
Waktu sudah hampir subuh. Tapi, Rimba masih terjaga. Aktivitas melelahkan yang mereka lakukan beberapa jam lalu tak dapat membuat ia mengantuk. Dia justru tengah asik menikmati wajah cantik wanita yang sedang terlelap di hadapannya.
Senyuman terbit secara tipis di bibirnya. Ntah kenapa setiap melihat wajah Zella hatinya merasa tenang dan damai.
Bahkan, ia berulang kali diam-diam mengecup kening dan bibir wanitanya saat masih tertidur lelap.
Malam ini Rimba benar-benar merasa sangat bahagia bisa menjadi pria pertama untuk istrinya, wanita yang ia cintai selama ini.
Rimba menggeser kepala Zella agar berpindah keatas dada bidangnya lalu tangannya menarik pinggang ramping Zella agar tubuh istrinya itu lebih masuk lagi ke dalam dekapan nya. Lalu, ia mulai memejamkan mata ikut terlelap bersama wanita di pelukan nya.
...****************...
Aku mengerjapkan mata karna terusik sinar matahari yang masuk melalui celah-celah jendela. Saat mataku terbuka, pemandangan pertama kali yang aku lihat adalah wajah Rimba yang sedang tertidur.
Aku membulatkan mata karna terkejut dan sontak melepas pelukan Rimba dari tubuhku, dan dapat ku lihat dengan jelas tubuh n*ked kami yang tidak memakai sehelai benangpun di bawah selimut. Aku menarik ujung selimut untuk menutupi bagian depan tubuhku, seketika wajah ini memerah mengingat adegan tadi malam yang tiba-tiba muncul di ingatan ku.
Gila! Ini benar-benar gila! Padahal tadi malam kepalaku tidak kepentok apalagi mabuk. Tapi kenapa aku bisa lepas kontrol hingga terbawa suasana permainan nya. Hahhhh... berulang kali memukul kepala ku pun juga tidak ada gunanya toh semua juga sudah terjadi, lagi pula itu memang hak nya serta kami juga sudah menikah sah. jadi tak ada yang perlu ku khawatirkan, dan untungnya tadi malam bukan periode suburku.
" Kamu sudah bangun sayang?" ucapnya tiba-tiba mengangetkan ku dari keterpakuan ku barusan. Aku tidak tahu sejak kapan pria mesum ini bangun? yang aku tahu saat ini tangan kekar liar ini tanpa permisi langsung melingkar di pinggangku dengan dagunya bersandar di bahu ku membuat tubuhku meremang.
"Rimba a-apaan ini? Lepasin!" aku bergerak risih memintanya melepaskan pelukannya.
"Sayang berhenti bergerak! Kau bisa membangunkannya lagi!" tubuhku seketika kaku mendengar perkataan nya barusan.
"shittt... sayang aku menginginkannya lagi!" tangan nya menarik tubuhku dan menindihku, kedua tangan ku reflek menahan dada bidang nya saat ia mau menciumku.
"Tidak ada penolakan Zella! Aku suamimu! Tolong jangan tolak aku." ujarnya dengan tatapan yang di penuhi kabut gairah. Dan lagi-lagi aku hanya bisa pasrah.
...****************...
Karena hari sudah siang aku akhirnya memutuskan memesan makanan lewat applikasi saja. Aku hanya bisa melihat datar pria dihadapanku yang sedang makan dengan lahapnya.
"Lapar banget kayaknya yang habis bajak sawah" dia tersedak mendengar sindiranku yang terdengar sinis, yang hanya di balasnya dengan senyuman yang dikulum.
"Kenapa makanan nya hanya diaduk-aduk gitu Zel? Cepat di makan nanti kamu sakit!"
"Iya" jawabku singkat sambil memakan makanan di depanku dengan malas. Ntahlah aku sedang tidak berselera makan saat ini. Padahal, dari tadi malam aku telah melewatkan makan malam ku karena ulah nakal Rimba.
Aku merasa seluruh tubuhku sakit semua dan lelah.
Drrrrrtttt...Drrrrttttt
Aku meraih ponselku yang berada di meja makan sebelah kiri ku. Aku melihat notifikasi sebuah pesan, aku membukanya karna rasa penasaran siapa yang mengirimi ku pesan disiang hari ini?
