.


"ELU KEMARIN UDAH NYITA WAKTU GUE JING!! GUE KAN MAU JALAN JALAN."


"ITU SIHH DL NYET."


"EHH BANGSUL."


"BODOAMAT!" Stefan berlari keluar dari kamar Reza Dan kejar kejaran pun terjadi antara Reza dan Stefan membuat pelayan mansion melongo melihat kelakuan kekanak kanakan mereka sedangkan Rara tenang dengan barang barang bawaannya yang sedang Rara siapkan untuk dibawa pulang ke Indonesia.