
matahari sudah mulai tenggelam di ufuk barat,sinar nya yg mulai melemah membuat sinar merah jingga di langit
di setiap jalan tampak banyak orang yang lalu lalang untuk kembali ke rumah masing-masing
dan tampak seorang wanita yang berjalan di trotoar dengan menenteng belanjaan di tangan nya
"ahhh.... akhir akhir ini harga cabe terus naik.."keluh perempuan itu, seperti nya ia baru pulang dari pasar
"malam nanti aku masak apa ya...,kari atau hotpot..."gumam nya pula tanpa sadar ia menabrak seseorang
sehingga barang belanjaan nya jatuh
"ahh..maaf aku nggak sengaja..."ujar nya melihat siapa yg ia tabrak
"boruto..?"
"ketua kelas..., jarang jarang kita ketemu di jalan seperti ini"ujar boruto membantu mengambil belanjaan sumire yg jatuh
"kau kenapa sore gini belum pulang boruto?"tanya sumire
"ohh..ini adik ku hima minta di beliin kontainer.."
"kontainer...?"ujar sumire bingung karena kontainer adalah peti kemas yg biasa di angkut dengan kapal
"itu loh..yg untuk melembabkan rambut..."ujar boruto mengingat
"ohh... maksud mu conditioner"
"ahh..ya itu, conditioner"ujar boruto
"kau sendiri sore begini baru pulang belanja, emang nggak takut jalan sendiri"sambung boruto
"aku emang biasa belanjaan sore hari karena saat sore biasa nya lebih murah"ujar sumire,ia merasa senang boruto mengkhawatirkan nya
mereka pun berhenti di depan apartemen tua yg terdiri dari 4 lantai
"kau tinggal di sini ketua kelas?..."
"iya...aku tinggal sendiri di sini"ia menundukkan kepala,ia merasa sedikit malu kalau boruto tau ia tinggal di apartemen tua seperti itu
"hebat kau ketua kelas.."
"ehhh...?"
sumire tidak menduga boruto akan berkata begitu,pipi nya pun memerah
"ngomong ngomong..orang tua mu di mana ketua kelas...?"tanya boruto
mereka sekarang ada di dalam apartemen sumire, karena boruto ingin meminjam buku catatan sumire
"orang tua ku sudah meninggal saat aku kelas 2 smp"ujar sumire, nada suara nya berubah menjadi sedih
"maaf..aku tidak tau"
"tidak apa apa,aku sudah merelakan kepergian mereka, karena aku tau kalau menangis tak kan bisa membuat mereka hidup kembali,...aku yakin pasti mereka juga tidak ingin melihat ku sedih...itu sebabnya aku berusaha supaya bisa mandiri dan membuat mereka bangga di sana"ujar sumire melihat poto orang tua nya yg terpasang di dinding
boruto merasa simpati dengan ketua kelas,ia tak bisa membayangkan gadis kecil kelas dua SMP sudah di tinggalkan kedua orang tua dan menjalankan hidup sendiri di tengah kehidupan yang keras,dan bertahan sampai sekarang.
"maaf aku jadi banyak bicara"ujar sumire
"tidak,aku merasa malu dengan mu ketua kelas,aku dari kecil selalu protes dengan ayah ku yg selalu tak pernah punya waktu dengan keluarga nya, sibuk bekerja, bahkan aku menyebut nya ayah yg bodoh...,tapi sekarang aku sadar, bahwa aku seperti anak kecil,dan tak sadar dengan nikmat yang di berikan tuhan kepada ku..., terimakasih ketua kelas sudah mengajarkan sesuatu yang berharga pada ku"ujar boruto sungguh sungguh
sumire sangat terharu dengan ucapan boruto,ia sangat senang ada orang yang peduli dengan keadaan nya apa lagi orang itu adalah boruto
"sama" boruto..ohh ya ini buku yg ingin kamu pinjam"ujar sumire menyerahkan buku catatan nya
"terimakasih ketua kelas.. kalau begitu aku pulang dulu"
"iya hati hati di jalan.."
"oh ya ketua kelas.., kalau ada apa apa kau boleh mengandalkan ku"ujar boruto tersenyum dan pergi
sumire hanya tersenyum dan menatap kepergian boruto
"sarada... betapa beruntungnya dirimu"gumam sumire
bersambung......
#maaf ya guys, kali ini tak ada momen borusara:v
#karna author perlu membuat latar belakang masing masing karakter
#salam
dan selamat menunaikan ibadah puasa ya..