
sore itu cuaca sangat panas,di sebuah ruangan tampak seorang wanita yg sedang memainkan laptop nya,jari jemarinya tak berhenti bergerak diatas keyboard laptop.
"kara.., adalah organisasi mafia yang bergerak dengan sembunyi-sembunyi, bahkan sangat sedikit sekali informasi keberadaan organisasi ini"ucap sarada melihat artikel yg ia baca di internet
sejam ia mengutak atik laptop nya mencari informasi mengenai kara, organisasi yang di sebut oleh kawaki siang tadi
"mustahil seorang anak sma punya hubungan dengan organisasi mafia seperti ini, mungkin ia hanya ingin menggertak ku saja"batin sarada
kemudian hp sarada berdering, tanda ada yg menelpon ia pun segera membuka HP nya.
"mama?.. tumben nelpon"gumam sarada dan mengangkat nya
"halo ma ada apa?"
"sarada...,kau di mana nak?.."
"di rumah, memangnya kenapa ma?"
"cepat ke rumah sakit..nak,papa mengalami kecelakaan"Ucap sakura, suara nya terdengar seperti menahan tangis
sarada kaget bukan kepalang tanpa berlama-lama ia langsung mengambil tasnya dan pergi ke rumah sakit.
"cepat sedikit pak"ucap sarada,kini ia sudah ada di dalam taxi
___________
sarada berlari di koridor rumah sakit dan tampak Sakura yg baru keluar dari ruangan ugd,
melihat ibunya sarada langsung menemui nya.
"ibu di mana papa,ia baik baik saja kan..,"ucap sarada panik, air mata perlahan mengalir di pipinya
sakura memeluk anaknya itu
"tenang nak,papa kuat dia pasti baik baik saja"ucap sakura menenangkan sarada namun ia juga tampak menitikkan air mata
"sebenarnya apa yang terjadi ma?"
"papa mengalami luka tembak di bahu kirinya, sekarang papa sudah baik baik saja, jangan khawatir"
sarada terkejut mendengar nya
"kami juga belum tau sarada,tapi kemungkinan papa mu di tembak oleh salah satu organisasi yg sedang dia dan timnya buru"ujar seorang yg tiba tiba datang
"paman Itachi.."Itachi adalah kakak Sasuke,ia juga salah satu anggota kepolisian
"organisasi apa yang berani menembak orang seperti itu kak?"tanya sakura
"organisasi kara"
sarada terkejut mendengar nya, ternyata semua yang di bilang kawaki di perpustakaan benar
tiba tiba hp sarada berdering, terlihat nomor yg tidak di kenal menelpon nya
"paman,mama.. sarada permisi mau angkat telpon dulu"ucap sarada dan pergi
"halo.."
"halo sarada.., bagaimana apa papa mu baik baik saja,tapi pasti baik baik saja ya lah, soal nya anak buah papa ku hanya menembak bahu nya saja"ucap sang penelepon dari suaranya itu sudah jelas suara kawaki
"kawaki.. brengsek kau..,apa maunmu, kenapa kau harus melukai papa ku ha"teriak sarada emosi
"ini salah mu sendiri sarada,andai kau turuti keinginan ku pasti tak akan jadi begini"
"brengsek.."
"bagaimana kau percaya sekarang dengan semua perkataan ku kan, sekarang lebih baik kau pilih jadi pacar ku atau kau ingin papamu mati"
"apa maksudmu"
"kau tau maksud ku,ku beri waktu kau memikirkan nya tapi, ingat.. nyawa ayahmu berada di tangan mu sarada, ku tunggu jawabannya esok"telpon langsung di matikan kawaki
sarada sekarang hanya termenung memikirkan apa yang sedang ia alami, kenapa situasinya menjadi seperti sekarang,ia tak ingin ayah nya celeka tapi ia juga tak ingin melepaskan boruto apalagi pacaran dengan orang seperti kawaki
"ya Tuhan.. bagaimana ini"