
.
.
.
.
seperti biasa pagi hari disekolah, boruto sarapan dikantin, sudah pasti nya ditemani shikadai, inojin dan mitsuki,pagi itu kantin tak terlalu ramai
"bor,emang bener sarada dipaksa kawaki pacaran dengan nya supaya kawaki nggak macam macam ama orang tua sarada?"tanya mitsuki menyeruput kuah mie yang tersisa di mangkok nya
"he eh.."boruto menganggukkan kepala,dan minum air
"brengsek banget tu orang"ujar shikadai membersihkan giginya dengan lidi yang sudah tersedia
"untung aja dah ditangkap tu kawampret.."sambung inojin
tak lama mereka duduk dan ngobrol, seorang wanita berambut ungu dikepang dua datang menghampiri mereka
"ada apa ketua kelas"tanya shikadai menatap wanita itu yang tak lain adalah sumire dan ia pun melihat kearah boruto
sudah pasti sumire menagih janji boruto, memberikan jawaban atas pernyataan cintanya dua hari yang lalu
"boruto,apa kau sudah mau menjawabnya?"tanya sumire, mengatupkan kedua tangannya
boruto melihat sumire kemudian melihat kearah teman temannya yang menggaruk kepala kebingungan, kecuali inojin yang menunjukkan jari tengah kearah boruto"sial, laris banget sih lo"batin inojin
boruto mengambil nafas panjang,dan menatap wajah sumire dalam
"maaf,aku tidak bisa pacaran dengan mu ketua kelas"
ucapan itu membuat sumire terdiam, jantungnya berdegup kencang,kaki nya tampak gemetar menahan goncangan dari jiwanya
"ke..kenapa?"tanya sumire, suaranya hampir tidak terdengar
boruto diam, begitu pula dengan yang lain
"kenapa bor?"tanya sumire lagi
"karena boruto udah balikan ama sarada"ucap mitsuki tanpa dosa dan membuka botol minuman diatas meja
yang lain kaget parah dan menatap mitsuki dengan tatapan tak percaya
"enteng banget ni anak ngomong"batin inojin
"bakal ada perang dunia Shinobi ke tiga nih.."batin shikadai memegang kepala nya
sumire diam sejenak dan menatap boruto
"apa itu benar?,kau balikan ama sarada?"menahan air matanya
boruto menatap sumire tak tega,tapi ia harus mengatakan nya supaya sumire tak berharap lagi
"diam...!"teriak sumire,ia tak bisa menahan air mata yang tertampung di kelopak matanya
"kenapa bor, kenapa kau masih menerima nya padahal dia dulu berkhianat dengan laki laki lain?"tanya sumire
"ketua kelas,itu semua salah paham sebenarnya dulu sarada..."belum selesai boruto menjelaskan sumire segera pergi dari sana dan menyeka air mata yang membasahi pipinya
boruto terdiam sejenak,ada rasa bersalah dihatinya, kemudian ia menatap wajah teman-teman nya
"dasar pria berdosa"ucap shikadai
"pemberi harapan palsu"sambung Mitsuki
"gue iri bngst.."batin inojin
boruto kesal dan mengepalkan tangannya
"diam... dasar upil onta"teriak boruto
_____________________
jauh di tengah kota, disebuah gedung bertingkat,di lantai paling atas tampak dua orang pria paruh baya yang sedang makan dan sambil berbincang
"bagaimana...kapan perjodohan mereka kita laksanakan?"tanya pria berambut kuning itu
"kapan bagus nya,toh sebentar lagi mereka berdua lulus SMA"jawab pria berambut hitam dikuncir itu sembari meminum tehnya
"hmm... kalau begitu bagaimana kalau saat acara ulang tahun boruto Minggu depan, sekalian kita laksanakan perjodohan mereka"ucap pria itu yang tak lain adalah Naruto dan lawan bicaranya adalah Sasuke
mereka berdua sedang membicarakan perjodohan kedua anak mereka, boruto dan sarada.
"bagus ..., tanggal berapa acara nya itu?"tanya Sasuke
"27 Maret nanti di rumah kakek nya,hiasi Hyuga,mertua gue"jawab Naruto
"berarti di kediaman keluarga besar Hyuga,apa kau berencana supaya keluarga Hyuga mengetahui nya?"tanya Sasuke
"iya..., mereka harus tau siapa yang bakal jadi calon istri boruto, sekalian nanti kau undang keluarga uchiha"ucap Naruto
"bagus juga ide lo, sejak kapan lo pintar kayak gini.."ujar Sasuke pada teman lamanya itu
"lo aja yang baru nyadar,gue dari dulu emang pinter, hanya agak malas aja"
mereka berdua tertawa,tak lama mereka berdua pun berdiri
"oke lah, berarti kita udah sepakat tanggal 27 nanti kita jodohkan mereka"ucap Sasuke
"iya, nanti detail nya gue telpon lagi"ujar Naruto
Naruto pun mengulurkan tangannya dan disambut Sasuke
"calon besan..."
bersambung.......