Borusara: School of Life

Borusara: School of Life
episode 47



"selamat bangun pak bos"ucap sarada tersenyum


boruto tak kuat memandang senyuman sarada, sehingga ia memalingkan wajah ke arah lain.


"i..iya.., sejak kapan kau di sini?"tanya boruto hendak bangkit untuk duduk


namun sarada menahan pundak boruto sehingga ia tak jadi untuk duduk.


"sald.., sebentar lagi masuk lo"ucap boruto menatap sarada.


"masih lama kali"


"ahh..masa sih"boruto pun melihat arloji nya.


"ahh.. sudah jam masuk ni sald, ayo ke kelas nanti Kita terlambat"ucap boruto hendak bangkit lagi namun kembali di tahan oleh sarada.


"makanya kalau ada pengumuman jangan tidur"ucap sarada mencubit pipi boruto


"pengumuman?"


"tadi di umumin kalau proses belajar mengajar di berhentikan sementara sampai jam 12 nanti, para guru sedang rapat untuk membahas ujian semester Minggu depan"ujar sarada


"jam 12?, masih lama dong sekarang baru jam 10"ujar boruto


"makanya nanti aja masuk kelas nya"


"asiik... tidur lagi ahh.."sorak boruto


boruto pun kembali memejamkan matanya, namun dengan cepat sarada membuka paksa kelopak mata boruto.


"aduhh.. kenapa sih sald"ucap boruto menepis tangan sarada


"sekali kau memejamkan mata,maka kau tak kan bisa membuka mata lagi untuk selamanya"ucap sarada mengancam,hawa pembunuhan nya dalam mode on


"nggak ibu, nggak pacar.., ngeri semua kalau dah marah"gumam boruto dalam hati.


angin kembali berhembus menerbangkan daun daun yang gugur, daun yang jingga kemerahan tampak ke sana kemari di permainkan oleh angin.


"kerjaan mu kemarin lancar kan?"tanya sarada, tangannya terus membelai rambut boruto yang ada di pangkuan nya.


"lancar.."ucap boruto sambil membaca buku sejarah yang tadi


"kemarin malam kenapa tidak jadi datang?"


"ibu nggak bolehin"


"fufufu..sudah ku duga"ucap sarada tertawa kecil


"jadi kau sudah tau.., kalau ibu bakal nggak bolehin?"


sarada mengangguk


"dan kau sengaja menyuruh ku ke rumah mu malam tadi supaya aku di marahin ibu?"


sarada mengangguk lagi dan berusaha menahan tawanya, karena malam tadi dia hanya hendak mengerjai boruto


"jahat.."ucap boruto memalingkan wajahnya


"hei jangan ngambek dong"ucap sarada tertawa


sarada pun menggelitik leher boruto karena boruto selalu memalingkan wajahnya bila sarada menatap nya.


"hhahahhahahahah.. sudah sald,geli..haha"


"aku nggak akan berhenti sampai kau nggak ngambek lagi"sarada terus menggelitik leher boruto


"iya iya..aku nggak ngambek lagi"teriak boruto menyerah, wajahnya memerah karena tertawa tadi


"begitu dong."ucap sarada menghentikan aksinya


"tapi aku belum me maaf kan ulah mu tadi malam"ucap boruto lagi


"yahh.. nggak asik ah,masa nggak mau maafin"


"biarin.."ucap boruto menyilang kan tangan di dada


sarada pun memikirkan cara supaya boruto berhenti marah pada nya,ia pun memiliki ide yang pasti akan berkerja.


"booolltt.."panggil sarada lembut


"apa?"


"masih mau di pijitin?"tanya sarada


boruto diam sejenak, mendengar ucapan sarada itu, dari kemarin malam ia ingin di pijat sarada namun tak jadi.


"baiklah.."ucap boruto pura pura cuek


sarada pun menyuruh boruto buat Duduk membelakangi nya, supaya sarada bisa dengan mudah memijat pundaknya.


sarada pun mulai memijat Boruto, tangan lembut sarada sangat lihai, membuat Boruto terkejut tak menduga sarada sebaik ini dalam memijat


"kau belajar dari mana sald,kok enak pijatan mu banget?"tanya boruto


"setiap papa pulang ke rumah,ia selalu meminta ku memijat pundaknya"ucap sarada


"ohh..pantas,.....beruntung banget aku ya.."


"beruntung ?...kenapa?"


"sebab punya calon istri pintar mijit kayak gini"


"apa an bercanda mulu"ucap sarada, wajah nya memerah di sebut calon istri oleh boruto


"haha.. pasti wajah mu memerah sekarang"ucap boruto menggoda sarada


sarada kesal di goda seperti itu ia pun menguatkan pijatan nya membuat boruto berteriak kesakitan


"aduhh aakhh.. sakit sald,kau mau mematahkan tulang ku ya"


"biarin..., rasain ni,hmm mampus"ucap sarada meremas kuat pundak boruto


"addooooy..sakiiit...."


bersambung........