
"ketua kelas?.., kenapa kau bisa ada di sini?"tanya shikadai
"bertanya nya nanti dulu..."jawab sumire dan menghampiri sakura
"apa bisa aku mendonor kan darah ku pada boruto dok?"tanya sumire pada sakura
"baiklah, kalau darah mu juga O berarti bisa kita donor kan pada boruto"
"Naruto, inojin,dan.. siapa nama mu nak?"tanya sakura
"nama saya sumire dok"
"oh sumire ya... sekarang kalian ikuti saya ke ruangan transfusi darah, kita harus cepat"ujar sakura menuju ke sebuah ruangan dan diikuti suster, Naruto, inojin dan sumire
sarada merasa kecewa pada dirinya sendiri, karena tak bisa mendonorkan darah nya pada boruto,malah perempuan lain yg mendonor kan darah nya
sarada mengepalkan tangannya sekuat tenaga dan air mata nya mengalir bebas membasahi pipi
"dasar..kau payah sarada.. payah"gumam sarada mengumpat diri sendiri
skip~
transfusi darah berjalan dengan lancar tanpa hambatan, bahkan darah nya sudah di donorkan pada boruto, sakura sudah memberi tahu pada keluarga boruto dan yg lain bahwa keadaan boruto sudah stabil sekarang hanya menunggu ia siuman
tampak di kantin rumah sakit sekelompok remaja berseragam sekolah sedang duduk di kursi
namun nampak mereka tak berselera untuk makan, dari tadi hanya memandangi makanan di depan mereka yg sudah dingin
"ketua kelas... lebih baik kau makan, kau butuh energi apalagi baru sudah mendonor kan darah tadi"Ujar Mitsuki pada sumire yg dari tadi hanya memandangi makanan nya
"aku donorin juga kali,masa hanya ketua kelas aja yg di suruh makan"sela inojin
"niat amat nyuruh kau makan,mau makan kek mau nggak kek, nggak ada urusannya dengan ku"balas Mitsuki
"kejam amat punya teman"
sementara sumire masih diam,ia tak bisa tenang memikirkan keadaan boruto
"ada apa ketua kelas,apa kau baik-baik saja"tanya sarada karena melihat sumire diam dari tadi
"apa boruto akan baik baik saja?"tanya sumire spontan
sarada terkejut karena sumire sangat mengkhawatirkan boruto membuat sarada berpikir kalau sumire menyukai boruto
"ehm.. maaf maksud ku,..aku sangat cemas dengan keadaan boruto karena aku melihat kecelakaan nya di depan mata ku sendiri"ujar sumire yg sadar dengan ucapan nya tadi bisa membuat yg lain salah paham
"kau ada di tkp saat kecelakaan itu?"tanya shikadai
"iya...aku melihat nya sendiri, saat itu aku terlambat jadi aku memutuskan untuk naik ojek supaya bisa cepat sampai ke sekolah,tapi saat di jalan aku melihat banyak orang berkerumun, seperti ada kecelakaan, semula aku ingin terus jalan tapi aku melihat motor yg biasa di gunakan boruto jadi aku ingin memastikan dan melihat nya, ternyata memang benar.. keadaan boruto saat itu membuat ku tak bisa berkata apa-apa lagi... badan nya penuh Luka dan darah yg mengalir dari tubuh nya membuat ku lemas.."
"sudah.. ketua kelas.., jangan di lanjutkan cerita nya "potong sarada yg tak bisa membayangkan keadaan boruto saat kecelakaan itu
suasana menjadi sunyi hanya hanya terdengar suara Langkah kaki pengunjung rumah sakit yg lalu lalang
tiba tiba temari, guru shino dan guru iruka memanggil mereka untuk ikut kembali pulang ke sekolah
"ibu.. biarkanlah kami tetap di sini,kami ingin menunggu boruto sadar"ujar shikadai menghampiri ibunya
"tidak... kalian harus ikut kami pulang ke sekolah, kecuali sarada..bu Hinata sudah minta izin pada kami supaya sarada tetap di sini dan karena ibu sarada juga berkerja di sini jadi kami tak khawatir meninggalkan nya di sini...tapi berbeda dengan kalian... selama kalian memakai seragam itu kalian wajib ikut kembali ke sekolah"ujar guru iruka
mendengar itu Mitsuki langsung membuka seragam sekolah nya
"banyak lah muslihat kau... kalian harus ikut kami... cepat"ujar guru shino tegas
mereka tak bisa membantah kecuali mengikuti perintah guru guru nya kecuali sarada yg masih duduk karena ia sudah di izinkan tetap berada di RS
"terimakasih ketua kelas karena sudah mendonor kan darah untuk boruto"ujar sarada sebelum sumire pergi
"tenang saja.., aku juga tak bisa membiarkan orang yang berharga bagi ku mati"ujar sumire dan pergi menyusul shika, ino, mitsu
sarada masih mencerna kata-kata Sumire
"orang yang berharga?.., maksud nya bolt?"tanya sarada dalam hati
"tidak tidak.. pasti berharga yang di maksud ketua kelas adalah teman yg berharga"ujar sarada yg mencoba positif thinking
skip~
sarada berada di ruangan tempat boruto di rawat, bukan ruangan IGD, boruto sudah di pindahkan ke ruangan VIP oleh sakura atas permintaan Naruto
"paman Naruto sudah pergi bi?"tanya sarada pada Hinata yg sedang mengupas buah
"Naruto sudah pergi dari tadi.., dia bilang walikota sunagakure sudah menelepon nya dari tadi, jadi ia langsung pergi ke pertemuan setelah, pertemuan baru ia bakal ke sini lagi"ujar hinata
sarada duduk di samping boruto yg terbaring lemah, tubuh terbalut perban banyak luka lecet di wajah nya dan selang infus yg terpasang di lengan membuat sarada tak tega melihat keadaan boruto saat itu
"sarada.."
"iya bi...."
"kamu jagain boruto dulu ya,ibu mau pulang sebentar ngambil baju ganti untuk boruto dan sebentar lagi Himawari pulang sekolah "ujar Hinata
"baik bi... pasti sarada akan menjaga bolt"
"bibi pergi dulu ya..dahh.."pamit Hinata menutup pintu
"dahh.. hati hati di jalan"
kini hanya tinggal boruto dan sarada di sana, suasana menjadi sunyi hanya terdengar suara jarum jam yg berdetak dan bergema
"bolt sadar lah...ku mohon.."ujar sarada mengusap pipi boruto yg lecet akibat kecelakaan itu
"bolt.. sadar sayang.. sadar lah..aku rindu dengan suara mu, tingkah usil mu...ku mohon sadar bolt"ujar sarada memegang tangan boruto dan di tempel kan ke pipinya
"sadar bolt"ujar sarada tanpa sadar air matanya menetes dan mengenai tangan boruto
sarada tenggelam dalam kesedihannya,dan menundukkan kepalanya
tiba-tiba ada sebuah tangan yg mengusap kepala sarada
sarada terkejut dan ternyata itu tangan boruto, dia telah sadar
"boruto..."teriak sarada kegirangan dan langsung memeluk nya
"aduhh aduh, sakit..pelan pelan sald"
bersambung...........
#jangan lupa, like, komen, rate, and, vote, ya 😉
#salam