
bel tanda masuk telah berbunyi, semua murid sudah masuk ke kelas nya masing-masing kecuali kelas boruto yg memang hari itu adalah jadwal olahraga bagi kelas mereka.
"ehh boruto lu sudah jadian ya ama si sarada?"tanya Mitsuki,saat itu mereka sedang mengganti pakaian di wc sekolah.
"jadian?, nggak"jawab boruto
"lo? kan kalian barengan pergi ke sekolah pagi tadi,mana mesra banget,jiwa jomblo ku semakin memberontak melihat kalian berdua"ujar Mitsuki.
"ya do'a in aja moga cepat jadian,kan kalau si boruto lekas jadian di traktir kita"ujar shikadai tiba tiba muncul.
"ehh gua kirain cewek lu"Mitsuki kaget karena shikadai tiba tiba muncul.
"ganteng gini di bilang cewek,rabun mata lu?"jawab shikadai.
"makanya tu rambut jgn di ikat,kan kayak cewek jadi nya "balas Mitsuki sengit.
"sudah sudah jangan ribut, kayak perempuan lu pada"sela boruto.
Mitsuki dan shikadai pun diam, karena di bilang perempuan oleh boruto.
"betul juga ya? ribut ribut gini yang malah kayak perempuan"gumam Mitsuki dalam hati.
"gua dan sarada belom jadian"ucap boruto pula
"beluum, berarti ada niatan ni mau pacaran"goda Mitsuki
"sudah sudah,tu ular lu noh pakai in ****** *****"ucap boruto pada Mitsuki dan keluar dari wc meninggalkan mereka berdua.
"eh bor tungguin gue"
skip
boruto, Mitsuki, shikadai, inojin dan cowok cowok sekelas ama boruto yg berjumlah tujuh orang berjalan menuju lapangan untuk bermain bola, karena guru might guy selaku guru penjaskes tidak hadir karena sedang pulang kampung.
"ehh kok anak kelas lain masih di lapangan, emang mereka juga ada jam olahraga?"tanya boruto, melihat sekumpulan anak kelas 2 ips yg sedang bermain.
denki langsung mendekati boruto (denki adalah teman satu kelas boruto)dan membisikkan sesuatu
"bor, lebih baik kita jgn ganggu mereka?"ujar denki
"emang kenapa?"
"mereka itu gerombolan siswa nakal di sekolah ini, pimpinan mereka itu yg tinggi besar, namanya iwabe"balas denki tangan nya menunjuk salah seorang yg tinggi dari yang lain yg sedang mengejar bola.
"tapi mereka tidak ada jadwal penjas kan sekarang?"tanya boruto pula
denki menggeleng kan kepala
"kalau begitu untuk apa takut,biar aku bicara sama mereka, tapi terima kasih atas peringatan nya dengki"ujar boruto dan pergi ke lapangan.
"nama gue denki bukan dengki"ujar denki kesal
mereka pun pergi ke lapangan dengan Boruto yg berada di depan.
"heei kalian bisa gantian,kami mau memakai lapangan nya"ujar boruto dengan sopan.
"wah.. wah.. wah.., kelihatan nya ada yg mulai berani ganggu kami lagi main bola ni"ujar salah satu dari mereka
"hei kau pendek lebih baik kau diam ya"bentak inojin
"apa kau bilang"
"shinki stop,tahan dulu"cegah iwabe
iwabe kemudian berdiri mendongak kan kepala di hadapan boruto.
"kau bocah anak wali kota, jangan mau sok berkuasa di sekolah ini, kalian semua itu hanya bocah yg hanya berlindung di balik nama orang tua kalian, jadi jangan besar kepala"ucap iwabe dengan kasar
"apa kau bilang"geram boruto dan mencengkeram kerah baju iwabe.
anak buah iwabe hendak menyerang boruto namun di cegah iwabe dengan isyarat tangan
"kau sangat menjengkelkan,aku tantang kau berkelahi"ujar boruto penuh amarah, karena iwabe membawa nama ayahnya.
shikadai dan yg lain terkejut mendengar tantangan boruto, mereka khawatir kalau boruto nanti kalah ,karena di lihat dari ukuran tubuh boruto kalah jauh
"hahahaha...,kalian dengar,hahaha..anak ini mau cari mati"tawa iwabe dan di susul tawa anak buahnya.
"aku serius...brengsek"bentak boruto matanya tajam menatap iwabe.
"baiklah bocah kurang ajar kau telah membuat ku kesal ayo kita selesaikan ini,di belakang sekolah"ucap iwabe dan menepis tangan boruto dari krah bajunya.
iwabe dan rombongan nya pun pergi ke belakang sekolah,di susul boruto dan kawan kawan nya.
"kau serius boruto, lebih baik pikirkan dahulu nanti kau bisa terkena masalah"bisik shikadai.
"di bawa bawa nama ayah ku,akan ku buat ia menyesal"ucap boruto,otak nya tak bisa berpikir jernih karena di penuhi amarah.
choco dan perempuan satu kelas dengan Boruto melihat kejadian itu.
choco langsung bergegas untuk menemui sarada yg sedang membaca novel di kelas.
"sar sarada aduh gawat"ucap choco setelah sampai di kelas napas ngos-ngosan karena terburu-buru
"gawat kenapa cho,kau kehabisan donat lagi di kantin"ujar sarada namun matanya tetap fokus membaca novel.
"bukan,itu..boruto.."
"boruto kenapa?"ucap sarada menutup novel nya
"boruto berkelahi..."teriak choco
"apaa.....!"
bersambung.....
#jangan lupa like, komen,rate and vote ya 😉
#salam