Borusara: School of Life

Borusara: School of Life
episode 30



"boruto..."


boruto kaget dengan kedatangan sarada,ia takut kalau nanti sarada salah paham


sumire Sadar kalau sarada cemburu dengan perlakuan nya pada boruto ia pun langsung menyingkirkan tangan nya dari wajah boruto.


sarada menghampiri mereka berdua, sementara shika, ino, mitsu menonton drama gratis yg tersaji di depan mata mereka


"ini pesanan mu"ujar sarada memberikan air yg di pesan boruto


"sald aku..."


"kau sudah minum obat?"tanya sarada memotong ucapan boruto


boruto menggeleng kan kepala


"ya sudah,mana sini obat nya"ucap sarada, boruto pun memberikan obat nya pada sarada,


sarada pun sibuk memilih memilah mana obat yg di harus di makan boruto


sementara sumire pamit ingin pergi ke kantor, untuk menyerahkan absen pada wali kelas mereka


"boruto sarada aku pergi dulu ya"ujar sumire


"ohh terima kasih atas yg tadi ketua kelas"ujar boruto


"sama sama... aku pergi dulu ya"sumire pun keluar dari kelas


setelah sumire keluar, sarada langsung mengusap wajah boruto


"aduhh, kenapa sih"


"supaya bekas tangan perempuan lain hilang dari wajah mu"ucap sarada masih mengusap wajah boruto


"sudah ah..."


skip~


sekolah telah usai, boruto dan sarada telah sampai di kediaman Uzumaki, setelah di jemput pakai mobil oleh Hinata


"aduhh.. sampai juga di rumah"ujar boruto keluar dari mobil dan langsung masuk kedalam rumah menggunakan tongkat


melihat itu sarada langsung turun menyusul boruto


"bolt hati hati nanti kau jatuh bodohh..."teriak sarada


Hinata hanya tersenyum melihat dua remaja itu


"seperti nya mereka berdua sudah sangat cocok"gumam Hinata dalam hati dan masuk ke dalam rumah


sarada selalu merawat boruto setelah pulang sekolah,dia baru pulang ke rumah nya apabila sakura menjemput nya setelah pulang kerja di rumah sakit, itu pun saat malam


" Boruto,himaa.. waktu nya makan"teriak Hinata pada hima dan boruto yg sedang menonton TV di ruang tengah


skip~


setelah makan, tampak boruto yg sedang belajar dengan sarada di kamar nya


"aduuh..pening kepala ku"keluh boruto dan merebahkan tubuhnya di kasur


"ya ampun bolt, baru belajar sebentar sudah menyerah"ujar sarada dan duduk di sebelah boruto


"aku tak sepintar mu sald"ujar boruto memejamkan mata


"ini ni..,kau salah bolt..., semua orang sama pintar nya asal kan mereka rajin belajar,tak ada yang tak mungkin di dunia ini selagi kita punya kemauan dan..."belum selesai sarada bicara boruto sudah tertidur dengan pulas nya


"ya ampun, orang sedang bicara malah tidur"ujar sarada kesal


sarada pun membetulkan posisi tidur boruto dan menyelimuti nya


"seperti nya dia sangat kelelahan hari ini"gumam sarada mengelus rambut sarada


sarada teringat adegan boruto dan sumire yg terjadi di sekolah tadi


sarada memegang wajah boruto dan mengelus nya


"aku tak akan membiarkan siapapun mengambil senyuman mu dari ku"gumam sarada dan mencium kening boruto


sementara tampak hima yg mengintip dari balik pintu


"waduh.. harus nya aku tak mengintip tadi"ujar hima yg pergi dari sana dengan wajah merah,ia malu karena tak pernah melihat orang lain mencium kakaknya


sarada yg masih di kamar boruto tampak sedang menyapu lantai dan mengelap barang boruto yg tampak berdebu


"ya ampun banyak banget action figure di kamar bolt,mana action figure kagemasa semua, tampak nya bolt memang fans berat ini kartun"ujar sarada sambil mengelap action figure itu


setelah membersihkan kamar boruto, sarada pun kelelahan dan berbaring di ranjang boruto, ranjang boruto memang luas sehingga jarak antara kedua nya agak jauh


"lelah banget..."ujar sarada dan perlahan mata terpejam


ia pun tertidur karena kelelahan, sarada tipe orang yg sangat butuh guling saat tidur, karena tak ada guling di kamar itu tanpa sadar sarada pun memeluk Boruto yg sedang tidur


mereka berdua pun tidur di ranjang yg sama


cklek


Hinata masuk ke kamar, hendak membawakan obat untuk boruto, namun ia kaget karena sarada dan boruto tidur berdua apalagi posisi sarada yg memeluk boruto


"boruto.. sarada..."


bersambung


#jangan lupa, like, komen, rate and vote ya 😉


#salam