
Setelah berkeliling kota selama 2 jam yang sama sekali tidak membuahkan hasil, Rimba akhirnya menepikan mobil nya di dekat sebuah danau kecil di pinggiran kota.
Ia membaringkan kepalanya pada stir mobil dan berpikir kemana lagi arah yang akan ia tuju untuk mendapatkan apa yang di inginkan oleh istrinya.
Sebenar nya sudah banyak kios atau toko mie ayam yang ia datangi dan ia gedor pintunya, ada yang yang menerima dia dengan baik ada pula yang marah-marah dan bahkan tidak sedikit yang kosong tidak berpenghuni karna pemilik nya tidak tinggal di situ. Dan sayang nya hampir di semua restoran bintang 5 di kotanya tidak menyediakan menu makanan itu.
Bahkan ia juga sudah menelpon Ben dan menyuruhnya menelpon para koki ternama yang bisa membuatkan apa yang di inginkan Zella saat ini, tidak peduli berapa pun bayaran yang mereka inginkan. Tapi sampai sekarang belum juga ada kabar darinya.
Hingga ia berada pada toko terakhir sebelum akhirnya berhenti di tempat ini.
FLASHBACK
TOK...TOK.. TOK...
Rimba berulang kali mengetok pintu sebuah ruko yang berada di dekat JL.Kenanga.
Tempat ini terkenal dengan mie ayam yang enak serta lezat dan tentu nya juga terkenal dengan kebersihannya yang terjaga.
Karna bagi Rimba kebersihan dalam penyajian makanan itu penting.
Walau dalam keadaan terdesak sekalipun Rimba tidak mau asal beli dan asal dapat, apa lagi mengenai makanan yang akan di makan anak dan istrinya.
SREKKKK...SREKKK
Akhirnya pintu ruko itu terbuka, setelah Rimba mengetok berulang-ulang kali.
"Anda siapa dan ada perlu apa?"
Seorang bapak-bapak tua di balik pintu itu bertanya pada Rimba dengan bingung, melihat ada pria asing yang mengetuk pintu ruko nya di jam segini.
Pada awalnya pria tua itu mengintip terlebih dahulu dari balik celah pintunya menatap Rimba dari atas hingga bawah untuk memastikan bahwa Pria asing di hadapannya ini bukanlah orang jahat.
"Maaf pak jika saya sangat mengganggu bapak di jam segini, perkenal kan nama saya Rimba"
Rimba mengulur tanganya dengan sopan dan disambut baik oleh bapak itu.
"Istri saya sedang hamil 7 bulan dan sedang ngidam mie ayam. Saya sudah keliling-keliling dari tadi tapi gak ada yang dapat pak, bisakah bapak menolong saya?
Saya akan bayar berapapun yang bapak pinta asalkan bapak mau menolong saya"
"Maaf nak, bukannya bapak tidak mau menolong kamu. Tapi di tempat bapak selalu menggunakan ayam dalam kondisi segar setiap hari dan ayam itu akan di kirim kesini setiap jam 7 pagi.
Jika hanya mie nya saja bapak bisa membuatkan dan memberikan nya pada kamu, karna bapak punya banyak stok tepungnya."
Bapak tua itu menjelaskan dengan ramah pada Rimba, sebenarnya pak tua itu sangat menghargai usaha Rimba untuk memenuhi keinginan istrinya. Andai saja bahan-bahan yang ia miliki lengkap saat ini, tentu ia akan dengan senang hati membuatkan nya untuk istrin pemuda tersebut yang sedang hamil.
"Baik lah kalau begitu pak, terima kasih dan maaf jika saya mengganggu waktu bapak."
Rimba pamit dan berlalu pergi meninggalkan tempat itu.
FLASBACK END
Ahkkkkkkkk....
jika hanya mie nya saja maka namanya bukan lagi mie ayam tapi singgle mie atau mie mie.
Ahhhhh susah kali mencarinya, biasanya aku begitu mudah memberi perintah pada siapa saja untuk membuat nya. Bahkan koki ternama manapun bisa aku beli untuk membuat apa yang ku mau di jam berapa pun.
Tapi sekarang, tidak ada satupun koki yang dapat ku andalkan.
Apa memang begitu perjuangan suami untuk istri yang mengidam.