
pagi itu boruto tampak berjalan di trotoar menuju ke rumah nya, seusai sarapan ia langsung di suruh pulang oleh sarada.
"malam tadi benar benar ujian paling berat, untung aku sanggup menahan nya"ujar boruto dalam hati
ternyata malam tadi boruto berusaha menahan dirinya, apalagi malam tadi sarada sangat cantik tanpa kacamata dan memakai baju tidur membuat boruto panas dingin malam tadi.
"apalagi malam tadi suasananya sangat mendukung, tidak.., tidak..,aku sudah bertekad,aku tak akan menyentuh sarada sebelum cincin nikah terpasang di jari nya.., itulah komitmen ku sebagai seorang pria"ujar boruto mengepalkan tangannya
skip......
hari itu adalah hari Minggu, sarada tampak sedang membersihkan kamar nya, namun mata nya tampak terus menatap tempat tidur nya.
"aku seharusnya tidak membiarkan bolt tidur di kamar ku, walaupun kami pacaran..,bisa saja malam tadi hal itu bisa terjadi"gumam sarada dalam hati
mendadak wajah nya memerah membayangkan hal itu benar benar terjadi semalam
"sudah sudah.., berhenti memikirkan itu sarada"ucap sarada memukul kepala nya sendiri
iapun mulai membersihkan kasur nya dan merapikan selimut yg semerawut namun ia kaget melihat ada hp yg tergeletak di bawah selimut nya.
"ini kan hp bolt pasti ia kelupaan"ucap sarada meraih hp tersebut
timbul niatan nya untuk melihat isi hp boruto apalagi isi chatting an nya, namun niatan nya terhenti karena hp itu terkunci
"hmm sandi 6 angka?.., mungkin tanggal lahir nya kucoba aja deh"ujar sarada namun gagal sandi ternyata salah
berbagai angka di masukkan oleh sarada, mulai dari tanggal lahir boruto, tanggal lahir sarada, bahkan tanggal lahir Himawari pun di masukkan namun semuanya salah.
"aduhh...bolt,apa sih sandi hp mu ini?"ujar sarada hampir menyerah
"rupanya tanggal jadian kami sandi nya"gumam sarada tersenyum
"sekarang di mulai dari mana dulu,ah ya galeri nya aja dulu, mungkin bolt menyimpan sesuatu yg nggak nggak di galeri nya"gumam sarada ia lupa dengan tugas membersihkan kamar nya
lama sarada melihat isi galeri boruto, bukan nya foto dirinya sendiri yg ada di sana,malah isi nya foto sarada semua, dari foto sarada saat camping,di pasar,di rumah, bahkan di dalam kelas.
"bagaimana cara bolt memotret ku saat di kelas, saat jam pelajaran pula"gumam sarada keheranan
karena tak menemukan hal yg aneh ia pun mulai membuka wa boruto
"mari kita lihat,apa kah ada sesuatu yang bisa memicu pertengkaran di sini?"ujar sarada semangat
satu persatu chatting an boruto di lihat oleh sarada
"ah isi nya kebanyakan chattingan tentang game,memang dasar si bolt"ucap sarada
namun mendadak ia terbelak, ada satu chatting an yg membuat ia sedikit cemas
"ketua kelas?"
sarada pun mulai membuka isi chatting an itu dan melihat nya, chatting an boruto dengan sumire lumayan pendek, namun ada yg membuat sarada terkejut
"apa.... ternyata ketua kelas juga kerja di tempat kerja boruto?"teriak sarada terkejut
hati nya mulai berdetak kencang tak karuan ada rasa sesak di hati nya,ia tak bisa membayangkan boruto kerja seharian bersama ketua kelas, pasti banyak sesuatu yang terjadi, namun satu hal yang membuat nya kesal, yaitu karena boruto tak bercerita kepada nya.
bersambung........