Borusara: School of Life

Borusara: School of Life
episode 66




.


.


.


.


.


.


setelah sekolah boruto dan sarada pulang berdua mengendarai motor cb100 miliknya, pemandangan langit sore itu sangat menawan, cahaya matahari yang hampir tenggelam di ufuk barat membiaskan cahaya merah ditambah daun daun berguguran yang terbang kesana kesini terbawa angin membuat suasana sore itu menjadi sangat tenang


"boruto..."panggil sarada


namun boruto tidak mengindahkan nya,malah matanya lurus menatap jalan, sementara pikirannya melayang ke kantin sekolah dimana ia dan sumire bersitegang pagi tadi,ya ia masih kepikiran tentang perempuan bersurai ungu itu, bagaimanapun sumire sudah dianggap teman oleh boruto.


"borutooo........!"pekik sarada sambil mencubit keras pinggang pemuda itu,jelas boruto yang sedang melamun tersentak kaget


"akh..sakit...,ada apa sih?"ringis boruto mengusap pinggangnya yang terasa panas setelah dicubit tangan lentik sarada


"salah sendiri orang dari tadi panggil nggak nyahut nyahut..."ucap sarada mengembungkan pipinya tangannya didekap di dada


"maaf maaf..., tadi kamu ngomong apa?"tanya boruto


"au ah.... males ngulangin nya"ucap sarada membuang muka kearah lain


"yah.. ngambek"batin boruto


boruto terus memacu motornya dan setelah sampai di sebuah cafe boruto menghentikan motornya


"bor.. ngapain berhenti di sini bentar lagi gelap lo,ayo pulang nanti mama marah..."ucap sarada setelah turun dari motor


"nggak Dee..nger"ucap boruto meledek


"ish...yaudah aku pulang naik taxi aja"ucap sarada marah setelah diledek begitu


"yaudah..."ucap boruto lalu pergi masuk ke cafe


sarada hanya bisa melongo melihat kecuekan pacarnya itu, sehingga mau tidak mau ia ikut boruto masuk ke dalam, ancaman naik taxi tadi hanya gertakan sebenarnya ia sedang nggak pegang uang sekarang.


setelah sampai di dalam boruto dan sarada duduk di meja yang ada di dekat dinding,selama memesan kopi dan minum boruto tak bicara sama sekali,hal itu membuat sarada cemas dan takut,kalau kalau boruto masih marah padanya soal kawaki


"boruto.."panggil sarada hati hati


"hmmm.."


"ada apa...kamu kok dari tadi diam aja.., kalau aku ada salah aku minta maaf"ucap sarada lembut dan memegang tangan boruto


"buset,imut banget ni pacar gue, kalau bukan ditempat umum udah gue peluk ni cewek satu"batin boruto pipinya memerah melihat wajah memelas imut sarada


"sar..."


"iya iya ada apa boruto..?"ucap sarada bersemangat


"kamu libur ujian nanti liburan kemana?"tanya boruto


"hah..?"ucap sarada bingung,kenapa pembahasan nya nyasar keliburan?


"nggak tau..,belom ada rencana memangnya kenapa?"


"begini...ibuku mengajak aku dan Himawari libur ke tempat keluarga kakek ku di desa,dia nanya apa kau mau ikut dengan kami atau tidak?"ucap boruto


wajah sarada langsung berubah senang dan senyuman terbit di wajahnya yang cantik itu


"beneran aku diajak.."tanya sarada


"iya.."


"kerumah kakek mu?"


"iya"


"hooree...aku mau aku mau"ucap sarada bersorak kegirangan membuat pelanggan lain melihat ke arah mereka berdua


"kok kamu senang banget, padahal kedesa lo"tanya boruto keheranan


"soal nya di desa kan enak,udara nya masih segar,dan ladang membentang indah apalagi sekarang sudah musim semi pasti tambah indah"ucap sarada berbinar binar


dari dulu ia memang suka dengan yang namanya desa, karena dari kecil ia tak pernah tinggal atau liburan ke desa karena ayah nya yang bertugas sebagai polisi di pusat ditambah dengan perkerjaan ibunya sebagai dokter yang tak pernah pergi dari yang namanya kota membuat ia tak pernah merasakan seperti apa kehidupan di desa


lain sarada lain pula boruto,ia pernah tinggal di desa selama dua tahun,dua tahun didesa membuat boruto yang suka bermain game online menjadi tersiksa,karena susahnya sinyal disana,ditambah kalau malam udara didesa sangat dingin yang merupakan kelemahan boruto yang tak tahan dengan cuaca dingin


tadinya ia berharap sarada nolak, supaya ia ada alasan untuk tidak ikut ibunya kedesa


"jadi kapan kita berangkat ke sana?"tanya sarada semangat


"dua hari setelah ujian..., kayaknya jum'at depan"


"hmm berarti 8 hari lagi.."ucap sarada melihat kalender di hpnya


"ya tuhan... semoga kakek nanti nggak membuat ku malu didepan sarada"batin boruto melihat sarada sangat antusias


kakeknya mempunyai kebiasaan akan memeluk kedua cucunya, boruto dan Himawari bahkan mencium pipi mereka berdua


"malu banget kalau sampe dicium kakek di depan sarada"


bersambung.......


hello everyone,apa kabar kalian, semoga sehat saja ditengah musim hujan ini,jangan lupa di like ya,dan maafkan author karena baru update 😋