Brondong Tengil

Brondong Tengil
Ngidam



Waktu menunjukkan pukul 11 malam saat rimba tiba di rumah mertuanya. Rimba membuka pintu kamar dengan pelan-pelan agar tidak membangunkan istrinya, jika seandainya istrinya sudah tertidur.


Rimba tersenyum saat sudah memasuki kamarnya, ternyata tepat seperti dugaannya. Istri cantiknya sedang tertidur pulas dengan perut yang mulai membuncit, lalu ia melangkah kan kaki menuju kamar mandi karena sudah tidak nyaman dengan kondisi tubuh yang terasa lengket.


Setelah mandi dan memakai baju tidurnya, Rimba berbaring di sebelah Zella lalu mencium keningnya dan menggeser sedikit tangan nya untuk memeluk perut buncit istrinya dan mulai memejamkan mata untuk ikut terlelap.


*****


Tidurku terusik saat merasakan sesuatu membelit erat tubuhku.


Perlahan aku terbangun sambil mengerjap- ngerjapkan mata melihat sosok yang kukenal sedang menatapku lembut.


"Morning" sapa Rimba sambil mengecup bibirku sekilas.


"Morning kiss" ujar Rimba lagi sambil tersenyum manis dan mengerlingkan sebelah matanya padaku dengan nakal.


"Mas.." ujarku merasa malu membuat Rimba terkekeh, Rimba membelai pipiku yang sedang bersemu merah.


"Jujur mas sangat bahagia melihat wajah ini setiap pagi, saat mas mau membuka mata" ujar Rimba membuat hatiku menghangat.


Aku menatap Rimba dengan intens.


"Ya ampun... jika Mas terus bersikap manis seperti ini, bisa-bisa aku tidak bisa jauh-jauh darimu" ujarku mengungkap semua perasaan dan fikiranku atas semua sikap Rimba yang menurutku manis. Rimba membalas tatapanku dengan tidak kalah intens dan mencium kembali bibirku sekilas lalu beralih mencium perut buncitku.


"Sayang kamu sehat-sehat ya di dalam sana, Papa sudah gak sabar pengen main bersama kamu" ucap rimba dengan binar mata yang bahagia, tangannya tidak berhenti mengelus perutku dengan sayang.


"Mas.. hari ini kamu tidak ngantorkan? Ayo kita pulang?"


"Iya, kita siap-siap dulu lalu sarapan bareng sama Mama-Papa baru pulang ya" jawab Rimba sambil mencubit hidungku gemes.


"Siap bos" Ujarku dengan tangan kanan di atas kepala seperti anak kecil yang memberi hormat, membuat Rimba tersenyum geli dengan tingkah konyol ku.


*****


Setelah berpamitan kepada Papa dan Mamaku, kami masuk kedalam mobil.


Rimba mulai melajukan mobil dengan perlahan meninggalkan rumah orang tuaku.


Ditengah-tengah perjalanan tiba-tiba aku menginginkan memakan sesuatu.


"Mas, mampir bentar yuk ke restoran seafood?" ucapku kepada Rimba pelan dan sedikit ragu, apakah ia mau mengabulkan permintaanku? pasalnya kami baru saja makan beberapa saat yang lalu sebelum pergi meninggalkan rumah orang tuaku tadi.


Ntah kenapa akhir-akhir ini aku susah mengontrol nafsu makanku, hampir setiap saat ada saja makanan yang ingin aku nikmati.


"Tentu sayang, apapun yang kamu inginkan" Rimba mengusap rambutku lembut, tak lupa senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya.


Ahhhhh aku heran dengan sikap suamiku akhir-akhir ini, kesambet jin apa kira-kira ya? Senyam-senyum tiada henti, apa giginya tidak terasa kering apa ya? nyengir terus hahahaha.


Rimba dan aku turun dari mobil, Rimba menggandeng tanganku masuk kedalam resto.


Rimba memilih meja dekat jendela sebelah kanan agar nyaman dan tidak terasa pengap dengan adanya sirkulasi udara dari jendela tersebut.


Aku lalu memesan beberapa menu makanan yang ada di daftar buku menu. Aduhhh... aku kok jadi bingung ya, mau pesan yang mana saja rasanya semua nya enak. Semua gambar makanan ini terlihat begitu menarik bagiku.


"Sayang, kamu yakin bisa habisin semua itu?" tanya Rimba heran dan bingung membayangkan pesanan istrinya yang cukup banyak, ia tidak menyangka jika ibu hamil yang berbadan tinggi lansing seperti aku bisa menghabiskan makanan sebanyak itu. ya walau perutku buncit sih, hahahahha


"Tidak tahu Mas!" jawabku sambil mengangkat kedua bahuku santai.


"Ntah kenapa semua gambar di buku menu itu tadi terlihat begitu enak dan lezat, jadi ya ku pesan semua" ucapku lagi sambil cengengesan


"Hmmm ya udah nanti kalau gak habis kita bunggkus saja ya? biar nanti kalau kamu masih mau makan tinggal di panasi lagi saja"


Aku hanya menganguk pelan.


15 Menit kemudian satu-persatu makanan pesanan ku sampai, aku menatap makanan di hadapanku dengan minat. Terutama dengan udang saos Padang yang yummmi,.. membuatku meneguk air ludah berulang kali.


Sungguh, semenjak hamil nafsu makanku ini membuatku jadi malu-maluin.


"Sayang, jangan di tatap seperti itu udangnya. Udang nya nanti kabur karna takut kamu tatap horor gitu hahhahaha" Rimba lagi-lagi tertawa melihat tingkah konyol istrinya.


Semenjak hamil semua tingkah laku Zella terlihat konyol dan menggemaskan di matanya, belum lagi pipi cabby Zella yang seperti bakpao membuat Rimba sering kali mencubitnya.


"Mas..." ujarku manja dan cemberut mendengar candaan nya.


"Ma-aaff sayang" Rimba menghentikan tawanya melihat istrinya cemberut karna marah.


"Ya udah ayo kita makan sayang, Dede baby nya pasti udah nungguin mau nyicip makanannya. Iyakan sayang nya Papa?" Rimba membelai perut ku, lalu mengajakku menikmati makanan yang sudah tersedia di hadapan kami.


Ahhhhh makanan ini benar-benar enak!!


...****************...


Haiiii para kesayangan author semua, maaf ya jika author udah lama gak update.


Karna ada beberapa kesibukan yang menyita waktu author, makanya author belum bisa upload episode terbaru.


Sekali lagi maafkan author.


Tapi, jangan khawatir karna untuk kedepannya author akan usahakan semaksimal mungkin untuk update episod terbaru setiap hari kecuali hari Minggu ya!


Karna hari Minggu Penjernihan otak untuk author, agar otak author bisa lebih fres untuk bisa mengupdate episode terbaru.


Dan terima kasih banyak author ucapkan, berkali-kali terima kasih karna sudah Sudi untuk mampir dan meninggalkan jejak pesan yang baik. Terima kasih.