[Assalamualaikum, Sayang Mas sudah sampai rumah. Mas sudah kangen banget sama wanita cerewet Mas yang cantik ini.]
[Nanti malam, pukul 7 Mas jemput Ya? I Miss you]
'Ya Tuhan aku lupa jika Mas Dion pulang hari ini. waduhhh... dia mau kerumah? Bisa bahaya nih!.' gumamku di dalam hati takut jika Rimba mendengar apa yang ku ucapkan. Cepat-cepat ku balas pesan dari kekasihku itu untuk tidak datang kerumah. Bisa bahaya!!
[ Waalaikum salam, I Miss you to honey. Mas hari ini aku sedang bosan di rumah. Ku tunggu di tempat biasa saja ya sayang, I love you]
Kutulis pesan ini dengan cepat. Tanpa ku sadari sedari tadi ada sepasang mata yg menatapku curiga saat aku membalas pesan dengan tersenyum.
"Oh.. ini dari Dinda teman kantorku, nanti sore dia ngajak ketemuan diluar. Sebelum nikah kami memang sudah terbiasa ngumpul dan jalan-jalan berdua saat wekeend " jawabku sambil berusaha setenang mungkin.
"Ok..nanti aku temani kamu ya?"
Aku menelan saliva ku saat melihat tatapan matanya yang tajam. Bagaimana mungkin dia bisa ikut? m*mpus kamu zella!!
"Ehh..gak perlu! Aku nanti pergi sendiri saja" tolak ku lembut padanya.
"Kenapa? Kamu malu? Sampai kapan kamu mau menyembunyikan status pernikahan kita dari teman-teman mu?"
"hmmmh bukan gitu madsutku, lagi pula Dinda juga sudah tahu kalau aku menikah denganmu. Jadi, aku rasa tidak ada yang aku sembunyikan. Ayolah... kamu kenapa sih? Kenapa jadi aneh gini?" dengusku jengkel dengan topik yang di bahas.
"Ok! Aku akan izinkan kamu pergi dengan satu syarat" ujar Rimba dengan seringai.
Aku mengerucutkan bibirku karena tidak suka dengan apa yang dibilang nya.
Apa-apaan pakai syarat-syarat segala! Mau pergi jalan keluar aja udah seperti Mau pergi merantau saja pakai syarat-syaratan.
"Apa syaratnya?"
"Mulai sekarang gak boleh panggil aku-kamu lagi!" Sambil dia tersenyum padaku.
"Lalu aku panggil apa?" Tanyaku polos.
"Kamu bisa panggil suamimu ini Mas, honey mungkin?" ucapnya menggoda.
Aku terdiam, karena nama itu adalah panggilan sayangku terhadap Mas Dion.
"Baiklah Sayang" ujarku pelan tapi masih bisa di tangkap Indra pendengarannya.
"Apa sayang? Aku gak dengar, ucapkan sekali lagi!"
"Sayang...sayang...sayang" aku mengucapkan nya sambil menolehkan wajahku karena malu. Sedangkan rimba hanya tersenyum manis.
...***********...
Haiiii....haiiii
Salam kenal semuanya, perkenalkan nama author Deanggraini kalian boleh kok memanggil Dea saja. heheehe
Di part selanjutnya akan menceritakan pertemuan Zella dan Dion , tentang kecemburuan Rimba. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan mereka saat Amel pulang membongkar fakta sebenarnya tentang kepergiannya. Siapa kah dalang dari semua permasalahan ini? dan Sebuah rahasia yang dimiliki oleh keluarga Herlambang yang bahkan tidak di ketahui oleh Zela.
Nahhh silahkan tunggu part selanjutnya ya.
Insyaallah bakalan ada creezy up kok, sabar ya.
...Pleaseee,.. give me yours Vote and Coment karna sangat penting buat author, dan jangan lupa follow akun ku ya biar aku tambah semangat lagi membuat ceritanya....
Maaf kan jika ada typo dalam penulisan karna Author hanya manusia biasa yg sering khilaf. Padahal udah di koreksi dulu loh sebelum diterbitkan...hehehehe