
"boruto?"
Sarada tak percaya bila di hadapannya benar benar boruto, namun ia menyembunyikan rasa kagetnya dengan berusaha bersikap biasa.
"Saya adalah boruto Uzumaki
Pindahan dari sma Uzugakure
Salam kenal semua"ucap boruto dengan senyum khasnya.
Berbeda dengan sarada,murid lain terkejut karena marga Uzumaki pada nama boruto adalah marga yang sama dengan walikota mereka yaitu Uzumaki Naruto.
"Apakah kau anak dari walikota"tanya choco tiba-tiba yang membuat sarada kaget dengan apa yang di lakukan teman sebangku nya itu.
Boruto memperhatikan choco dan kemudian matanya tak sengaja melihat sarada,sarada langsung menutup muka nya dengan novel.
"Choco bodoh? tapi kenapa boruto bisa pindah ke sini, shanaro"gumam sarada dalam hati.
Boruto tersenyum.
"Kau bisa tanyakan itu pada teman mu itu"tunjuk boruto pada sarada.
Choco terkejut
"Kau kenal dia sarada?"tanya choco.
Sarada berusaha bersikap tenang dan menjawab pertanyaan choco.
"Orang tua ku dan orang tua nya adalah teman lama, bukan berarti kami juga berteman"ucap sarada dan memperbaiki letak kacamatanya.
"Jadi dia memang anak walikota?"tanya salah satu murid.
"Iya"ucap sarada
Satu kelas menjadi ribut karena tak menyangka boruto yg terlihat badung itu adalah anak walikota.
"Sudah sudah... tenang semua, sekarang kalian berempat duduk di sana.."ucap pak shino menunjukkan bangku mereka yg berada di dekat jendela dan berada di barisan ke dua dari belakang.
"Baik pak"ucap shikadai.
Mereka berempat pun pergi ke tempat duduk masing-masing.
Pelajaran di mulai, sarada yg duduk di bangku paling depan, terlihat sangat memperhatikan pelajaran, sarada memang sangat pintar bahkan dari kelas satu sma ia selalu mendapat ranking pertama, namun kehidupan sosial nya tak secerah nilai raport nya, bahkan dari kelas satu,ia hanya akrab dengan choco mungkin karena sifat yg menurun dari ayahnya.
Waktu istirahat pun tiba, boruto, inojin, shikadai dan Mitsuki pergi ke kantin, sepanjang jalan banyak siswi yg mengajak mereka berkenalan Boruto dkk berusaha menanggapi mereka walaupun sedikit risih.
"Sarada ayo ke kantin"ajak choco yg telah berdiri di pintu kelas.
"Aku hari ini membawa bekal cho,aku mau makan di atap"ucap sarada mengeluarkan bekal dari dalam tas.
"Baiklah,aku beli makanan dulu ya nanti aku susul ke atap"ucap choco kemudian menuju ke kantin.
Sarada pun pergi ke atap, gedung sekolah mereka terdiri dari 4 lantai, kelas 2 ipa yg merupakan kelas sarada berada di tingkat 2,dan atap sekolah memang biasa di pakai sarada untuk makan siang
kunci pintu atap memang di pegang sarada karena guru shino menugaskan sarada untuk memeriksa atap karena biasanya menjadi tempat siswa bolos pelajaran.
Wajah orang itu tak terlihat karena tertutup tas sekolah nya
"Woi kau bolos ya, dasar..."teriak sarada dan menghampiri orang itu dan langsung mengambil tas nya.
"Boruto?"ternyata orang itu adalah Boruto yg tengah tertidur,dan tak sadar dengan kedatangan Sarada.
"Bangun boruto"teriak sarada di telinga boruto,yg membuat boruto terlonjak kaget.
"Kau sarada,aku pikir siapa"ucap boruto mengusap matanya
"Bukan nya kau ke kantin tadi?"
"Ahh ya , kami nggak jadi makan ke kantin,siswi di sini selalu mepet kami, bagaimana mau makan kalau begitu",
"Makanya aku suruh Mitsuki,shikadai dan inojin membeli makanan di warung depan sekolah mungkin sebentar lagi mereka ke sini "sambung boruto.
"Tapi bagaimana kalian bisa ke atap? kunci pintu nya kan aku yg pegang"balas sarada.
"Kau pikir hanya kau yang punya kunci atap, shikadai juga punya kali"
"Dari mana kalian dapatkan kunci nya, pasti maling dari guru ya,ngaku nggak"
"Maling?,masa ganteng-ganteng begini di bilang maling, shikadai minta ke ibunya, ibunya kan kepala sekolah ini"
Sarada terkejut,ia baru tau kalau shikadai anak dari guru temari.
"Memang enak ada orang dalam"
"Kau bilang sesuatu sarada"
"Nggak penting,yg penting sekarang lo pergi dari sini,aku mau makan,"
"Enak aja, emang ni tempat punya lo"ucap boruto dan terus melanjutkan tidur nya.
"Pergi nggak"teriak sarada
"Nggak dengar, nggak dengar"ucap boruto dengan nada mengejek.
"Baiklah kau yg memaksa ku boruto"
Lalu sarada menarik boruto dari meja karena terkejut boruto pun tak bisa mengendalikan tubuh nya dan terjatuh di atas Sarada.
Mereka pun saling bertatapan dengan posisi boruto berada di atas sarada, sarada langsung memerah seperti kepiting rebus demikian halnya boruto.
"Sarada...?apa yang kalian lakukan woi"ucap choco yg baru datang dengan membawa makanan di tangan nya.
Bersambung.
#like,komen and vote ya
#see you 😉