
malam itu sarada tak bisa tidur, pikiran nya selalu melayang tentang apa yang di bilang papa nya tadi sore.
"tiap hari di antar jemput boruto, keberuntungan eh maksudku kesengsaraan macam apa itu"gumam nya dalam hati.
pikiran dan hati sarada berkecamuk,di satu sisi ia senang bila bisa dekat dengan boruto seperti dulu,di satu sisi rasa gengsi nya juga teralu besar.
dan sarada bukan tipe perempuan yang secara terang terangan bisa mengungkapkan perasaannya
di tambah lagi sarada tak pernah bergaul dengan orang lain apalagi dengan laki-laki.
"apa yg harus aku lakukan nanti,..bagaimana memulai obrolan saat di jalan..,apa aku harus memeluk nya dari belakang seperti yang pernah ku lihat di film romance,ahhh bagaimana ini shanarooo"gumam sarada dan membekap wajah nya dengan bantal.
tak seperti sarada yg gelisah sampai tak bisa tidur, boruto malahan sedang asik bermain game online di kamar nya.
"ahhh defeat,tim tolol... turun kan pangkat ku"teriak boruto kesal.
tiba tiba pintu kamar boruto terbuka.
"boruto...."ucap Hinata dengan tatapan menakutkan.
boruto ketakutan setengah mati, karena ibunya memang melarang boruto bermain game sampai larut malam.
"sudah jam berapa ini, tiduuur!!"bentak hinata.
"Ba~ba..~~ik"
skip
"sarada,mau kemana nak"teriak sakura pagi itu
"mau berangkat sekolah la,mau kemana lagi"toleh sarada, sekarang ia sudah di teras rumah.
"tak menunggu boruto dulu?,kan ini masih pagi sekali"
"nggak ah ma, boruto pasti siang berangkat ke sekolah"
"aku berangkat dulu ma, sampai jumpa"sambung sarada dan langsung berlari ke luar.
"ehh tungg..., dasar ni anak"gumam sakura.
sarada berjalan di trotoar, matanya tampak sayu dan sering menguap berapa kali.
"ahh malam ini aku tak dapat tidur,shanaro"ucap sarada dan melihat jam tangannya.
"baru jam 06:15?ahh aku terlalu awal berangkat ni,kerumah choco aja deh.. sekalian berangkat bareng"ucap sarada dan melanjutkan langkahnya.
sementara itu di kediaman Uzumaki, tampak boruto dan keluarga nya sarapan bersama,tak seperti biasa karena pagi itu naruto pulang dan gabung sarapan bersama.
"tumben ayah pulang"ujar boruto.
"kakak senang ya"ledek Himawari
"hima"teriak boruto malu
"hima jangan suka menggoda kakak mu"ucap Hinata.
"tapi benar kan"
"ayah hari ini sedang tidak ada kerjaan, semua sudah di urus sama Shikamaru"Shikamaru adalah ayah shikadai dan wakil walikota Konoha yg menjadi pasangan Naruto saat pemilu dua bulan yang lalu.
"jadi ayah hari ini libur dong,ayo kita jalan jalan ke taman hiburan"usul hima.
"iya, bagaimana yah, bisa kan?"tanya hima
"iya betul juga itu,bisa kan naruto"ujar Hinata duduk di kursi nya.
"baiklah kalau semua setuju, nanti sore kita ke taman hiburan"ujar Naruto
"hore"
skip
sarada dan choco sedang jalan kaki menuju ke sekolah,tiba tiba boruto datang mengendarai motor menghampiri mereka.
"kamu sarada ya?"ujar boruto, sarada tak menjawab dan terus jalan, sedangkan choco hanya memperhatikan mereka berdua.
"aku ramal kita akan bertemu di kantin"sambung boruto, melihat itu choco langsung bersuara.
"heh boruto kau tidak lihat kalender?ni tahun 2021 bukan tahun 90an sudah tak jaman ngegombal cewek pakai ramal ramalan"Sindir choco, sarada hanya diam tak menggubris mereka berdua.
"ohh maaf,biar aku ubah ya"
"ehmm,kamu sarada ya?,aku ingin mentraktir mu di kantin"sambung boruto merubah gombalan nya.
"haa begitu baru,ayo la ke kantin"ujar choco.
"ehh kan yg di ajak aku"ucap sarada spontan
choco tersenyum karena sarada mudah sekali di pancing
"ehh maksud ku,anu,~..ehh aku..~,"ucap sarada gugup
"sarada kenapa kau tak menunggu ku di rumah? bibi sakura bilang kau sudah pergi duluan"ucap boruto kesal
"kalau menunggu mu nanti bisa bisa terlambat"
"terlambat apa sekarang aja masih jam jam tujuh,ayo cepat naik"ucap boruto menyuruh sarada naik ke motor nya
"nggak,lagian juga sudah dekat"ucap sarada terkesan cuek.
"kalau sarada nggak mau biar aku aja boruto"ucap choco pura pura ingin naik ke motor.
melihat itu sarada dengan cepat naik ke motor mendahului choco.
"enak aja"ucap sarada, setelah duduk di motor
"jalan bor, cepat"ucap choco
"oke makasih cho"ucap boruto mengacungkan jempol kepada choco.
boruto langsung memacu motornya menuju sekolah, sarada Sadar bahwa baru saja di bodohi choco, ia hanya menunduk menutupi mukanya yang sudah merah karena malu, namun juga bahagia karena bisa kembali dekat dengan Boruto
kalau saja waktu bisa di hentikan mungkin sarada tak akan mengizinkan waktu kembali berjalan agar bisa terus bersama dengan Boruto.
"ratu es kini sudah mulai mencair"gumam choco.
bersambung.....
#jangan lupa like, komen, vote and rate ya 😉
#salam