
.
.
.
"boruto.. sarada kecelakaan"
kalimat yang singkat itu mampu membuat boruto terkejut,kontan ia berdiri dari duduknya
"apa!...,kau jangan bohong inojin, sarada kecelakaan?"ucap boruto memegang krah baju inojin
dengan cepat Mitsuki dan shikadai menengahi mereka dan menenangkan boruto
"sabar bor...tenang.."ucap shikadai memegangi boruto
"apa yang terjadi pada sarada?choco bilang apa tadi?"tanya mitsuki pada inojin
"choco bilang sarada kecelakaan saat menyeberang jalan,ia di tabrak truk"ucap inojin
"mereka dimana sekarang?"tanya shikadai
"choco bilang mereka sekarang ada di rs medika"
tanpa berkata apa-apa boruto langsung pergi, disusul shikadai dan mitsuki
"hoii..mau kemana kalian,ini makanan siapa yang bayar?"teriak inojin
"pakai duit lo dulu"teriak shikadai dari kejauhan
"bngst.."
_____________
sesampainya di rumah sakit mereka langsung pergi menuju ruangan yang dikatakan resepsionis
"mana ruangan nya ya"pikir boruto mencari kamar sarada di rawat
untung saja mereka melihat choco yang baru keluar dari suatu kamar, sudah pasti itu lah kamar sarada
boruto dkk, bergegas menghampiri choco
"cho.. bagaimana keadaan sarada?"tanya shikadai
sebelum choco menjawab boruto langsung masuk ke dalam
"sarada..."teriak boruto, namun semua tak seperti yang dibayangkan nya
tampak sarada yang berbaring di ranjang pasien, keadaan nya tidak begitu parah, hanya beberapa bagian tubuh nya yang lecet
"boruto?"ucap sarada bingung, karena boruto datang melihat nya, ternyata boruto masih peduli padanya,hal itu membuat hati sarada senang
"sstt...aku bohong tadi, sebenarnya sarada hanya diserempet sepeda, aku hanya ingin membuat mereka berdua bertemu, sekarang ayo kita keluar,biar mereka bisa bicara berdua"ucap choco menyeret,ini,shika,mitsu keluar dan mengunci pintu dari luar
boruto yang sadar pintu dikunci langsung berlari menuju pintu, dan mencoba membuka pintu,tapi percuma saja pintu sudah terkunci dari luar
boruto sangat tengsin karena sarada tau kalau ia mencemaskan nya
"boruto.."panggil sarada
boruto menoleh, wajahnya tampak memerah menahan malu
"oh..kau baik baik saja, pada hal..a.aku kira kau mati tadi, baru aja mau kirim rangkaian bunga"ucap boruto gugup
sarada tersenyum mendengar nya, karena tampak sekali boruto sedang berbohong
"boruto..."panggil sarada lagi kini ia bangkit dari ranjangnya dan berusaha mendekati boruto Walaupun kaki nya sangat sakit dibawa melangkah
"hei mau ngapain, tetap di ranjang"ucap boruto
sarada tidak mengindahkannya,dan terus melangkah mendekati boruto, namun karena kakinya masih sakit ia pun jatuh tersungkur
tanpa ragu boruto langsung mengangkat sarada,dan menggendong nya kembali ke ranjang
"sudah kubilang jangan berdiri dasar bodoh"ucap boruto meletakkan sarada diranjang
namun saat hendak melepaskan gendongan nya tiba tiba sarada mendekap erat tubuh boruto dan menangis
"kumohon maafkan aku"ucap sarada menangis
melihat itu boruto diam,tapi tanpa sadar ia mengusap pucuk kepala sarada
ia sangat bersyukur karena sarada baik baik saja,ia sadar bahwa ia membutuhkan sarada, cinta nya pada sarada masih belum hilang
grab*
sarada terkejut, karena sekarang boruto yang memeluk nya,ia bisa merasakan air mata boruto yang menetes dipundaknya
"syukurlah kau baik-baik saja,aku tak sanggup kalau harus kehilangan mu lagi sarada"ucap boruto
mendengar itu sarada sangat senang,ia pun balas memeluk boruto erat,seakan tak mau melepaskan nya
"aku janji..aku janji tak akan pergi dari mu lagi"
disaat mereka berdua saling berpelukan, di jendela tampak empat pasang mata yang mengawasi mereka,siapa lagi kalau bukan,choco dan ini,shika,mitsu
"rencana ku jitu juga, akhirnya mereka baikan"ucap choco
"oii gendut lain kali jangan bikin orang cemas tolol"ucap inojin kesal
"hihi..maaf"
bersambung.........