Change

Change
29. PENGAWAS



Setelah panjangnya berlibur Rara, Reza dan Stefan pun kembali menjalankan rutinitas sehari harinya. Yaps! Bersekolah adalah rutinitas mereka. Namun, kali ini sedikit berbeda karena Reza dan Stefan sedang fokus untuk Ujian Nasional yang akan datang. Rara? Tentu masih dengan rutinitas yang begitu begitu saja tidak ada perubahan. Mungkin ditahun yang akan datang perubahannya terjadi ketika Rara harus melakukan sesuatu sendiri tanpa bantuan dari Reza dan Stefan karena mereka berdua akan lulus dari sekolah yang tercinta ini.


"Raa, gimana liburannya?" Tanya Luna yang sepenuhnya adalah godaan untuk Rara.


"Ekhmmm..liburan berduaan sama Kak Reza gimana Raa," timpal Sarah dengan suara cemprengnya membuat seisi kelas menatap Rara. Ada yang menatapnya sinis, kaget, dan terpukau.


Sarahhh ember!!!!. Teriak Rara dalam batinnya.


"Oleh- oleh buat gue mana, nyonya Caesar," pinta Angel dengan kedipan satu matanya. Yak! Semuanya hanya goda godaan yang bersautan. Menyebalkan sekali!


Suara dehaman dari depan kelas membuat seisi kelas yang sedang asik pun terdiam termasuk Luna, Sarah dan Angel godaan demi godaan pun sudah tak terdengar dari mulut mereka membuat Rara menghela napas lega, terlepas dari segala godaan mereka.


"Kita gak belajar di KBM 1 sampai 3 karena mau dipake penyerahan jabatan dari OSIS kita disuruh ke aula sekarang juga," informasi dari Ridho si ketua kelas seketika membuat kelas gaduh. Sedangkan siswi dari kelas Rara dengan cepat berhamburan keluar mencari tempat duduk paling depan agar bisa melihat Cogan cogan OSIS.


"Kita disini aja nihh?" Tanya Sarah yang merasa kelasnya sudah sepi.


"Gue males Sar ke aula," Jawab Rara.


"Bilang aja biar gak kita godainkan sama Kak Reza kann," timpal Luna.


"Hayooo ngaku aja," timpal Luna lagi. Rara memasang raut kesalnya sedari tadi teman temannya itu tidak jauh jauh dari Kak Reza semuanya yang dibahas selalu kak Reza membuat Rara bosan mendengarnya.


"Nggak Lun, gue malesss kalo telat dapet belakang..kan panass," Jawaban Rara yang tidak diharapkan oleh teman temannya.


"Jujur aja,Raa," Angel kembali menggoda Rara sedangkan Rara masih tetap sama dengan raut kesalnya.


"Ahh taulahh bosen gue!" Seru Rara kesal lalu melangkahkan kakinya keluar kelas.


"Mau ke kantin gue! Pada ikut gak!?" Seru Rara lagi dengan diiringi ajakan dari Rara.


"Tunggu!"


"Ikut!"


"Jangan ngambeklahh"


Derap kaki Luna, Sarah dan Angel pun segera mereka ikuti derap kaki Rara dengan seruan seruan kecil dari mereka.


"Bodoamat!" Balas Rara pada semua seruan seruan dari temannya itu.


"Raa, balik lagi yukk..males disuruh lari lagi," ajak Sarah yang sudah tak mau terkena hukum dengan berlari lagi. Rara hanya berdiam diri duduk di bangku kantin sambil mengotak ngatik handphonenya sedangkan teman temannya sedang pusing memikirkan hukuman apa yang akan menantinya.


"Iyaa Raa mendingan ikut ajaa biar gak kena hukum lagi," Angel pun mengikuti Sarah untuk terus mengajak Rara mengikuti acara penyerahan jabatan OSIS.


"Kalo kalian mau ikut silahkan..gue mau di kantin, males ikutan yang begituan," balas Rara yang berbanding terbalik dari harapan teman temannya.


"Males kenapa?" Tanya seseorang dari balik kursi Rara. Suara laki laki itu membuat Rara dan teman temannya terdiam lalu laki laki itu bergabung bersama.


Mata Sarah berbinar ketika ia tahu itu adalah kakak kelas yang membuatnya setiap malam terjaga untuk menggali semua informasi tentangnya. Luna, Angel dan Rara hanya bisa menatap Sarah malas. Terlihat jelas sekali kalau tatapan Sarah pada laki laki itu bukanlah tatapan biasa yang ia tunjukan pada lelaki lainnya.


"Males aja gitu acaranya pasti bosenin," Jawab Rara membuat Sarah tersadar dari tatapan binarnya terhadap laki laki itu. Laki laki itu adalah Alex, sahabat Reza.


"Iya sihh, tapi kan kasian juga sama anak OSIS yang udah nyiapin susah susah," balas Alex yang sedikit menyetujui pendapat Rara. Rara menyeritkan keningnya, bingung terhadap Alex yang sedang berada di kantin.


Bukannya Kak Alex anak OSIS? Kok ada disini? Gak ikut acaranya, kenapa?. Batin Rara bertanya tanya.


"Iya tuh kak.. seret aja si Rara dari tadi diajakin gak mau," timpal Luna yang sudah lelah mengajak Rara untuk ikut acara sekolahnya itu.


"Lu ngapain disini kak?" Tanya Rara to the point.


Alex tersenyum tipis sebelum menjawab pertanyaan Rara itu membuat hati Sarah berdebar debar.


Gue mimpi apa semalem, bisa ketemu pangeran gue ginii. Batin Sarah berteriak - teriak.


"Gue pengawas kantin, kalo ada yang madol dari acara gue yang nyatet buat di hukum," Jawab Alex jujur.


Tatapan kaget dari Rara dan teman temannya itu membuar Alex tersenyum ingin rasanya ia tertawa lepas namun ia masih memikirkan imagenya saat ini.


"Tenang kok, gak gue catet kalian," Ucap Alex yang menyadari adanya tatapan kaget.


"Serius nihh?" Tanya Luna yang tidak yakin dengan kakak kelasnya itu.


"Iya, santuy aja sihh kan si Rara pacarnya Reza," Jawab Alex santai. Berpacaran dengan Reza seperti tiket masuk VVIP di sekolahnya sedikit membuat Rara risih. Sepertinya Rara belum pernah ditembak dengan Reza kenapa sekarang hubungannya di aku- akui oleh publik? Ya tuhannn.


"Gue bukan pacarnya!" Seru Rara yang tampak kesal karena sedari tadi ia mendengar pembicaraannya yang terus saja membahas hal tentang Reza.