
Sekolah telah usai, semua murid mulai berhamburan keluar sekolah
"Sar ayo pulang"ajak boruto, berdiri di depan meja sarada.
"Ha?, hoy hoy, jgn ambil dialog orang dong, harus nya kan aku yg ngomong gitu"ucap choco.
"Apaan dah, sarada mulai hari ini aku yg antar jemput dia tau"ujar boruto
"Yg bener sar?"tanya choco
"Hmmm"ucap sarada menyandang tas ke bahu nya.
"Ya makin berkurang dah dialog gua"ucap choco lemas.
Mereka pun pergi ke tempat parkir kecuali choco yg langsung pulang jalan kaki
Di parkiran tampak shikadai, Mitsuki dan inojin yg baru masuk ke mobil.
"Ehh babang boruto dan mbak sarada, pulang bareng ni bang?"goda inojin, membuka kaca mobil.
"Berisik lu, gua sikut juga lu"ucap boruto dengan nada bercanda nya, sementara sarada hanya diam seribu bahasa.
Skip
Di jalan boruto dan sarada boncengan namun sarada enggan berpegangan pada boruto, menyadari itu boruto langsung memacu motornya dengan kecepatan tinggi.
"Bor pelan pelan,mau mati lu ya"teriak sarada tangan nya Langsung memeluk pinggang boruto karena takut
"Coba begitu dari tadi, nggak bakalan aku ngebut dari awal"ucap boruto tersenyum.
Sadar dengan itu sarada langsung melapas kan pelukan nya
"Loh kok di lepas, aku ngebut lagi ni"ucap boruto menakuti sarada
"Iya ya, tapi janji jangan ngebut"
"Iya, janji"
Sarada memegang baju boruto, karena terlalu malu untuk memeluk nya seperti tadi, yang tadi pun hanya karena sarada refleks karena takut jatuh.
Sadar sarada hanya memegang baju nya, boruto langsung memegang tangan sarada dan melingkarkan ke pinggang nya.
"Begini aja susah amat"ucap boruto
Boruto berhasil membuat sarada tersipu malu
"Bagaimana dengan luka mu bor, sudah mulai mendingan?"tanya sarada
"Semenjak kau obati tak terasa lagi sakit nya"ujar boruto, sarada hanya tersenyum malu mendengar nya
"Nanti kalau pulang langsung ganti perban nya"ucap sarada
"Siapa yang mau pulang"ujar boruto
"Loh kan kita mau pulang"ucap sarada bingung dan baru sadar kalau jalan yang di lalui mereka bukan arah jalan pulang ke rumah.
"Kita mau kemana bor? pulang ahh bor, nanti di marahi papa kalau terlambat "ucap sarada
"Ini juga perintah paman Sasuke sar"ujar boruto
"Maksudnya?"
Ternyata keluarga Naruto dan keluarga Sasuke sepakat untuk bertemu dan merayakan pertemuan mereka di taman hiburan seperti yg di rencanakan pagi tadi oleh hima, hanya sarada yg tidak mengetahui nya
"Apa,kenapa kau tak beritahu aku di sekolah tadi haa!"teriak sarada jengkel dan mencubit pipi boruto dari belakang
"Aduh,.. sakit, sudah berhenti sar..,memarnya belum sembuh tau"
"Biarin,rasain ni"
Mereka pun sampai di tempat parkir taman hiburan, tampak Naruto Sasuke, sakura, Hinata dan Himawari mengobrol dan menunggu mereka berdua.
"Ehh sarada dan boruto sudah sampai"ucap Sasuke menunjuk pada mereka berdua
Sarada langsung menemui Sasuke dengan ekspresi marah nya.
"Papaaaa.....!"teriak sarada
"Kenapa tak memberitahu ku haa"sambung nya
"Ya maaf, habis nya kau pagi tadi langsung berangkat, bagaimana mau memberitahu nya"ucap Sasuke menggaruk kepalanya
"Dasar,..."
"sudah berhenti marah"nya, ayo kita masuk"ucap sakura memegang pundak putri nya.
boruto Langsung menghampiri mereka
"kakak kenapa lama sekali,bosan tau menunggu di parkiran dah kayak tukang parkir aja"ucap Himawari pada boruto
"maaf, habis nya macet tadi di jalan"
"bohong"
Hinata yg menyadari wajah boruto memar dan di perban langsung menghampiri boruto.
"ya ampun kenapa ini boruto"tanya Hinata dan memegang pipi boruto
"dia berkelahi tadi di sekolah bi"ucap sarada
"nimbrung nimbrung aja ni mata empat"ucap boruto pada sarada
"berkelahi?..ya ampun ni anak, jelaskan nanti saat di rumah"ucap Hinata tegas
"iya"
melihat suasana yang kurang nyaman itu naruto langsung mengajak semua masuk
"sudah sudah, kita kan mau senang senang di sini, sudah tunda dulu marah nya,ayo masuk"ajak Naruto
"betul tu kata ayah,ayo masuk"sambung boruto karena tau kalau ayah nya sedang menolong nya supaya berhenti di marahi Hinata
mereka pun masuk bersama sama ke taman hiburan.
bersambung......
#jangan lupa,like komen,rate and vote ya 😉
#salam