
"kemana lagi kita?"tanya sarada
mereka telah selesai menonton film,dan tampak boruto yang masih mengelap air mata menggunakan tisu.
"kita makan aja dulu,perutku lapar habis nonton tadi"ucap boruto menggosok perut nya.
"nggak sangka ya... seorang seperti boruto Uzumaki bisa nangis gara gara film"ujar sarada tersenyum meledak boruto
"ya.. habis nya film nya sedih banget"ucap boruto membuangnya muka, menyembunyikan wajah memerah nya dari sarada
"haha..iya sih..,film nya sedih,tapi anak laki-laki nggak boleh cengeng dong..mana senyum nya"ucap sarada menarik bibir boruto supaya tersenyum
"iya..iya"
mereka telah sampai di depan sebuah restoran yang cukup ramai, sarada tampak terpukau dengan keadaan tempat itu
"wahh.. besarnya"ucap sarada terperangah
"ayo masuk"ucap boruto hendak melangkah masuk.
"kita makan di sini?!"tanya sarada terkejut
"iya..ayo masuk"ucap boruto bingung dengan tingkah pacar nya itu
"ini restoran mewah bolt, memang nya uang mu cukup"tanya sarada berbisik, bukan tanpa alasan sarada bertanya begitu karena restoran itu memang mewah dan tampak setinggi 5 lantai
"bicara apa kau ini sald, jangan takut.., kalau aku berani mengajak mu kemari berarti aku punya uang, jangan takut..ayo"ucap boruto menarik lengan sarada
mereka masuk ke dalam dan tampak seorang pelayan yang menghampiri mereka.
"selamat datang di ichiraku resto,ada yang bisa saya bantu"ucap pelayan itu
"ada meja untuk dua orang?"tanya boruto
"masih ada kak,kemari ikut saya"ucap pelayan itu
boruto dan sarada pun mengikutinya
_______________
"bolt,ini berlebihan deh...,makan di tempat lain kan bisa, nanti uang mu mubazir bolt"ucap sarada,kini mereka sedang menikmati makanan yang tersedia di meja, tampak boruto memesan banyak makanan
"uangku uangmu juga sald,jangan cemas begitu lah..,ayo makan"
"tapi..."
belom sempat membuka suara boruto sudah menyumbat mulut sarada dengan bakpao
"boolt.."
"sarada ada alasannya aku mengajak mu makan di sini"
"dulu tempat ini tempat ibu dan ayah ku kencan pertama kali "ucap boruto
sarada diam mendengarkan penjelasan boruto
"jadi kau mengajakku kemari karena itu"ucap sarada menatap boruto tajam
"eh..emang nya salah ya"tanya boruto,nyali nya jadi ciut melihat tatapan tajam putri uchiha itu
"haduh...bolt"sarada langsung mencubit kedua pipi boruto
"itu adalah kisah kedua orang tua mu, mereka yang punya kenangan di sini.., sedang kan kita, kita harus membuat kenangan kita sendiri tanpa harus mengikuti kisah cinta mereka.., mengerti?"ucap sarada melepaskan cubitan nya
"dan lagi pula memang nya kau suka ramen?"tanya sarada
"nggak"ucap boruto memegang pipinya yang sakit
"jadi kenapa kau mengajakku makan ke sini kalau kau sendiri tidak suka ramen"ucap sarada
"jadi kita pindah ni.."
"ya iyalah...,ayo kita keluar"ucap sarada menarik tangan boruto
_______________
"enaknya....aku baru tau ada kalau rasa lemon begini enak"ucap boruto memakan sebuah burger
sekarang mereka ada di burger petir, tempat makan kesukaan boruto
"bolt makan nya jangan berantakan gitu dong"ucap sarada
"maaf, maaf.. habisnya ini enak banget"
"dasar..."ucap sarada meminum es teh lemon yang di pesan nya
"benar kata mu sald"ucap boruto
"soal apa?"
"kalau kita jangan mengikuti kisah orang tua kita,tapi buatlah kisah kita sendiri"ucap boruto memandang sarada
"hmm.. jadi diri sendiri lebih baik bolt"ucap sarada membetulkan posisi kacamata nya
boruto tersenyum, membuat sarada tak tahan lagi, muka nya memerah karena tak tahan di lihat boruto sambil tersenyum begitu
"kau terlalu banyak menatap..shanaro"teriak sarada menyumbat mulut boruto dengan burger.
bersambung......