Brondong Tengil

Brondong Tengil
Nekat karna cinta!



Sudah beberapa hari sejak kejadian perkelahian itu Rimba masih mendiamiku.


Hanya saja di balik diamnya banyak hal yang dilakukan nya untuk membatasi ruang gerakku. Termasuk memindahkan meja kerjaku ke dalam ruangan nya.


Kebayang gak sih gimana garingnya hidupku harus satu ruangan dengan bos yang notabene adalah suamiku, mana posisinya hadap-hadapan lagi. Haduhhhhhh...jadi tambah pusing aku.


"Maaf Pak, ini berkas yang harus anda tanda tangani" ucapku secara formal sambil berjalan mendekati meja kerja Rimba untuk menyerahkan berkas kepadanya.


Ia mengambil berkas itu lalu langsung menandatanganinya tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.


Ok... diam aja terus, masa bodoh deh paling kalau udah bosankan nanti juga cerewet lagi. aku hanya bisa mendengus jengkel di dalam hati.


Aku membuka hanphone ku di sela-sela bosan menunggu makan siang yang di pesan Rimba lewat applikasi. Ya.. sejak kejadian itu dia tidak memberikanku izin pergi kemanapun tanpa dia. Bahkan walau sekedar pergi ke kafe untuk makan siang.


Karna kerjaan nya yang padat dan tidak memungkinkan dia untuk keluar. Yahhhh....benginilah nasibku makan siang bersamanya di ruangan kerja. Nasip...Nasip...


Ku buka aplikasi berwarna hijau di ponselku melihat beberapa chat yang dikirimkan Dinda padaku. Dia bercerita tentang beberapa orang pria yang mengejarnya dan bahkan ia juga menceritakan berbagai tingkah cowok tersebut saat menyatakan cinta padanya, membuatku tersenyum membaca semua ceritanya di chat.


Di akhir cerita Dinda ia juga mengirimkan beberapa foto pria itu padaku untuk menilai siapa yang paling tampan. karna kata nya, yang paling tampan yang akan dia terima. Hahahaha lucu sekali kan perempuan centil satu itu.


Saat aku tengah asik memandang foto para fans pria Dinda dan tersenyum mengingat tingkah konyolnya, tanpa aku sadari ada sepasang mata di belakangku menatap geram. Dan dengan cepat mengambil ponsel di tanganku.


"Oh... bagus ya! bukannya menyadari kesalahan nya terhadap suami malah asik chat-chatan mesra sambil memandang potret aneka lelaki tampan, tapi... tetap saja masih tampanan aku!" ucapnya kesal sambil menscrool satu persatu foto tersebut. Membuatku tanpa sadar mencium pipinya gemes melihat dia cemberut begitu.


Dia terdiam sejenak terkejut dengan perlakuanku barusan dan menoleh ke arahku.


"Aku senang lihat kamu kalau lagi bawel begini, gemesin" ku peluk tubuh lelaki di hadapan ku ini karna rindu, aku tidak peduli dengan rasa malu atau gengsiku. Aku sudah tidak sanggup lagi menahan rindu dengan semua tingkah lucu dan manisnya selama ini.


"Aku kangen kamu, kumohon jangan marah lagi. Aku gak sanggup kamu cuekin terus" ucapku manja yang membuat senyum tipis di bibir Rimba. Rimba membalas pelukanku dan mencium puncak kepalaku dengan sayang.


****


Merasakan perlakuannya di respons oleh Rimba membuat Zella mempererat pelukannya. Di hirupnya dalam-dalam aroma maskulin dari tubuh suaminya yang selalu membuatnya merasa nyaman. Aroma ini lah yang selalu Zella rindukan dalam beberapa hari keheningan mereka.


Sebenarnya inilah yang di inginkan Rimba, menjadi seseorang yang di rindui oleh Zella dan menjadi satu-satunya pria yang Zella butuhkan dalam hidupnya.


...****************...


Ternyata bukan Zella saja yang sedang mengalami rindu berat terhadap Rimba. Tapi di suatu tempat ada seorang pria yang juga mengalami hal yang sama, merindukan nya bahkan lebih.


