
.
.
.
.
sinar mentari pagi muncul dari ufuk timur, menjadi tanda dimulainya hari yang baru,dihari Minggu yang tenang itu tampak seorang gadis berambut hitam pendek sebahu yang sedang menjemur pakaian di halaman belakang rumahnya
"sarada..ya ampun ni anak, sudah ibu bilang jangan Banyak bergerak dulu, luka mu masih belum sembuh"ujar seorang wanita paruh baya berambut pink yang tak lain adalah ibunya,sakura uchiha
"nggak papa ma,lagian cuman luka dikit gini"ujar sarada masih menjemur pakaian
sakura melihat ada yang berbeda dengan anaknya, walaupun sedang luka luka,tapi tak nampak kesedihan atau rasa sakit yang terpancar dari wajahnya,malah sebaliknya anak nya itu tampak senang dan bersemangat
kemudian sakura tersenyum, karena sudah tau apa yang membuat anaknya sedemikan senang nya
"pasti ada yang balikan lagi ni..."ujar sakura melirik anaknya
sarada sedikit kaget dan malu,ia tak bisa menjawab ibunya, hanya bisa tersenyum dan memegang kepala
"ternyata benar.., pantesan anak mama senyam senyum dari kemarin"
"hehe.. gitu deh"
sakura pun kembali ke dalam rumah karena ada yang memencet bel rumah, sementara sarada kembali menjemur pakaian
tak lama berselang sakura kembali ketempat sarada tampak dibelakang nya ada boruto
"sarada..ini boruto mencari mu"teriak sakura
sarada kaget,kenapa boruto pagi pagi begini datang, pikir nya
"I.. iya ma, sebentar lagi, tanggung belum selesai"ujar sarada kembali menjemur
sakura pun mempersilahkan boruto duduk di kursi yang ada di sana
"kenapa sudah lama nggak datang kesini,paman (Sasuke) bertanya terus ke sarada? "tanya sakura
boruto bingung dengan pertanyaan tiba tiba itu
"nggak apa apa, cuman akhir akhir ini saya sedikit sibuk jadi nggak sempat kesini"ujar boruto berbohong
sakura tau kalau boruto bohong terlihat dari cara bicaranya yang gugup,tapi ia tidak mau terlalu ikut campur dalam hubungan mereka berdua
sarada sudah selesai menjemur, dan gabung duduk dengan mereka
"nak, jaga rumah ya..,ibu mau pergi ke rumah sakit"ujar sakura tegak dari duduknya
"lah ini kan hari Minggu ma?"tanya sarada Bingung
"emang nya hari Minggu nggak ada orang yang sakit?"jawab sakura
sarada terdiam mendengar jawaban mamanya"benar juga"
sebelum sakura berangkat,ia melihat mereka berdua
"boruto, jaga sarada ya,siang nanti Tante pulang,tapi ingat.. jangan aneh aneh, nanti ditangkap paman kalau macam macam"ujar sakura
"baik tan,.. tenang aja..saya masih ingin hidup kok..."ucap boruto
sekarang Hanya ada boruto dan sarada dirumah
"bor.."
"iya?"
"aku cuman mau nanya, ngapain pagi pagi sudah kesini"tanya sarada, melihat jam dinding yang menunjukkan angka delapan lewat lima belas menit
"ohh.. itu, hampir lupa aku.. bentar ya"ucap boruto dan pergi menuju mobilnya tampak ia membawa kotak kardus dari dalam bagasi mobil hitam itu
"apa itu bor?"
"hari ini diskon besar-besaran di toko game, pagi pagi sekali aku kesana takut antrian panjang,ini semua game keluaran terbaru, sudah lama aku ingin main ini"ucap boruto tampak kesenangan
"terus...kenapa dibawa kesini?"
"ohh..aku lupa lanjutin ucapan tadi, maksudnya sudah lama aku ingin main game ini ama pacar yang tersayang"ucap boruto kepada sarada
sudah tentu sarada menjadi senang sekaligus gugup mendengar itu, sudah lama sekali ia tidak mendengar gombalan dari laki laki berambut kuning itu
"ohh.. yasudah ayo masuk, kita akan main game game itu"ucap membenarkan letak kacamatanya
"oke.."boruto tersenyum
________________
"hahaha....ini kemenangan ku yang ke 15, seru juga ni game"tawa boruto, saat boruto gembira, lain halnya dengan sarada tampak wajahnya kesal dan hampir mengeluarkan air mata, karena kalah berkali-kali
"sarada.."panggil boruto,tapi sarada membuang muka
"ah.. ngambek ni pasti,"batin boruto,ia pun meraih pipi sarada dan mencubit nya
"aduh aduh... sakit bor"
"makanya jangan ngambek ngambekan,kayak anak kecil aja"ucap boruto
sarada mendengus kesal
"itu karena aku kalah terus,dan kau nggak mau ngalah, setidaknya bagi aku menang sekali"omel sarada
"sudah ah...,aku nggak mau main lagi"ucap sarada lagi dan berdiri
tapi dengan cepat boruto menarik tangan nya, dan Langsung memeluk nya
"cup cup..,anak baik jangan ngambek dong"bisik boruto, dan mengusap rambut hitam itu
sarada hanya diam,tapi ia tidak bisa menyembunyikan wajahnya yang merah karena jantungnya yang berdebar kencang itu
"tunggu dulu, bukan kah selama ini, boruto yang selalu menyerang ku dan membuat aku memerah terus, nggak bisa begini aku harus membalas nya"gumam sarada yang menyadari bahwa boruto selalu membuat nya nge-blush,dan ingin membalas nya
"sarada.. kenapa diam?,masih ma.."belum selesai boruto bicara tiba tiba sarada mendorong tubuh boruto sampai terbaring dilantai,ia pun meletakkan kepalanya di dada boruto, sementara boruto kebingungan bercampur kaget dengan tindakan sarada itu
"sarada...?..."
"diam..!, biarkan seperti ini sebentar"ucap sarada menyembunyikan wajahnya ditubuh boruto
"akh.....malu banget, kenapa gue agresif banget?,apa yang boruto pikirkan kini?,ahh........... sumpah malu banget mau mati aja rasanya.."
bersambung