Dion memandang foto dirinya yang sedang memeluk Zella dari belakang dengan mesra. Dion belum bisa terima kehilangan wanita di cintainya menjadi milik lelaki lain.


Dia bertekad merebut Della dan membawanya kesisinya lagi. Dion tidak peduli seberapa bahaya laki-laki yang di hadapi nya nanti dan bagai mana latar belakang nya, Yang dia tahu dia hanya menginginkan wanitanya kembali.


****


Karna rindu yang semakin menyiksa membuat Dion nekat membayar orang untuk menculik Zella saat ia berada di parkiran kantor untuk mengambil tas nya yang tertinggal di mobil.


Semenjak kejadian dikafe itu Rimba memperketat pengawasannya kepada zella. Bahkan Rimba membatasi gerak langkah Zella agar tidak pernah jauh-jauh dari dirinya walau hanya sekedar makan siang. Rimba benar-benar pria yang posesif menurut Dion.


"Bos... ini wanita yang anda inginkan" ujar pria hitam berbadan kekar menurunkan Zella yang pingsan akibat obat bius kedalam mobil yang di kemudi oleh Dion.


"Bagus.. ini sisa bayaran kalian" Dion menyerahkan amplop coklat yang cukup tebal kepada pria hitam itu, pria itu menerima dengan senyum yang mengembang bahagia.


Setelah membayar orang suruhannya Dion melajukan mobil kesuatu tempat dengan membawa Zella yang masih pingsan akibat obat bius.


'Maafkan aku sayang, aku harus melakukan cara kotor seperti ini hanya untuk bertemu dengan mu'. ucap Dion di dalam hati sambil menatap sedih wajah kekasihnya.


...****************...


Bukkkkk...


Rimba memukul orang suruhannya yang ceroboh saat ia tugaskan untuk menjaga Istrinya. Dia benar-benar murka saat mereka melaporkan bahwa istrinya di culik diam-diam oleh Dion saat Zella berada di parkiran.


Rimba sangat menyesal kenapa ia memberikan izin kepada Zella untuk mengambil tas nya sendiri di parkiran itu.


"Pak kami sudah melacak keberadaan mobil pria itu, ia menuju pinggir pantai di perbatasan kota"


"Bagus... aku akan membawa istriku pulang setelah itu kalian bereskan dia sesuai rencana. Ingat jangan tinggalkan jejak apapun". Rimba menatap anak buahnya tajam serta tersungging sebuah seringai jahat di bibirnya.


Satu hal yang tidak Zella ketahui adalah siapa Rimba sebenarnya. Seberapa kejam Rimba terhadap lawan-lawan nya. Terutama, terhadap orang-orang yang menghalangi ke inginannya untuk memiliki orang yang dicintainya.


Karna rasa cinta nya terhadap Zella membuat dia menutupi rapat-rapat jati dirinya agar tidak membuat wanitanya takut.


Hingga dimata Zella yang tampak bahwa dirinya adalah pria lembut dan romantis yang selalu membuat nya nyaman.


...****************...


hallo semuanya....


Hari ini cukup 2 episode dulu ya, tangan author pegel nihhh ngetik terus...nahhh kalian


udah pada baper belum dengan keromantisan antara Rimba dan Zella...?


Karna di part selanjutkan aku akan menghadirkan banyak konflik di antara keduanya...dan sebuah rahasia yang di sebunyikan Rimba rapat-rapat olehnya, serta tentang kaburnya Amel hingga terjadi lah pernikahan mereka.... and...kejahatan apa saja sih yang telah di lakukan Rimba untuk mempertahankan cintanya? kira-kira Zella mau gak ya memaafkan semua kejahatan Rimba?


Nahh...kalian pasti penasaran kan tentang kisah mereka selanjutnya ? yuk follow aku aku ya dan jangan lupa koment dan vote aku...


Tenang vote nya cuma pakai point' kok bukan koin jadi gratis tidak bayar...hehehehe


Dukung aku agar aku lebih semangat membuat cerita yang menarik untuk kalian nikmati. muachhhh salam manis dari author...